CARDIFF, POSNEWS.CO.ID – Enzo Maresca nyaris mengalami 48 jam paling canggung dalam kariernya. Chelsea harus berjuang ekstra keras untuk menaklukkan tim League One, Cardiff City, di Cardiff City Stadium yang penuh sesak, Rabu malam.
The Blues akhirnya mengamankan tiket semifinal Carabao Cup dengan kemenangan 3-1. Namun, skor akhir tidak mencerminkan jalannya laga yang menegangkan. Pasalnya, Cardiff sempat menyamakan kedudukan dan memaksa raksasa London itu berkeringat dingin hingga menit akhir.
Awalnya, semuanya tampak berjalan mulus saat Alejandro Garnacho membuka keunggulan. Ia merayakannya dengan duduk santai di papan iklan bersama Facundo Buonanotte. Akan tetapi, kenyamanan itu sirna ketika David Turnbull mencetak gol penyama kedudukan lewat sundulan indah pada menit ke-75.
Penyelamat dari Bangku Cadangan
Maresca tentu akan menghadapi pertanyaan sulit dari petinggi klub jika Chelsea tersingkir oleh tim divisi tiga. Beruntung, ia memiliki Pedro Neto di bangku cadangan.
Pemain pengganti itu menjadi pahlawan dengan mencetak gol krusial di menit-menit akhir. Tembakan mendatarnya berhasil merobek jala Cardiff dan menyelamatkan wajah tim Liga Premier tersebut dari rasa malu.
Tak lama kemudian, Garnacho menyegel kemenangan dengan gol keduanya di masa injury time. Seketika, ketegangan di wajah Maresca berubah menjadi kelegaan.
Reuni Guardiola di Pinggir Lapangan
Laga ini juga menjadi ajang reuni kecil bagi para murid Pep Guardiola. Manajer Cardiff, Brian Barry-Murphy, pernah bekerja di Manchester City bersama Maresca. Bahkan, mereka sempat berpelukan hangat sebelum kick-off.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Maresca melakukan perombakan besar-besaran pada skuadnya. Ia menurunkan tim muda dengan empat remaja dan menunjuk Moises Caicedo sebagai kapten. Sementara itu, Cardiff tampil dengan semangat juang tinggi di hadapan pendukungnya sendiri yang memadati stadion untuk pertama kalinya sejak 2019.
Blunder Fatal Lawlor
Babak pertama berjalan cukup imbang. Chelsea terlihat tidak terorganisir dan kurang mendesak. Akibatnya, Maresca yang tidak puas langsung memasukkan Garnacho dan Joao Pedro untuk menggantikan Tyrique George dan Marc Guiu.
Perubahan itu membuahkan hasil. Namun, gol pembuka Garnacho tidak lepas dari “hadiah Natal” lebih awal dari bek muda Cardiff, Dylan Lawlor.
Pemain berusia 19 tahun itu secara tidak sengaja mengoper bola langsung ke kaki Buonanotte. Lantas, Buonanotte dengan cepat menyodorkan bola ke Garnacho yang berdiri bebas.
Meskipun Cardiff sempat bangkit lewat gol Turnbull, kualitas individu pemain Chelsea akhirnya menjadi pembeda. Pedro Neto dan Garnacho memastikan The Blues tetap melaju di kompetisi ini, memupus mimpi tim tuan rumah untuk membuat kejutan besar.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















