Air Kerap Mati di Tarumajaya Bekasi, Warga Desak Audit PDAM Tirta Bhagasasi

Minggu, 25 Januari 2026 - 08:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Layanan Buruk PDAM Tirta Bhagasasi, Warga Tarumajaya Angkat Suara air PAM mati sudah dua hari. (Posnews)

Layanan Buruk PDAM Tirta Bhagasasi, Warga Tarumajaya Angkat Suara air PAM mati sudah dua hari. (Posnews)

BEKASI, POSNEWS.CO.ID – Warga di Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, meluapkan kekecewaan terhadap kinerja PDAM Tirta Bhagasasi.

Pasalnya, pasokan air bersih kerap mati hampir setiap pekan sejak akhir Desember 2025 hingga sepanjang Januari 2026.

Tak hanya sering mati, air yang mengalir ke rumah warga juga bertekanan kecil dan berkualitas buruk. Kondisi ini memicu desakan agar PDAM Tirta Bhagasasi segera diaudit karena diduga kuat mengandung indikasi Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain layanan buruk, warga menyoroti mahalnya tarif air yang harus dibayar setiap bulan. Mereka mempertanyakan ke mana aliran dana pelanggan, sementara distribusi air dinilai jauh dari kata layak.

Baca Juga :  Polwan Senior Berpengalaman, Kombes Pol Sumarni Resmi Nahkodai Polres Metro Bekasi

Ketidakmampuan PDAM Tirta Bhagasasi mengatasi persoalan ini juga disebut mencerminkan lemahnya kinerja pejabat utama perusahaan.

Harun, (50) warga Tarumajaya, mengaku hampir tidak pernah menikmati air PAM sejak tinggal di wilayah tersebut.

Setiap bulan, ia harus membayar tagihan air antara Rp400 ribu hingga Rp600 ribu, jauh lebih mahal dibanding saat ia tinggal di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

“Di Jakarta airnya bagus, bayarnya sekitar Rp350 ribu. Tapi sejak pindah tujuh tahun lalu ke Tarumajaya, air di sini sangat buruk. Ini aja air sudah mati dua hari. Kalau andalkan PAM, bisa-bisa gak mandi. Airnya juga ngeri buat minum. Saya sampai beli air galon dua hari sekali,” ujar Harun, Minggu (25/1/2026).

Baca Juga :  Silaturahmi Polsek Bekasi Barat dengan Komunitas Ojol Perkuat Kamtibmas

Karena tak tahan, Harun mengaku berencana membuat sumur bor. Bahkan, bersama rekan pengacaranya, ia siap melaporkan PDAM Tirta Bhagasasi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut Harun, uang tarif air yang dibayarkan warga setiap bulan tidak sebanding dengan layanan yang diterima. Kondisi tersebut dinilai sudah masuk indikasi korupsi.

Parahnya lagi, saat air PAM mati, PDAM dinilai tidak menunjukkan itikad baik dengan menyalurkan bantuan air secara merata.

“Kalau ada bantuan air, itu karena warga telepon ke kantor PAM. Kalau gak telepon, mereka cuek. Kecuali perumahan mewah, itu spesial,” pungkasnya. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus Kebakaran Kos Kemayoran Masuk Babak Baru, Polisi Tunggu Penetapan Tersangka
Cuaca Jabodetabek Hari Ini: Cerah Berawan, Suhu Maksimal 34 Derajat
BPN Jakarta Utara Serahkan 60 Sertifikat PTSL, Program PRABU Tuai Apresiasi
Gratis Masuk Sea World Ancol untuk Usia 60 Tahun ke Atas, Catat Syaratnya
BMKG: Cuaca Jabodetabek 15 Juli 2026 Cerah Berawan, Bogor Berpotensi Hujan
LRT Jakarta Velodrome–Manggarai Ditargetkan Beroperasi Agustus 2026
Truk Angkut Ekskavator Hantam JPO Tendean Nyaris Roboh, Sopir Diduga Main HP
Prakiraan Cuaca Jabodetabek Hari Ini, Bogor Berpotensi Diguyur Hujan Ringan

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:02 WIB

Kasus Kebakaran Kos Kemayoran Masuk Babak Baru, Polisi Tunggu Penetapan Tersangka

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:50 WIB

BPN Jakarta Utara Serahkan 60 Sertifikat PTSL, Program PRABU Tuai Apresiasi

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:07 WIB

Gratis Masuk Sea World Ancol untuk Usia 60 Tahun ke Atas, Catat Syaratnya

Rabu, 15 Juli 2026 - 06:13 WIB

BMKG: Cuaca Jabodetabek 15 Juli 2026 Cerah Berawan, Bogor Berpotensi Hujan

Selasa, 14 Juli 2026 - 14:59 WIB

LRT Jakarta Velodrome–Manggarai Ditargetkan Beroperasi Agustus 2026

Berita Terbaru