Sharif Osman Tewas, Massa Bakar Kantor Berita dan Kepung Kedutaan India

Sabtu, 20 Desember 2025 - 09:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bangladesh rusuh lagi! Kematian pemimpin pemuda Sharif Osman Hadi picu amarah massa. Kantor berita dibakar, sentimen anti-India memanas jelang pemilu. Dok: Istimewa.

Bangladesh rusuh lagi! Kematian pemimpin pemuda Sharif Osman Hadi picu amarah massa. Kantor berita dibakar, sentimen anti-India memanas jelang pemilu. Dok: Istimewa.

DHAKA, POSNEWS.CO.ID – Kekerasan kembali pecah di jantung ibu kota Bangladesh, Dhaka. Ribuan pengunjuk rasa turun ke jalan dengan amarah yang meluap pada Jumat (20/12/2025) dini hari.

Pemicu kerusuhan ini adalah kabar duka dari Singapura. Sharif Osman Hadi (32), tokoh pemimpin pemuda dalam pemberontakan pro-demokrasi 2024, meninggal dunia di rumah sakit.

Hadi sebelumnya menjadi korban percobaan pembunuhan. Nahasnya, penyerang bertopeng menembaknya saat ia keluar dari masjid di Dhaka pada 12 Desember lalu. Meskipun dokter di Singapura telah berjuang keras, nyawa kandidat parlemen itu tidak tertolong.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kantor Berita Dibakar, Wartawan Terjebak

Kematian Hadi memicu gelombang anarki. Massa menargetkan gedung-gedung vital di ibu kota. Seketika, api melahap kantor dua surat kabar terbesar di negara itu, The Daily Star dan Prothom Alo.

Para pengunjuk rasa menuduh kedua media tersebut bersekutu dengan negara tetangga, India. Akibatnya, puluhan staf dan wartawan terjebak di dalam gedung yang terbakar.

Baca Juga :  55 Warga Ghana Tewas di Garis Depan Rusia Saat Skandal Rekrutmen Afrika Terbongkar

Zyma Islam, seorang reporter Daily Star, menulis pesan putus asa di media sosial. “Saya tidak bisa bernapas lagi. Asap terlalu banyak. Saya di dalam. Kalian membunuhku,” tulisnya.

Petugas pemadam kebakaran berhasil mengendalikan api pada Jumat dini hari. Beruntung, mereka bisa menyelamatkan 27 karyawan yang sempat berlindung di bagian belakang gedung sambil mendengar teriakan slogan dari massa yang marah.

Sentimen Anti-India Memanas

Kemarahan massa tidak hanya menyasar media. Mereka juga mengepung rumah wakil duta besar India untuk Bangladesh. Lantas, polisi terpaksa menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan yang mencoba melakukan aksi duduk.

Faktanya, Hadi dikenal sebagai kritikus vokal terhadap India. Negara tetangga tersebut saat ini menjadi tempat perlindungan bagi mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina yang terguling tahun lalu.

Selain di Dhaka, kekerasan juga menjalar ke kota lain seperti Chattogram. Massa menyerang kediaman mantan menteri dan memblokir jalan raya utama. Bahkan, pusat kebudayaan Bengali “Chhayanaut” turut menjadi sasaran amuk massa.

Baca Juga :  Kapal Induk AS Merapat ke Timur Tengah, Iran Siaga

Pemerintah Sementara Berduka

Di tengah kekacauan, pemerintahan sementara pimpinan peraih Nobel Muhammad Yunus mencoba menenangkan situasi. Yunus menyebut kematian Hadi sebagai kehilangan yang tak tergantikan bagi bangsa.

“Perjalanan negara menuju demokrasi tidak dapat dihentikan melalui ketakutan, teror, atau pertumpahan darah,” tegas Yunus dalam pidato di televisi.

Pemerintah mengumumkan hari berkabung setengah hari dan doa khusus di masjid-masjid. Sementara itu, kepolisian meluncurkan perburuan besar-besaran. Mereka merilis foto dua tersangka utama dan menawarkan hadiah 5 juta taka (sekitar $42.000) bagi informasi yang mengarah pada penangkapan pembunuh Hadi.

PBB Desak Investigasi

Dunia internasional merespons dengan kekhawatiran. Kepala Hak Asasi Manusia PBB, Volker TĂĽrk, mendesak ketenangan dan penyelidikan yang transparan.

“Saya mendesak pihak berwenang untuk melakukan penyelidikan yang cepat, tidak memihak, dan menyeluruh,” kata TĂĽrk.

Kini, Bangladesh berada di persimpangan jalan yang berbahaya. Pemilihan umum nasional dijadwalkan berlangsung pada Februari 2026. Namun, dengan meninggalnya tokoh kunci dan memanasnya suhu politik, jalan menuju kotak suara tampaknya akan penuh dengan kerikil tajam.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PM Keir Starmer Janji Permudah Transisi Kekuasaan
Rusia Tuding Amerika Serikat Ingkar Janji
Prabowo Mengaku Tahu Aktor Demo Berbayar, Singgung Peserta Dibayar Rp200 Ribu
Marco Rubio Berjuang Redakan Kecemasan Sekutu
Kasus Firli Bahuri Mandek, IPW Desak Polda Metro Segera Beri Kepastian Hukum
Program SPPG Gegerkan Cilacap, Titik Diduga Fiktif di Tengah Hutan dan Kuburan
Donald Trump Sebut Iran Setujui Pengawasan Nuklir
Senat AS Loloskan Resolusi untuk Hentikan Perang Iran

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:24 WIB

PM Keir Starmer Janji Permudah Transisi Kekuasaan

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:17 WIB

Rusia Tuding Amerika Serikat Ingkar Janji

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:28 WIB

Prabowo Mengaku Tahu Aktor Demo Berbayar, Singgung Peserta Dibayar Rp200 Ribu

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:13 WIB

Marco Rubio Berjuang Redakan Kecemasan Sekutu

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:40 WIB

Kasus Firli Bahuri Mandek, IPW Desak Polda Metro Segera Beri Kepastian Hukum

Berita Terbaru

Ancaman nyata kepemimpinan Downing Street. Kemenangan Andy Burnham di daerah pemilihan Makerfield membuka jalan lebar untuk meluncurkan mosi penantangan terhadap PM Keir Starmer. Dok: (AP Photo/Kin Cheung)

INTERNASIONAL

PM Keir Starmer Janji Permudah Transisi Kekuasaan

Rabu, 24 Jun 2026 - 15:24 WIB

Retaknya kompromi Anchorage. Rusia menuduh Donald Trump melanggar kesepakatan puncak Alaska karena menghentikan mediasi damai demi fokus pada perang Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Rusia Tuding Amerika Serikat Ingkar Janji

Rabu, 24 Jun 2026 - 14:17 WIB

Misi penyeimbang di Teluk Arab. Menlu AS Marco Rubio menemui para pemimpin monarki Teluk untuk meredam kekhawatiran atas konsesi ekonomi Amerika Serikat kepada Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Marco Rubio Berjuang Redakan Kecemasan Sekutu

Rabu, 24 Jun 2026 - 13:13 WIB