Pengakuan Langka Kim Jong-un: Sambut Pasukan dari Rusia, 9 Tentara Tewas di Ladang Ranjau Kursk

Sabtu, 13 Desember 2025 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto, Pelanggaran HAM sistemik. Sebuah laporan terbaru mengungkap skala eksekusi sewenang-wenang di Korea Utara, di mana warga menghadapi hukuman mati hanya karena mengonsumsi konten budaya Korea Selatan atau materi keagamaan. Dok: Istimewa.

Foto, Pelanggaran HAM sistemik. Sebuah laporan terbaru mengungkap skala eksekusi sewenang-wenang di Korea Utara, di mana warga menghadapi hukuman mati hanya karena mengonsumsi konten budaya Korea Selatan atau materi keagamaan. Dok: Istimewa.

PYONGYANG, POSNEWS.CO.ID – Suasana haru menyelimuti ibu kota Korea Utara, Pyongyang, pada Jumat lalu. Pemimpin Tertinggi Kim Jong-un memimpin langsung upacara penyambutan bagi resimen teknik militer yang baru saja kembali dari penugasan luar negeri.

Dalam pidatonya yang disiarkan media pemerintah pada Sabtu (13/12/2025), Kim membuat pengakuan langka. Secara terbuka, ia mengonfirmasi bahwa pasukannya telah dikirim ke wilayah Kursk, Rusia, awal tahun ini.

Misi mereka sangat berbahaya, yakni membersihkan ladang ranjau di garis depan perang. Sayangnya, misi tersebut memakan korban jiwa. Kim mengungkapkan bahwa sembilan anggotanya tewas selama penugasan 120 hari yang dimulai sejak Agustus.

“Keajaiban” di Zona Bahaya

Kim memuji keberanian pasukannya setinggi langit. Menurutnya, para perwira dan tentara telah menunjukkan “kepahlawanan massal” dalam mengatasi beban mental dan fisik yang tak terbayangkan.

“Kalian berhasil membuat keajaiban dengan mengubah area zona bahaya yang luas menjadi aman hanya dalam waktu kurang dari tiga bulan,” sanjung Kim.

Baca Juga :  Valentine 2026: Mengapa Experience Gift Kini Lebih Populer?

Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) merilis foto-foto yang menyentuh hati. Terlihat, Kim yang tersenyum memeluk erat para prajurit yang kembali. Beberapa dari mereka tampak terluka dan duduk di kursi roda dengan seragam militer lengkap.

Bahkan, Kim terlihat emosional saat memegang tangan salah satu tentara difabel tersebut. Ia juga berlutut di depan potret tentara yang gugur untuk memberikan penghormatan terakhir.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Barter Darah dengan Teknologi

Pengiriman pasukan ini menegaskan aliansi erat antara Pyongyang dan Moskow. Badan intelijen Barat dan Korea Selatan sebelumnya telah melaporkan bahwa Korea Utara mengirim ribuan tentara untuk mendukung invasi Rusia ke Ukraina.

Analis menilai langkah ini sebagai transaksi strategis. Sebagai imbalan, Rusia memberikan bantuan finansial, teknologi militer, serta pasokan pangan dan energi.

Baca Juga :  BNPB Operasi Modifikasi Cuaca di Jabodetabek Selama 5 Hari, Cegah Banjir dan Cuaca Ekstrem

Dengan begitu, negara terisolasi tersebut bisa mengakali sanksi internasional yang ketat terhadap program nuklir dan rudalnya.

Penghormatan Abadi

Dalam pidatonya, Kim juga menyinggung rasa sakitnya saat menunggu kepulangan mereka. “Saya tidak pernah melupakan putra-putra tercinta bahkan untuk sesaat pun,” ujarnya dramatis.

Ia menganugerahkan kehormatan negara kepada mereka yang tewas untuk “menambah kilau abadi” pada keberanian mereka. Sebelumnya, media pemerintah juga sempat memperlihatkan Kim yang menangis di depan peti mati berselimut bendera pada Juli lalu.

Kini, poros Pyongyang-Moskow-Beijing tampak semakin solid. Pada September lalu, Kim tampil bersama Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping dalam parade militer di Beijing. Sebaliknya, ia memilih mengabaikan tawaran pertemuan dari Presiden AS Donald Trump pada Oktober lalu.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

6 Pelajar Jadi Tersangka Kericuhan May Day Bandung, Polisi Sita Bom Molotov
Hujan Deras Bikin 12 RT di Petogogan Jakarta Selatan Terendam Banjir
Pria di Karawang Tewas di Atas Motor, Polisi Selidiki Dugaan Benang Layangan
LPG Subsidi Disuntik ke Tabung Non Subsidi, Negara Nyaris Rugi Rp6,7 Miliar
Protes Hari Buruh Filipina 2026: Ribuan Massa Kecam Krisis Energi
Penembakan Tokoh Suku Picu Kontak Senjata Berdarah, 3 Tewas
Mojtaba Khamenei Dinyatakan Sehat Walafiat
Serangan Drone Israel Tewaskan Warga di Tengah Rencana Negosiasi Trump

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:43 WIB

6 Pelajar Jadi Tersangka Kericuhan May Day Bandung, Polisi Sita Bom Molotov

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:31 WIB

Hujan Deras Bikin 12 RT di Petogogan Jakarta Selatan Terendam Banjir

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:33 WIB

Pria di Karawang Tewas di Atas Motor, Polisi Selidiki Dugaan Benang Layangan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:18 WIB

LPG Subsidi Disuntik ke Tabung Non Subsidi, Negara Nyaris Rugi Rp6,7 Miliar

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:13 WIB

Protes Hari Buruh Filipina 2026: Ribuan Massa Kecam Krisis Energi

Berita Terbaru