Bareskrim Berduka, Aipda Yudhie Gugur dalam Operasi Narkoba di Katingan

Kamis, 2 Juli 2026 - 16:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Berigjen Pol Eko Hadi Santoso. (Posnews/Ist)

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Berigjen Pol Eko Hadi Santoso. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berujung duka.

Seorang anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Aipda Yudhie Perdana Putra, gugur saat menjalankan tugas. Sementara itu, tim gabungan masih terus menyisir lokasi untuk mencari dua personel yang belum ditemukan.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum sekaligus menegaskan komitmen Polri untuk menuntaskan penanganan kasus tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum Aipda Yudhie Perdana Putra yang gugur saat menjalankan tugas memberantas peredaran narkotika. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” kata Eko, Kamis (2/7/2026).

Operasi Berawal dari Laporan Warga

Operasi penindakan berlangsung pada Rabu (1/7/2026) malam setelah Satresnarkoba Polres Katingan menerima informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei.

Baca Juga :  BMKG Warning Cuaca Banten, Hujan Lebat dan Angin Kencang 3-8 Mei 2026

Hasil penyelidikan kemudian mengarah kepada target operasi berinisial BIO, yang diketahui merupakan residivis kasus narkotika.

Sebanyak 12 personel diterjunkan dalam operasi tersebut. Setibanya di lokasi, tim dibagi menjadi dua kelompok.

Satu tim melakukan penangkapan di rumah target, sedangkan tim lainnya bersiaga sebagai unsur pendukung.

Petugas sempat mengamankan target operasi. Namun, situasi berubah ketika sejumlah orang di dalam rumah dan warga sekitar diduga melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam.

Berdasarkan laporan kepolisian, massa kemudian bertambah dan diduga menyerang petugas menggunakan parang serta senjata api rakitan.

Menghadapi situasi yang semakin berbahaya, personel berupaya menyelamatkan diri sambil meminta bantuan tambahan.

Sejumlah anggota terpaksa berenang menyeberangi sungai dan berlindung di kawasan hutan untuk menghindari serangan.

Satu Anggota Gugur, Dua Personel Masih Dicari

Dalam insiden tersebut, Aipda Yudhie Perdana Putra ditemukan meninggal dunia dengan luka akibat senjata tajam.

Sementara itu, Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana hingga kini masih dalam pencarian oleh tim gabungan.

Baca Juga :  Dipecat dari Polri, Bripka Dedy Kini Jalani Pemeriksaan Kasus Narkoba di Bareskrim

Brigjen Eko menegaskan, Polri akan mengevaluasi setiap operasi pemberantasan narkotika agar seluruh personel memiliki kesiapan yang lebih optimal saat menghadapi ancaman di lapangan.

“Setiap operasi harus dipersiapkan secara matang, mulai dari perencanaan, pemetaan potensi ancaman, hingga kesiapan personel dan perlengkapan. Keselamatan anggota tetap menjadi prioritas tanpa mengurangi ketegasan dalam pemberantasan narkotika,” ujarnya.

Bareskrim Beri Dukungan Penuh

Selain melakukan evaluasi, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri memastikan memberikan dukungan penuh kepada Polda Kalimantan Tengah dan Polres Katingan.

“Kami akan memberikan dukungan penuh, baik dalam pencarian dua anggota yang belum ditemukan, pengamanan lokasi, maupun pengungkapan jaringan narkotika serta pelaku penyerangan terhadap anggota Polri,” tegas Eko.

Hingga Kamis (2/7/2026), tim gabungan masih memfokuskan pencarian terhadap dua personel yang hilang, mengamankan lokasi kejadian, serta mendalami dugaan keterlibatan para pelaku penyerangan.

Polisi juga terus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap jaringan narkotika yang menjadi target operasi tersebut. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

6 Jabatan Bintang Tiga Polri Berganti, Ini Daftar Pejabat Barunya
Sosok Dadang Hartanto, Kapolda Metro Jaya Baru: Karier Panjang hingga Jadi Guru Besar
Kapolri Suyudi Mutasi 88 Pati dan Pamen, 19 Kapolda Berganti
Tragedi KM Virgo Transport 8: 80 Korban Meninggal, 55 Masih Dicari
G20 Tolak Pangan Jadi Alat Tekanan Geopolitik, Ini Sikap Mendag Budi
7 Oktober! Sidang Perdana Febrie Adriansyah Dimulai, Jaksa Bacakan Dakwaan
Suyudi Jadi Kapolri, Siapkan Konsolidasi Internal dan Lanjutkan Program Listyo Sigit
Prabowo Lantik 18 Pejabat, Suyudi Jadi Kapolri dan Listyo Sigit Pimpin KSP

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:51 WIB

6 Jabatan Bintang Tiga Polri Berganti, Ini Daftar Pejabat Barunya

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Sosok Dadang Hartanto, Kapolda Metro Jaya Baru: Karier Panjang hingga Jadi Guru Besar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Kapolri Suyudi Mutasi 88 Pati dan Pamen, 19 Kapolda Berganti

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:42 WIB

Tragedi KM Virgo Transport 8: 80 Korban Meninggal, 55 Masih Dicari

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:33 WIB

G20 Tolak Pangan Jadi Alat Tekanan Geopolitik, Ini Sikap Mendag Budi

Berita Terbaru

Ko-pilot FlyDubai berusaha menjatuhkan pesawat rute Dubai-Tel Aviv usai mengalami radikalisasi sebelum penumpang melumpuhkannya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Ko-Pilot Mencoba Menjatuhkan Pesawat Rute Dubai Tel Aviv

Sabtu, 3 Okt 2026 - 15:37 WIB