Mesir dan Iran Desak FIFA Hentikan Perayaan Pride di Piala Dunia 2026

Rabu, 10 Desember 2025 - 16:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Duel Grup G memanas di luar lapangan! Mesir dan Iran kompak tolak label

Duel Grup G memanas di luar lapangan! Mesir dan Iran kompak tolak label "Pride Match" di Seattle. Simak benturan nilai budaya di Piala Dunia 2026. Dok: Istimewa.

SEATTLE, POSNEWS.CO.ID – Piala Dunia 2026 belum dimulai, namun ketegangan di luar lapangan sudah memanas. Dua negara peserta dari Grup G, Mesir dan Iran, secara resmi meminta FIFA untuk turun tangan mengintervensi rencana panitia lokal di Seattle.

Pasalnya, pertandingan antara kedua negara pada 26 Juni 2026 mendatang telah mendapat label kontroversial. Penyelenggara lokal menetapkan laga tersebut sebagai “Pride Match” atau Pertandingan Kebanggaan.

Label ini bertujuan menyelaraskan jadwal pertandingan dengan akhir pekan perayaan Pride di Seattle. Rencananya, perayaan LGBTQ+ dan pameran seni akan menghiasi stadion dan penjuru kota. Seketika, rencana ini memicu reaksi keras dari Kairo dan Teheran.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mesir: Langgar Nilai Agama dan Budaya

Asosiasi Sepak Bola Mesir (EFA) bergerak cepat dengan mengirimkan surat protes kepada Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom. EFA menyatakan penolakan tegas terhadap segala aktivitas promosi LGBTQ selama pertandingan berlangsung.

Baca Juga :  Trump Danai Studi Vaksin Bayi $1,6 Juta di Tengah Krisis Hepatitis B

“Aktivitas ini bertentangan langsung dengan nilai budaya, agama, dan sosial di kawasan kami, khususnya masyarakat Arab dan Islam,” tulis EFA dalam suratnya.

Menurut EFA, acara semacam itu berpotensi memprovokasi sensitivitas penggemar. Oleh karena itu, mereka mendesak FIFA untuk menjamin atmosfer pertandingan yang murni berfokus pada olahraga.

“Kami meminta FIFA memastikan pertandingan bebas dari tampilan yang bertentangan dengan keyakinan negara peserta,” tambah pernyataan tersebut.

Iran: Langkah Irasional

Senada dengan Mesir, Iran juga menyuarakan keberatan serupa. Kepala Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, melabeli rencana tersebut sebagai “langkah irasional”.

Bahkan, televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa Teheran akan mengajukan banding resmi ke FIFA. Mereka menilai langkah panitia lokal tersebut memihak kelompok tertentu dan mengabaikan prinsip netralitas.

Faktanya, kedua negara memang memiliki hukum yang sangat ketat. Di Iran, hubungan sesama jenis bisa berujung pada hukuman mati. Sementara itu, Mesir sering menggunakan hukum moralitas untuk menindak kelompok LGBTQ+.

Baca Juga :  Sepak Bola Mesir: Antara Opium Rakyat dan Alat Politik

Ujian Netralitas FIFA

EFA mendasarkan protesnya pada statuta FIFA, khususnya Pasal 4. Pasal tersebut menekankan netralitas dalam masalah politik dan sosial selama kompetisi berlangsung.

Namun, situasi ini menempatkan FIFA dalam posisi sulit. Badan sepak bola dunia itu berkomitmen pada inklusivitas, tetapi juga harus menghormati keragaman budaya anggotanya.

Insiden ini mengingatkan publik pada Piala Dunia 2022 di Qatar. Kala itu, FIFA mengancam akan memberikan kartu kuning bagi pemain yang mengenakan ban kapten “OneLove”. Akibatnya, tim-tim Eropa seperti Inggris dan Wales membatalkan rencana kampanye hak LGBTQ+ mereka.

Kini, bola panas kembali berada di tangan FIFA. Apakah mereka akan menuruti permintaan Mesir dan Iran, atau tetap mendukung inisiatif inklusivitas tuan rumah Seattle?

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tomokazu dan Miwa Harimoto Bintang Tenis Meja
Los Angeles Dodgers Amankan Tiket Postseason MLB
Serangan Terhadap Pipa Minyak Arab Saudi dan Kapal Teluk
Kanada Jajaki Status Anggota Asosiasi Uni Eropa
Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik
Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%
Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda
Persija vs Persib di GBK Dijaga 17.800 Personel, Polisi Perketat Penyekatan

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 06:28 WIB

Tomokazu dan Miwa Harimoto Bintang Tenis Meja

Selasa, 15 September 2026 - 15:24 WIB

Los Angeles Dodgers Amankan Tiket Postseason MLB

Selasa, 15 September 2026 - 07:24 WIB

Serangan Terhadap Pipa Minyak Arab Saudi dan Kapal Teluk

Selasa, 15 September 2026 - 06:19 WIB

Kanada Jajaki Status Anggota Asosiasi Uni Eropa

Minggu, 13 September 2026 - 20:57 WIB

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik

Berita Terbaru

Blizzard mengumumkan gim baru StarCraft bergenre open world shooter garapan Dan Hay pada BlizzCon 2026 dengan target rilis tahun 2030. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Blizzard Resmi Umumkan Game Baru StarCraft Open World

Rabu, 16 Sep 2026 - 09:30 WIB