JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Peristiwa memilukan mengguncang warga Srengseng, Kembangan. Seorang balita berusia 3 tahun 11 bulan ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus saluran air saat hujan deras.
Korban bernama Muhammad Haadi Khairul Haafizhi dilaporkan hilang pada Rabu (8/4/2026) siang. Tim gabungan akhirnya menemukan jasad korban keesokan harinya setelah pencarian intensif hampir 19 jam.
Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menjelaskan kejadian bermula sekitar pukul 13.30 WIB di Jalan Flamboyan, Srengseng.
Saat itu, korban bermain hujan bersama teman-temannya. Namun nahas, korban terpeleset dan jatuh ke dalam gorong-gorong terbuka.
“Korban langsung terseret arus saluran air,” jelas Yohan, Kamis (9/4/2026).
Ditemukan 5 Kilometer dari Titik Awal
Setelah laporan diterima, tim gabungan langsung menyisir aliran drainase. Proses pencarian berlangsung tanpa henti hingga malam.
Selanjutnya, pada Kamis pagi pukul 08.35 WIB, tim menemukan korban di kawasan pembatas air Cengkareng Drain, Kelurahan Kedaung Kali Angke.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Jarak penemuan mencapai sekitar 5 kilometer dari lokasi awal. Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD, Basarnas, Disgulkarmat, Satpol PP, hingga TNI-Polri dan relawan.
Berkat kerja cepat tim, proses evakuasi akhirnya rampung setelah korban berhasil ditemukan.
Peringatan Keras untuk Orang Tua
Peristiwa ini menjadi pengingat serius bagi masyarakat. BPBD DKI Jakarta meminta orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak, terutama saat hujan deras.
Selain itu, warga diminta menjauhkan anak-anak dari saluran air terbuka yang berpotensi membahayakan.
Dengan kondisi cuaca ekstrem yang masih terjadi, risiko kecelakaan serupa bisa meningkat jika tidak diantisipasi sejak dini.
Editor : Hadwan



















