Ambisi Piala Dunia 2034 Terganjal: Arab Saudi Tunda Bangun Stadion dan Pangkas Biaya

Kamis, 18 Desember 2025 - 18:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Pesta bola terancam hemat anggaran? PIF minta desain stadion Piala Dunia 2034 direvisi karena terlalu mahal.  Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Pesta bola terancam hemat anggaran? PIF minta desain stadion Piala Dunia 2034 direvisi karena terlalu mahal. Dok: Istimewa.

RIYADH, POSNEWS.CO.ID – Ambisi besar Arab Saudi untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034 sedang menghadapi ujian realitas ekonomi. Laporan terbaru menyebutkan bahwa proyek pembangunan stadion-stadion megah di kerajaan tersebut mengalami penundaan signifikan.

Penyebab utamanya adalah instruksi dari Dana Investasi Publik (PIF). Lembaga pengelola kekayaan negara (sovereign wealth fund) itu meminta pengurangan biaya proyek secara drastis.

Sumber industri mengungkapkan bahwa beberapa firma arsitektur ternama telah menerima permintaan revisi. Pasalnya, desain awal mereka dinilai terlalu mewah dan mahal. Akibatnya, kontraktor yang seharusnya mulai bekerja tahun depan mendapat pemberitahuan bahwa pembangunan tidak akan dimulai tepat waktu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Spekulasi Pengurangan Jumlah Stadion

Kondisi ini memicu spekulasi liar di kalangan industri konstruksi. Beredar kabar, Arab Saudi mungkin akan mengurangi jumlah stadion yang akan mereka gunakan.

Baca Juga :  Gengsi di Balik Segelas Kopi

Dalam dokumen penawaran (bidding) yang FIFA setujui Desember lalu, Saudi menjanjikan 15 stadion. Namun, realisasi angka tersebut kini diragukan. Sebagai perbandingan, Piala Dunia 2022 di Qatar hanya menggunakan delapan stadion.

Rencana awal Saudi mencakup pembangunan stadion di empat kota utama: Riyadh, Jeddah, Al Khobar, dan Abha. Selain itu, satu stadion futuristik direncanakan berdiri di Neom, mega-proyek kota vertikal “The Line”.

Harga Minyak Anjlok, Anggaran Dipangkas

Akar permasalahan bermuara pada kondisi keuangan PIF. Meskipun sangat kaya, dana PIF masih sangat bergantung pada pendapatan minyak.

Sayangnya, harga minyak dunia sedang lesu akibat penurunan permintaan global dan kelebihan pasokan OPEC. Perusahaan minyak negara, Aramco, bahkan baru saja menurunkan harga jualnya bulan ini.

Imbasnya, PIF mengumumkan rencana pemotongan belanja setidaknya 20 persen pada tahun 2025. Mega-proyek hiburan dan pariwisata seperti Qiddiya City dan Diriyah sudah mulai merasakan dampaknya lebih dulu.

Baca Juga :  Tragedi Sungai Kendal: 6 Mahasiswa UIN Walisongo Hanyut, 3 Tewas

“Business as Usual” atau Lampu Kuning?

Meskipun demikian, pihak PIF berusaha menenangkan situasi. Mereka menganggap penyesuaian ini sebagai hal yang wajar dalam bisnis (business as usual).

Mereka berargumen bahwa waktu masih panjang. Piala Dunia baru akan digelar sembilan tahun lagi, yakni pada November dan Desember 2034. Oleh karena itu, keputusan kunci masih bisa berubah seiring waktu.

Sumber internal Saudi mengonfirmasi bahwa belanja olahraga tetap menjadi prioritas. Akan tetapi, beberapa proyek stadion kemungkinan besar akan terkena dampak efisiensi.

Firma arsitektur kelas dunia seperti Foster + Partners (Inggris) dan Populous (AS) yang terlibat dalam desain kini harus memutar otak. Jika mereka gagal menyajikan penghematan biaya yang signifikan, kontrak mereka terancam melayang ke tangan pesaing yang lebih murah.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Biaya Perang AS Lawan Iran Tembus 38 Miliar Dolar AS
Donald Trump Kecam Mahkamah Agung AS
Serangan Udara Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 13 Orang
Ribuan Korban Hilang Banjir Bandang Perbatasan Nepal-Tiongkok
Penarikan Total Pasukan AS dari Irak Berpacu
Petinggi Chubu Electric Mundur Usai Skandal Pemalsuan Data
Tomokazu dan Miwa Harimoto Bintang Tenis Meja
Los Angeles Dodgers Amankan Tiket Postseason MLB

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 17:39 WIB

Biaya Perang AS Lawan Iran Tembus 38 Miliar Dolar AS

Rabu, 16 September 2026 - 16:35 WIB

Donald Trump Kecam Mahkamah Agung AS

Rabu, 16 September 2026 - 16:29 WIB

Serangan Udara Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 13 Orang

Rabu, 16 September 2026 - 15:44 WIB

Ribuan Korban Hilang Banjir Bandang Perbatasan Nepal-Tiongkok

Rabu, 16 September 2026 - 14:38 WIB

Penarikan Total Pasukan AS dari Irak Berpacu

Berita Terbaru

Laporan CBO menunjukkan biaya perang AS melawan Iran tembus $38 miliar Dolar AS dan mendongkrak inflasi hingga 2027. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Biaya Perang AS Lawan Iran Tembus 38 Miliar Dolar AS

Rabu, 16 Sep 2026 - 17:39 WIB

Donald Trump mengecam keputusan Mahkamah Agung AS yang memblokir aturan pembatasan surat suara via pos jelang pemilu paruh waktu. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Kecam Mahkamah Agung AS

Rabu, 16 Sep 2026 - 16:35 WIB

 Serangan udara Israel di Kfar Rumman, Lebanon Selatan menewaskan 13 orang termasuk 6 anak-anak. Simak rincian eskalasi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Serangan Udara Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 13 Orang

Rabu, 16 Sep 2026 - 16:29 WIB

Korban hilang banjir bandang Himalaya capai 3.044 orang dengan 750 tewas, sementara bantuan internasional terus mengalir ke Nepal. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Ribuan Korban Hilang Banjir Bandang Perbatasan Nepal-Tiongkok

Rabu, 16 Sep 2026 - 15:44 WIB