EU Sepakati Pinjaman €90 Miliar untuk Ukraina Tanpa Sita Aset Beku Rusia

Jumat, 19 Desember 2025 - 17:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Momentum integrasi Eropa Timur. Negara-negara anggota Uni Eropa sepakat membuka jalur negosiasi resmi keanggotaan bagi Ukraina dan Moldova di Luxembourg pekan depan. Dok: Istimewa.

Momentum integrasi Eropa Timur. Negara-negara anggota Uni Eropa sepakat membuka jalur negosiasi resmi keanggotaan bagi Ukraina dan Moldova di Luxembourg pekan depan. Dok: Istimewa.

BRUSSELS, POSNEWS.CO.ID – Drama negosiasi alot di markas Uni Eropa (EU) akhirnya berakhir pada Jumat dini hari (19/12/2025). Para pemimpin Eropa menyepakati paket pinjaman masif senilai €90 miliar (sekitar Rp1.500 triliun) untuk menopang Ukraina selama dua tahun ke depan.

Kesepakatan ini menjadi “kemenangan akal sehat” sekaligus kompromi politik yang rumit. Pasalnya, opsi awal untuk menjaminkan pinjaman tersebut langsung pada aset beku Rusia senilai €210 miliar gagal terwujud.

Presiden Dewan Eropa, António Costa, mengumumkan hasil tersebut kepada wartawan. “Kami berkomitmen dan kami melaksanakannya,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nantinya, pinjaman ini akan didukung oleh anggaran Uni Eropa, bukan aset Rusia secara langsung. Kyiv baru akan membayar utang tersebut setelah Rusia membayar reparasi perang di masa depan.

Belgia Menolak, Moskow Sambut Baik

Kegagalan opsi aset beku terjadi karena penolakan keras Belgia. Negara ini menampung 88 persen dana Rusia yang dibekukan di lembaga Euroclear. Perdana Menteri Belgia, Bart De Wever, merasa lega usulannya diterima.

Baca Juga :  Polda Metro Jaya Buka Posko Pengaduan Orang Hilang 24 Jam

“Ada banyak ujung yang longgar. Jika Anda mulai menarik ujung tali yang longgar itu, semuanya akan runtuh,” ujar De Wever.

Ia khawatir Belgia akan menanggung risiko hukum dan finansial sendirian jika Moskow menuntut ganti rugi. Faktanya, Euroclear saat ini sedang digugat oleh bank sentral Rusia sebesar $230 miliar.

Reaksi Moskow pun tidak mengejutkan. Negosiator ekonomi utama Kremlin, Kirill Dmitriev, menyambut baik kegagalan penggunaan aset Rusia secara “ilegitim”.

“Untuk saat ini, hukum dan akal sehat telah memenangkan kemenangan,” tulis Dmitriev di Telegram.

Merz: Pesan Tegas untuk Putin

Meskipun mekanismenya berubah, Kanselir Jerman Friedrich Merz tetap melihat sisi positifnya. Ia menyebut kesepakatan ini sebagai pesan tegas bagi Vladimir Putin.

“Putin hanya akan membuat konsesi begitu dia menyadari perangnya tidak akan membuahkan hasil,” kata Merz.

Merz berargumen bahwa tujuan akhirnya tetap sama. Aset Rusia tetap dibekukan tanpa batas waktu. Bahkan, aset itu nantinya akan digunakan untuk membayar utang pinjaman jika Rusia menolak membayar reparasi.

Baca Juga :  Kemendag Perbarui Aturan E-Commerce, Produk UMKM Dapat Prioritas di Marketplace

Keuntungannya, dana pinjaman yang dihimpun dari pasar modal ini bisa cair lebih cepat. Merz memperkirakan uang tunai akan tersedia mulai pertengahan Januari, jauh sebelum Ukraina mengalami krisis kas pada April.

Kompromi dengan Hungaria

Jalan menuju kesepakatan ini mulus berkat kompromi cerdik dengan kelompok nasionalis Eropa Tengah. Hungaria, Slovakia, dan Republik Ceko setuju menggunakan anggaran EU, asalkan mereka tidak perlu berkontribusi pada jaminan pinjaman tersebut.

Perdana Menteri Hungaria Viktor Orbán bahkan merayakannya di media sosial dengan cuitan: “kembali berbisnis!” (back in business!).

Teks akhir perjanjian menjamin bahwa jaminan EU untuk pinjaman tersebut “tidak akan berdampak pada kewajiban keuangan” ketiga negara tersebut.

Kini, bola panas beralih ke sekutu non-EU. Inggris, Kanada, dan Jepang sebelumnya menunggu langkah EU soal aset beku. Dengan batalnya opsi sita langsung, kontribusi £20 miliar aset beku Rusia di Inggris kini menjadi tanda tanya besar.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Giorgia Meloni Usul Pembatasan Siswa Asing dan Larangan Burqa
Ukraina Meluncurkan Seribu Drone ke Moskow di Tengah Pemilu
Pejabat Tinggi Houthi Peringatkan Sekutu Arab Saudi
Donald Trump Bentuk AI Force dan Tolak Pembatasan AI
Pengamat Oposisi Pingsan Saat Polisi Lakukan Penangkapan
Denmark Tegaskan Kedaulatan Usai Trump Klaim Kontrol
Houthi Serang Situs di Riyadh dan Fasilitas Aramco di Yanbu
Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik ke Arah Laut Jepang

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 09:18 WIB

Giorgia Meloni Usul Pembatasan Siswa Asing dan Larangan Burqa

Selasa, 22 September 2026 - 07:01 WIB

Ukraina Meluncurkan Seribu Drone ke Moskow di Tengah Pemilu

Selasa, 22 September 2026 - 06:00 WIB

Pejabat Tinggi Houthi Peringatkan Sekutu Arab Saudi

Minggu, 20 September 2026 - 21:58 WIB

Donald Trump Bentuk AI Force dan Tolak Pembatasan AI

Minggu, 20 September 2026 - 20:55 WIB

Pengamat Oposisi Pingsan Saat Polisi Lakukan Penangkapan

Berita Terbaru

Ilustrasi, Prakiraan cuaca Jabodetabek Rabu 23 September 2026 dari BMKG.
(Posnews/Ist)

JABODETABEK

Cuaca Jabodetabek Rabu Cerah, Hujan Mengintai Bogor dan Bekasi

Rabu, 23 Sep 2026 - 06:05 WIB

Pengembang Uzbekunknown berhasil menjalankan NVIDIA DLSS 5 di iGPU Intel Arc 140V. Simak detail eksperimen dan performa Neural Rendering. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Pengembang Berhasil Jalankan NVIDIA DLSS 5 di iGPU Intel Arc

Rabu, 23 Sep 2026 - 06:00 WIB

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Kasus ISPA Jakarta Naik 15,7 Persen, Ini Imbauan Dinkes untuk Warga

Selasa, 22 Sep 2026 - 16:28 WIB