Pengakuan Langka Kim Jong-un: Sambut Pasukan dari Rusia, 9 Tentara Tewas di Ladang Ranjau Kursk

Sabtu, 13 Desember 2025 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto, Kembali unjuk kekuatan. Korea Utara menembakkan sejumlah rudal ke perairan lepas pantai barat pada Selasa, menandai aktivitas militer pertama sejak bulan April dan menegaskan ambisi nuklir Pyongyang di tahun 2026. Dok: Istimewa.

Foto, Kembali unjuk kekuatan. Korea Utara menembakkan sejumlah rudal ke perairan lepas pantai barat pada Selasa, menandai aktivitas militer pertama sejak bulan April dan menegaskan ambisi nuklir Pyongyang di tahun 2026. Dok: Istimewa.

PYONGYANG, POSNEWS.CO.ID – Suasana haru menyelimuti ibu kota Korea Utara, Pyongyang, pada Jumat lalu. Pemimpin Tertinggi Kim Jong-un memimpin langsung upacara penyambutan bagi resimen teknik militer yang baru saja kembali dari penugasan luar negeri.

Dalam pidatonya yang disiarkan media pemerintah pada Sabtu (13/12/2025), Kim membuat pengakuan langka. Secara terbuka, ia mengonfirmasi bahwa pasukannya telah dikirim ke wilayah Kursk, Rusia, awal tahun ini.

Misi mereka sangat berbahaya, yakni membersihkan ladang ranjau di garis depan perang. Sayangnya, misi tersebut memakan korban jiwa. Kim mengungkapkan bahwa sembilan anggotanya tewas selama penugasan 120 hari yang dimulai sejak Agustus.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Keajaiban” di Zona Bahaya

Kim memuji keberanian pasukannya setinggi langit. Menurutnya, para perwira dan tentara telah menunjukkan “kepahlawanan massal” dalam mengatasi beban mental dan fisik yang tak terbayangkan.

Baca Juga :  Wakapolda Metro Jaya Cek Pos Bandara Soetta, Layanan Gratis Pindah Terminal Mudik 2026

“Kalian berhasil membuat keajaiban dengan mengubah area zona bahaya yang luas menjadi aman hanya dalam waktu kurang dari tiga bulan,” sanjung Kim.

Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) merilis foto-foto yang menyentuh hati. Terlihat, Kim yang tersenyum memeluk erat para prajurit yang kembali. Beberapa dari mereka tampak terluka dan duduk di kursi roda dengan seragam militer lengkap.

Bahkan, Kim terlihat emosional saat memegang tangan salah satu tentara difabel tersebut. Ia juga berlutut di depan potret tentara yang gugur untuk memberikan penghormatan terakhir.

Barter Darah dengan Teknologi

Pengiriman pasukan ini menegaskan aliansi erat antara Pyongyang dan Moskow. Badan intelijen Barat dan Korea Selatan sebelumnya telah melaporkan bahwa Korea Utara mengirim ribuan tentara untuk mendukung invasi Rusia ke Ukraina.

Analis menilai langkah ini sebagai transaksi strategis. Sebagai imbalan, Rusia memberikan bantuan finansial, teknologi militer, serta pasokan pangan dan energi.

Baca Juga :  Rekap State of the Union: Trump Klaim Kemenangan Ekonomi

Dengan begitu, negara terisolasi tersebut bisa mengakali sanksi internasional yang ketat terhadap program nuklir dan rudalnya.

Penghormatan Abadi

Dalam pidatonya, Kim juga menyinggung rasa sakitnya saat menunggu kepulangan mereka. “Saya tidak pernah melupakan putra-putra tercinta bahkan untuk sesaat pun,” ujarnya dramatis.

Ia menganugerahkan kehormatan negara kepada mereka yang tewas untuk “menambah kilau abadi” pada keberanian mereka. Sebelumnya, media pemerintah juga sempat memperlihatkan Kim yang menangis di depan peti mati berselimut bendera pada Juli lalu.

Kini, poros Pyongyang-Moskow-Beijing tampak semakin solid. Pada September lalu, Kim tampil bersama Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping dalam parade militer di Beijing. Sebaliknya, ia memilih mengabaikan tawaran pertemuan dari Presiden AS Donald Trump pada Oktober lalu.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serangan Drone Ukraina Hantam Wilayah Rusia: 8 Orang Tewas
Mal Aeon Kumamoto: Perusahaan Suruh Karyawan Amankan Uang
Australia Waspadai Lonjakan Flu Burung H5N1
Penembakan Massal di In-N-Out Idaho: Pelaku Tewas
Interpol Terbitkan Red Notice untuk Syekh Ahmad Al Misry, Polisi Sebut Masih di Mesir
Dua Helikopter Pemadam Tabrakan di Yunani
Israel Gempur Gaza 2 Hari Berturut-turut, 18 Warga Tewas
Bom Bunuh Diri Guncang Unjuk Rasa Anti-Militan di Pakistan

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 15:08 WIB

Serangan Drone Ukraina Hantam Wilayah Rusia: 8 Orang Tewas

Selasa, 4 Agustus 2026 - 14:40 WIB

Mal Aeon Kumamoto: Perusahaan Suruh Karyawan Amankan Uang

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Australia Waspadai Lonjakan Flu Burung H5N1

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:07 WIB

Interpol Terbitkan Red Notice untuk Syekh Ahmad Al Misry, Polisi Sebut Masih di Mesir

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:18 WIB

Dua Helikopter Pemadam Tabrakan di Yunani

Berita Terbaru

Serangan drone massal Ukraina menghantam sejumlah wilayah Rusia, merusak fasilitas gudang Wildberries, dan menewaskan sedikitnya delapan orang. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Serangan Drone Ukraina Hantam Wilayah Rusia: 8 Orang Tewas

Selasa, 4 Agu 2026 - 15:08 WIB

Perusahaan Habita Inc. meminta maaf usai menyuruh dua karyawannya kembali ke dalam Mal Aeon Kashima pasca gempa Kumamoto hingga tewas akibat ledakan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mal Aeon Kumamoto: Perusahaan Suruh Karyawan Amankan Uang

Selasa, 4 Agu 2026 - 14:40 WIB

Pemerintah Australia memperingatkan potensi lonjakan penyebaran wabah flu burung H5N1 setelah menemukan kasus kematian massal pertama. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Australia Waspadai Lonjakan Flu Burung H5N1

Selasa, 4 Agu 2026 - 13:24 WIB