EU Sepakati Pinjaman €90 Miliar untuk Ukraina Tanpa Sita Aset Beku Rusia

Jumat, 19 Desember 2025 - 17:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Transformasi di garis depan. Presiden Volodymyr Zelenskyy mengumumkan reformasi sistemik militer Ukraina mulai Juni 2026 guna mengatasi kekurangan personel dan meningkatkan kesejahteraan pasukan infanteri. Dok: Istimewa.

Transformasi di garis depan. Presiden Volodymyr Zelenskyy mengumumkan reformasi sistemik militer Ukraina mulai Juni 2026 guna mengatasi kekurangan personel dan meningkatkan kesejahteraan pasukan infanteri. Dok: Istimewa.

BRUSSELS, POSNEWS.CO.ID – Drama negosiasi alot di markas Uni Eropa (EU) akhirnya berakhir pada Jumat dini hari (19/12/2025). Para pemimpin Eropa menyepakati paket pinjaman masif senilai €90 miliar (sekitar Rp1.500 triliun) untuk menopang Ukraina selama dua tahun ke depan.

Kesepakatan ini menjadi “kemenangan akal sehat” sekaligus kompromi politik yang rumit. Pasalnya, opsi awal untuk menjaminkan pinjaman tersebut langsung pada aset beku Rusia senilai €210 miliar gagal terwujud.

Presiden Dewan Eropa, António Costa, mengumumkan hasil tersebut kepada wartawan. “Kami berkomitmen dan kami melaksanakannya,” tegasnya.

Nantinya, pinjaman ini akan didukung oleh anggaran Uni Eropa, bukan aset Rusia secara langsung. Kyiv baru akan membayar utang tersebut setelah Rusia membayar reparasi perang di masa depan.

Belgia Menolak, Moskow Sambut Baik

Kegagalan opsi aset beku terjadi karena penolakan keras Belgia. Negara ini menampung 88 persen dana Rusia yang dibekukan di lembaga Euroclear. Perdana Menteri Belgia, Bart De Wever, merasa lega usulannya diterima.

Baca Juga :  Menghadapi Antibiotic Resistance: Pandemi Senyap yang Mengancam Peradaban Medis

“Ada banyak ujung yang longgar. Jika Anda mulai menarik ujung tali yang longgar itu, semuanya akan runtuh,” ujar De Wever.

Ia khawatir Belgia akan menanggung risiko hukum dan finansial sendirian jika Moskow menuntut ganti rugi. Faktanya, Euroclear saat ini sedang digugat oleh bank sentral Rusia sebesar $230 miliar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Reaksi Moskow pun tidak mengejutkan. Negosiator ekonomi utama Kremlin, Kirill Dmitriev, menyambut baik kegagalan penggunaan aset Rusia secara “ilegitim”.

“Untuk saat ini, hukum dan akal sehat telah memenangkan kemenangan,” tulis Dmitriev di Telegram.

Merz: Pesan Tegas untuk Putin

Meskipun mekanismenya berubah, Kanselir Jerman Friedrich Merz tetap melihat sisi positifnya. Ia menyebut kesepakatan ini sebagai pesan tegas bagi Vladimir Putin.

“Putin hanya akan membuat konsesi begitu dia menyadari perangnya tidak akan membuahkan hasil,” kata Merz.

Merz berargumen bahwa tujuan akhirnya tetap sama. Aset Rusia tetap dibekukan tanpa batas waktu. Bahkan, aset itu nantinya akan digunakan untuk membayar utang pinjaman jika Rusia menolak membayar reparasi.

Baca Juga :  BMKG Prediksi Hujan Guyur Hampir Seluruh Jakarta Hari Ini, Senin 22 Desember 2025

Keuntungannya, dana pinjaman yang dihimpun dari pasar modal ini bisa cair lebih cepat. Merz memperkirakan uang tunai akan tersedia mulai pertengahan Januari, jauh sebelum Ukraina mengalami krisis kas pada April.

Kompromi dengan Hungaria

Jalan menuju kesepakatan ini mulus berkat kompromi cerdik dengan kelompok nasionalis Eropa Tengah. Hungaria, Slovakia, dan Republik Ceko setuju menggunakan anggaran EU, asalkan mereka tidak perlu berkontribusi pada jaminan pinjaman tersebut.

Perdana Menteri Hungaria Viktor Orbán bahkan merayakannya di media sosial dengan cuitan: “kembali berbisnis!” (back in business!).

Teks akhir perjanjian menjamin bahwa jaminan EU untuk pinjaman tersebut “tidak akan berdampak pada kewajiban keuangan” ketiga negara tersebut.

Kini, bola panas beralih ke sekutu non-EU. Inggris, Kanada, dan Jepang sebelumnya menunggu langkah EU soal aset beku. Dengan batalnya opsi sita langsung, kontribusi £20 miliar aset beku Rusia di Inggris kini menjadi tanda tanya besar.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PM Sanae Takaichi Perkuat Aliansi Energi dan Keamanan di Vietnam
Imam Masjid di Palopo Bonyok Dikeroyok OTK Usai Tegur Bocah Main Mikrofon
Pembunuhan Bocah Aborigin Picu Kerusuhan Massa dan Aksi Main Hakim Sendiri
Warung Sembako di Kalideres Ternyata Jual Obat Keras Ilegal, 2 Pengedar Ditangkap
Raul Castro Pimpin Longmarch Hari Buruh di Tengah Blokade Minyak AS
Kasus Kecelakaan Kereta di Bekasi Naik Penyidikan, Polisi Periksa Green SM Besok
Essa Suleiman Didakwa Percobaan Pembunuhan, Inggris Siaga Tinggi
Tabrak Lari di Kalimalang, Pedagang Buah Terluka Parah – Polisi Buru Sopir Pajero Hitam

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:24 WIB

PM Sanae Takaichi Perkuat Aliansi Energi dan Keamanan di Vietnam

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:35 WIB

Imam Masjid di Palopo Bonyok Dikeroyok OTK Usai Tegur Bocah Main Mikrofon

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:21 WIB

Pembunuhan Bocah Aborigin Picu Kerusuhan Massa dan Aksi Main Hakim Sendiri

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:20 WIB

Warung Sembako di Kalideres Ternyata Jual Obat Keras Ilegal, 2 Pengedar Ditangkap

Minggu, 3 Mei 2026 - 14:17 WIB

Raul Castro Pimpin Longmarch Hari Buruh di Tengah Blokade Minyak AS

Berita Terbaru

Menjaga stabilitas kawasan. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengumumkan evolusi strategi Indo-Pasifik di Hanoi. Ia menjanjikan dukungan finansial besar untuk ketahanan energi dan keamanan maritim guna menghadapi agresivitas China. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Sanae Takaichi Perkuat Aliansi Energi dan Keamanan di Vietnam

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:24 WIB