Ammar Zoni Ngaku Disetrum dan Dipukul, Minta CCTV Interogasi Dibuka di Sidang PN Jakpus

Jumat, 19 Desember 2025 - 06:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ammar Zoni saat diserahkan ke Kejari Jakarta Pusat terkait kasus narkoba di Rutan Salemba. (Posnews/Ist)

Ammar Zoni saat diserahkan ke Kejari Jakarta Pusat terkait kasus narkoba di Rutan Salemba. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Terdakwa kasus dugaan peredaran narkotika di dalam rutan, Ammar Zoni, menggegerkan ruang sidang. Ia mengaku disetrum dan dipukul agar mengakui peredaran sabu 100 gram di Rutan Salemba.

Pengakuan itu Ammar sampaikan saat sidang pemeriksaan saksi di PN Jakarta Pusat, Kamis (18/12/2025).

Mengawali sidang, Ammar Zoni langsung menyoroti proses interogasi. Ia mempertanyakan dugaan intimidasi dan kekerasan yang disebut terjadi pada 3 Januari 2025 saat diperiksa polisi.

“Yakin tidak ada intimidasi? Yakin tidak ada kekerasan?” tanya Ammar di hadapan majelis hakim.

Menjawab tudingan tersebut, saksi dari kepolisian Arif Rahman tegas membantah. Ia memastikan proses pemeriksaan berjalan tanpa kekerasan.

“Yakin enggak ada kekerasan,” kata Arif singkat.

Namun, Ammar tidak tinggal diam. Ia mengingatkan saksi telah disumpah dan kembali menanyakan soal dugaan penyetruman saat interogasi berlangsung.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bapak disumpah. Apa benar tidak ada penyetruman?” desak Ammar. “Saya pastikan tidak ada penyetruman,” jawab Arif.

Baca Juga :  Israel-Lebanon Mulai Negosiasi Langsung Perdana Sejak 1993

Selanjutnya, Ammar Zoni meminta majelis hakim menghadirkan rekaman CCTV interogasi. Ia menegaskan pengakuannya saat itu keluar karena tekanan.

“Tolong hadirkan CCTV. Kami dipukuli, disetrum, dan dipaksa mengaku,” ujar Ammar. “Pengakuan saya muncul karena tekanan,” tambahnya.

Disebut Terima Upah Rp10 Juta

Sebelumnya, saksi polisi lainnya, Randi Iswahyudi, mengungkap keterangan berbeda. Ia menyebut Ammar Zoni menerima upah Rp10 juta dari peredaran sabu 100 gram di Rutan Salemba.

Randi menjelaskan, berdasarkan interogasi 3 Januari 2025, Ammar mengaku mendapatkan sabu dari Andre yang kini buron.

“Dari Andre, 100 gram. Sudah diedarkan di dalam rutan,” ujar Randi.

Hakim kemudian memastikan, peredaran tersebut memang terjadi di dalam rutan. “Diedarkan di dalam rutan?” tanya hakim. “Siap,” jawab Randi.

Lebih lanjut, hakim menegaskan soal imbalan. Randi menyatakan Ammar menerima Rp10 juta. “Rp10 juta untuk Ammar saja?” tanya hakim. “Siap,” jawab Randi.

Baca Juga :  Ultimatum Arab Saudi, Kementerian Agama Dinilai Memalukan karena Telat Lunasi Biaya Armuzna

Sidang Hadirkan Lima Saksi

Dalam persidangan ini, Ammar Zoni hadir langsung di PN Jakarta Pusat bersama empat terdakwa lain, yakni Asep bin Sarikin, Ardian Prasetyo bin Arie Ardih, Andi Muallim, dan Muhammad Rivaldi.

Sidang menghadirkan lima saksi, terdiri dari tiga polisi dan dua pegawai rutan.

Sebelumnya, Majelis Hakim menjadwalkan sidang tatap muka setelah Dirjen PAS Mashudi mengizinkan pemindahan Ammar dari Lapas Nusakambangan ke Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta.

“Sidang digelar Kamis, 18 Desember 2025 pukul 10.00 WIB di PN Jakarta Pusat,” ujar Ketua Majelis Hakim Dwi Elyarahma Sulistyowati.

Meski begitu, majelis menegaskan sidang offline hanya untuk Ammar Zoni dan empat terdakwa lain.

Sementara itu, terdakwa Ade Candra Maulana mengikuti sidang secara daring karena menderita TBC dan dinilai berisiko menularkan penyakit jika hadir langsung. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menantu Otak Pembunuhan Mertua di Pekanbaru, Korban Dipukul Balok hingga Tewas
Tiga Geng Motor Ditangkap Usai Tawuran Bersenjata Tajam di Bogor
PM Sanae Takaichi Perkuat Aliansi Energi dan Keamanan di Vietnam
Imam Masjid di Palopo Bonyok Dikeroyok OTK Usai Tegur Bocah Main Mikrofon
Pembunuhan Bocah Aborigin Picu Kerusuhan Massa dan Aksi Main Hakim Sendiri
Warung Sembako di Kalideres Ternyata Jual Obat Keras Ilegal, 2 Pengedar Ditangkap
Raul Castro Pimpin Longmarch Hari Buruh di Tengah Blokade Minyak AS
Kasus Kecelakaan Kereta di Bekasi Naik Penyidikan, Polisi Periksa Green SM Besok

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:07 WIB

Menantu Otak Pembunuhan Mertua di Pekanbaru, Korban Dipukul Balok hingga Tewas

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:52 WIB

Tiga Geng Motor Ditangkap Usai Tawuran Bersenjata Tajam di Bogor

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:24 WIB

PM Sanae Takaichi Perkuat Aliansi Energi dan Keamanan di Vietnam

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:35 WIB

Imam Masjid di Palopo Bonyok Dikeroyok OTK Usai Tegur Bocah Main Mikrofon

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:21 WIB

Pembunuhan Bocah Aborigin Picu Kerusuhan Massa dan Aksi Main Hakim Sendiri

Berita Terbaru

Menjaga stabilitas kawasan. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengumumkan evolusi strategi Indo-Pasifik di Hanoi. Ia menjanjikan dukungan finansial besar untuk ketahanan energi dan keamanan maritim guna menghadapi agresivitas China. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Sanae Takaichi Perkuat Aliansi Energi dan Keamanan di Vietnam

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:24 WIB