Belasan Ribu Nelayan SNI Gelar Aksi Damai di Istana 18 Desember 2025, Tuntut Kebijakan Pro-Nelayan

Jumat, 12 Desember 2025 - 16:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua SNI Hadi Sutrisno memimpin konsolidasi nasional nelayan Indonesia di Muara Baru jelang aksi 18 Desember 2025. (Posnews/MR)

Ketua SNI Hadi Sutrisno memimpin konsolidasi nasional nelayan Indonesia di Muara Baru jelang aksi 18 Desember 2025. (Posnews/MR)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Belasan ribu nelayan yang tergabung dalam Solidaritas Nelayan Indonesia (SNI) mematangkan rencana aksi besar menyampaian aspirasi secara damai di kawasan Istana dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada 18 Desember 2025.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aksi ini dideklarasikan dalam konsolidasi di Markas SNI Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (12/12/2025).

Aksi nasional tersebut merupakan bentuk keprihatinan sekaligus desakan agar pemerintah lebih serius menjamin masa depan nelayan dan usaha perikanan.

Nelayan dari berbagai daerah—Jakarta, Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi hingga kawasan timur Indonesia—dipastikan turun ke Jakarta sebagai simbol solidaritas nasional.

Di daerah, nelayan sudah memasang spanduk dan banner sebagai tanda kegelisahan terhadap sejumlah kebijakan KKP yang dinilai tak berpihak pada masyarakat pesisir.

Ketua Umum SNI Hadi Sutrisno menegaskan, aksi ini bukan perlawanan, tetapi agar mengajak pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto supaya memberikan perhatian penuh pada masa depan perikanan Indonesia.

Baca Juga :  MUI Berubah Sikap Usai Bertemu Prabowo, Dukung Indonesia Masuk Dewan Perdamaian Gaza

“Aspirasi kami bukan untuk menentang pemerintah, melainkan kami hanya ingin kepastian usaha. Nelayan ingin bekerja tenang dan mendapat dukungan nyata dari Presiden,” ujar Hadi.

Tuntutan Utama Nelayan

  1. Mereka menuntut pemerintah meninjau ulang rencana naturalisasi kapal asing yang dikhawatirkan mengancam nelayan lokal.
  2. Mereka mengevaluasi kebijakan Penangkapan Ikan Terukur (PIT) karena berpotensi menggeser nelayan dari wilayah tangkap tradisional.
  3. Meringankan beban biaya seperti PNBP, retribusi daerah, dan PBB laut yang memberatkan operasional.
  4. Membentuk Tim Investigasi Perikanan nasional demi transparansi dan keberpihakan pada nelayan.

Hadi menambahkan, aksi ini tetap digelar secara damai, tertib dan bertanggung jawab. Namun ia mengakui, aksi ribuan nelayan berpotensi memengaruhi distribusi ikan di sejumlah daerah.

Namun hal itu merupakan konsekuensi dari upaya memperjuangkan kebijakan yang lebih berkeadilan bagi seluruh nelayan Indonesia.

Baca Juga :  Buruh Marah, KSPI-Partai Buruh Gelar Aksi Nasional Hari Ini Tolak Kenaikan Upah Rp 90 Ribu

“Kami ingin menunjukkan bahwa Nelayan adalah bagian penting pembangunan bangsa. Kami yakin pemerintah mau mendengar dan menindak lanjuti aspirasi ini, demi kemajuan perikananIndonesia,” tegasnya.

Solidaritas Nelayan Indonesia berharap dialog konstruktif antara pemerintah dan nelayan segera terwujud, sehingga berbagai persoalan dapat terselesaikan secara bermartabat.

Sekjen SNI James Then menambahkan bahwa aksi besar ini bertujuan menekan KKP agar menjalankan kebijakan yang benar-benar pro-nelayan.

“Nelayan ingin dilibatkan dalam setiap penyusunan kebijakan. Kita harus gotong royong membangun ekonomi perikanan yang sehat,” kata James.

Ia juga berharap nelayan SNI bisa berdialog langsung dengan Presiden Prabowo.

“Harapan kami sederhana: nelayan diizinkan bertatap muka dan berdiskusi langsung dengan Presiden demi masa depan perikanan Indonesia,” tutupnya. (MR)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Betrand Peto Bakal Diperiksa Lagi, Polisi Dalami Visum dan CCTV
Penyerangan Sadis di Kampung Ambon Cengkareng, Polisi Sita Senjata Rakitan
Kronologi Ledakan Tabung Gas Elpiji di Duren Sawit: Warga Panik Evakuasi Korban
Mahasiswa Bayaran di Deklarasi Sumpah Pemuda? Ini Faktanya
Bareskrim Sita 103 Aset PT DSI Rp10,23 M di Sukoharjo, 5.102 Korban Menanti Restitusi
Hati-hati! BMKG Prediksi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Diguyur Hujan Hari Ini
Warga Jakarta yang Cari Kerja Bisa Naik Transportasi Umum Gratis, Ini Syaratnya
BMKG Prediksi Sebagian Besar Wilayah Jabodetabek Diguyur Hujan Hari Ini

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Betrand Peto Bakal Diperiksa Lagi, Polisi Dalami Visum dan CCTV

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 20:32 WIB

Penyerangan Sadis di Kampung Ambon Cengkareng, Polisi Sita Senjata Rakitan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:31 WIB

Kronologi Ledakan Tabung Gas Elpiji di Duren Sawit: Warga Panik Evakuasi Korban

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Mahasiswa Bayaran di Deklarasi Sumpah Pemuda? Ini Faktanya

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Bareskrim Sita 103 Aset PT DSI Rp10,23 M di Sukoharjo, 5.102 Korban Menanti Restitusi

Berita Terbaru

ASUS meluncurkan kartu grafis TUF Gaming Radeon RX 9070 XT edisi spesial Onimusha. Simak spesifikasi RDNA 4, desain Oni Gauntlet. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

ASUS Rilis Kartu Grafis TUF Gaming Radeon RX 9070 XT

Sabtu, 31 Okt 2026 - 15:50 WIB