Negosiasi AS-Taiwan Memanas: Trump Tuntut Investasi Ratusan Miliar Dolar, Taipei Tawarkan Model Taiwan

Jumat, 14 November 2025 - 09:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Laporan Politico menyebut AS

Ilustrasi, Laporan Politico menyebut AS "menawar" investasi besar dari Taiwan. Namun, Juru Bicara Kabinet Michelle Lee menegaskan Taiwan memiliki model investasi sendiri yang berbasis perusahaan. Dok: Istimewa.

TAIPEI, POSNEWS.CO.ID – Negosiasi dagang antara Amerika Serikat dan Taiwan memasuki babak baru yang intens. Sebuah laporan dari media AS Politico menyebut pemerintahan Presiden Donald Trump sedang mempercepat pembicaraan tarif.

Lebih lanjut, AS kabarnya mengincar janji investasi besar dari Taiwan. Laporan itu menyebut angka yang “ditawar” berada di antara $350 miliar (level komitmen Korea Selatan) dan $550 miliar (level komitmen Jepang).

Akan tetapi, Juru Bicara Kabinet Taiwan, Michelle Lee (李慧芝), pada Kamis (13/11/2025) menanggapi laporan tersebut. Ia menegaskan bahwa Taiwan sedang mengupayakan “Model Taiwan” yang unik. Model ini tidak sebanding secara langsung dengan kesepakatan investasi Jepang atau Korea Selatan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tiga Tuntutan Utama Taiwan

Michelle Lee mengonfirmasi bahwa Taipei memiliki beberapa tujuan utama dalam negosiasi ini. Pertama, mereka berupaya menurunkan tarif “sementara” 20% yang saat ini AS kenakan pada ekspor Taiwan.

Baca Juga :  China Kecam Keras: Tuntut Pembebasan Segera Maduro

Kedua, mereka ingin memastikan tarif baru tidak akan bertambah di atas tarif most-favored-nation (MFN) yang sudah ada.

Namun, “kekhawatiran yang lebih besar” (bigger concern) bagi Taipei adalah investigasi Bagian 232 (Section 232) yang sedang berlangsung. Oleh karena itu, Taiwan berjuang keras untuk mendapatkan perlakuan MFN dalam investigasi keamanan nasional terhadap impor semikonduktor. Tujuannya agar industri vital mereka terhindar dari tarif baru yang lebih tinggi.

‘Model Taiwan’ vs Komitmen ala Jepang/Korea

Juru bicara Lee menjelaskan perbedaan krusial antara model yang Taiwan tawarkan dan model yang AS sepakati dengan negara lain.

Menurutnya, kesepakatan Jepang dan Korea Selatan melibatkan komitmen investasi besar yang pemerintah fasilitasi. Sebaliknya, “Model Taiwan” bergerak berdasarkan strategi percabangan internasional (international branching) perusahaan swasta.

Artinya, perusahaan-perusahaan Taiwan sendiri yang merencanakan investasi di AS. Mereka ingin mendekati klien mereka dan meningkatkan daya saing. Peran pemerintah, kata Lee, adalah menyediakan “dukungan jaminan finansial dan kredit”. Peran itu bukan mengatur atau menjanjikan jumlah investasi spesifik seperti yang media laporkan.

Baca Juga :  Iran Tinjau Proposal Damai AS Saat Harga Minyak Anjlok

Motif AS dan Status Negosiasi

Laporan Politico menyebutkan bahwa pemerintahan Trump mungkin mempercepat perundingan ini. Alasannya, mereka khawatir Mahkamah Agung AS membuat putusan yang dapat membatasi wewenang tarif presiden. Meski begitu, Trump masih bisa menggunakan UU Perluasan Perdagangan (Bagian 232) sebagai dasar pengenaan tarif.

Saat ini, pembicaraan terus berlanjut. Lee mengonfirmasi bahwa setelah putaran kelima di bulan Oktober, kedua tim telah mengadakan pertemuan virtual. Kini, mereka sedang mendiskusikan “pertukaran dokumen tertulis.”

Sementara itu, Perdana Menteri Taiwan Cho Jung-tai (卓榮泰) berkomentar bahwa beberapa informasi (merujuk pada angka $350-$550 miliar) belum terkonfirmasi. Namun, ia menegaskan hal itu tidak memengaruhi kemajuan perundingan.

Bank Sentral Masih Menunggu

Terkait pendanaan untuk mendukung investasi “Model Taiwan” ini, Deputi Gubernur Bank Sentral Taiwan, Yen Tzung-ta (嚴宗大), mengatakan kepada parlemen. Ia menyebut bank sentral belum memutuskan apakah akan menggunakan cadangan devisa negara.

Ia menambahkan bahwa negosiasi masih dalam tahap awal. Sehingga, dampaknya belum bank sentral ketahui.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Biaya Perang AS Lawan Iran Tembus 38 Miliar Dolar AS
Donald Trump Kecam Mahkamah Agung AS
Serangan Udara Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 13 Orang
Ribuan Korban Hilang Banjir Bandang Perbatasan Nepal-Tiongkok
Penarikan Total Pasukan AS dari Irak Berpacu
Petinggi Chubu Electric Mundur Usai Skandal Pemalsuan Data
Los Angeles Dodgers Amankan Tiket Postseason MLB
Serangan Terhadap Pipa Minyak Arab Saudi dan Kapal Teluk

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 17:39 WIB

Biaya Perang AS Lawan Iran Tembus 38 Miliar Dolar AS

Rabu, 16 September 2026 - 16:35 WIB

Donald Trump Kecam Mahkamah Agung AS

Rabu, 16 September 2026 - 16:29 WIB

Serangan Udara Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 13 Orang

Rabu, 16 September 2026 - 15:44 WIB

Ribuan Korban Hilang Banjir Bandang Perbatasan Nepal-Tiongkok

Rabu, 16 September 2026 - 14:38 WIB

Penarikan Total Pasukan AS dari Irak Berpacu

Berita Terbaru

Laporan CBO menunjukkan biaya perang AS melawan Iran tembus $38 miliar Dolar AS dan mendongkrak inflasi hingga 2027. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Biaya Perang AS Lawan Iran Tembus 38 Miliar Dolar AS

Rabu, 16 Sep 2026 - 17:39 WIB

Donald Trump mengecam keputusan Mahkamah Agung AS yang memblokir aturan pembatasan surat suara via pos jelang pemilu paruh waktu. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Kecam Mahkamah Agung AS

Rabu, 16 Sep 2026 - 16:35 WIB

 Serangan udara Israel di Kfar Rumman, Lebanon Selatan menewaskan 13 orang termasuk 6 anak-anak. Simak rincian eskalasi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Serangan Udara Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 13 Orang

Rabu, 16 Sep 2026 - 16:29 WIB

Korban hilang banjir bandang Himalaya capai 3.044 orang dengan 750 tewas, sementara bantuan internasional terus mengalir ke Nepal. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Ribuan Korban Hilang Banjir Bandang Perbatasan Nepal-Tiongkok

Rabu, 16 Sep 2026 - 15:44 WIB