Update Gedung di Cempaka Baru Terbakar: 17 Diduga Tewas, Evakuasi Terus Berlanjut

Selasa, 9 Desember 2025 - 16:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas damkar menembakkan air ke gedung terbakar di Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat. (Posnews/BPBD DKI)

Petugas damkar menembakkan air ke gedung terbakar di Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat. (Posnews/BPBD DKI)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kebakaran brutal melalap sebuah gedung di Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025). Tragedi sadis ini diduga menewaskan belasan orang.

Petugas di lokasi masih berjibaku memastikan korban selamat. Situasi bahkan semakin mencekam karena petugas terus menemukan korban dalam kondisi mengenaskan.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo mengungkap angka mengejutkan. “Sampai pukul 15.30 WIB, kurang lebih sekitar 17 jiwa,” tegasnya.

Dari data sementara di lokasi, petugas berhasil mengevakuasi tujuh jasad. Korban terdiri dari empat perempuan dan tiga laki-laki. Seluruh jenazah langsung dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lanjutan.

Baca Juga :  Jalan Tembus Kelapa Gading Diprotes Warga, Camat Tegaskan Program Sesuai Aturan

Kasat Reskrim Polres Metro Jakpus AKBP Roby Heri Saputra turut membenarkan adanya korban tewas. Namun, ia menegaskan bahwa proses evakuasi belum selesai. “Iya betul, belum selesai. Saya juga masih menuju TKP,” ujarnya.

Diduga Masih Ada Korban Terjebak

Hingga kini, petugas menduga masih ada korban yang terjebak di dalam gedung yang berlokasi di Jalan Letjend Suprapto tersebut. Kobaran api yang sulit dikendalikan membuat proses penyisiran berlangsung dramatis.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Masih proses pemadaman dan proses pencarian,” kata petugas Command Center Gulkarmat Jakarta.

Baca Juga :  Kasus Penghasutan Aksi Ricuh Agustus Naik Sidang, 4 Terdakwa Diseret ke PN Jakpus

Api pertama kali dilaporkan warga pukul 12.43 WIB, dan operasi pemadaman dimulai pada 12.50 WIB. Hingga sore hari, petugas masih berjibaku melawan kobaran api yang terus membesar.

Sebanyak 29 unit mobil damkar dan 101 personel diterjunkan untuk memadamkan si jago merah. Namun, tebalnya asap dan titik api yang menyebar membuat proses penanganan berjalan sulit dan berbahaya.

Hingga berita ini diturunkan, polisi dan petugas damkar belum mengetahui penyebab maupun kronologi pasti kebakaran sadis ini. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82
Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi
20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan
Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton
Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global
Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:47 WIB

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:00 WIB

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:30 WIB

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:30 WIB

Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:00 WIB

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Berita Terbaru

Pemberontakan sipil di seluruh negeri. Gelombang ketiga aksi

INTERNASIONAL

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Mar 2026 - 20:00 WIB

Sisi gelap perang energi. Sekitar 20.000 pelaut sipil kini terperangkap di kawasan Teluk, menghadapi kelangkaan pasokan dasar dan ancaman serangan udara saat operator kapal mulai mengabaikan hak-hak keselamatan mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Mar 2026 - 19:30 WIB

Ilustrasi, Modernisasi vs Tradisi. Kyoto mengkaji rencana pelonggaran batas tinggi bangunan dari 31 meter menjadi 60 meter guna menarik investasi, memicu perdebatan mengenai identitas visual ibu kota kuno Jepang tersebut. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Minggu, 29 Mar 2026 - 18:00 WIB