Polda Sumut Amankan 2 Ekskavator untuk Tambang Emas Ilegal di Madina, Sempat Diintervensi

Selasa, 3 Maret 2026 - 06:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Polda Sumut mengamankan dua ekskavator yang diduga akan digunakan untuk tambang emas ilegal di Kecamatan Siabu, Mandailing Natal. (Posnews/Ist)

Petugas Polda Sumut mengamankan dua ekskavator yang diduga akan digunakan untuk tambang emas ilegal di Kecamatan Siabu, Mandailing Natal. (Posnews/Ist)

MADINA, POSNEWS.CO.ID – Polda Sumatera Utara bergerak cepat. Tim gabungan Ditreskrimsus dan Sat Brimob langsung mengamankan dua unit alat berat jenis ekskavator yang diduga kuat akan digunakan untuk aktivitas tambang emas ilegal di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Senin (2/3/2026) sekitar pukul 06.00 WIB.

Petugas mencegat dua ekskavator tersebut sebelum masuk ke dua titik tambang ilegal di Desa Muara Batang Angkola dan Huta Godang Muda, Kecamatan Siabu.

Polisi menduga alat berat itu akan memperkuat aktivitas pengerukan emas tanpa izin yang belakangan kembali marak di wilayah tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun demikian, proses pengamanan tidak berjalan mulus. Saat petugas berada di lokasi, muncul upaya intervensi dari pihak tertentu yang mencoba menghambat penindakan.

“Iya, benar personel berada di lokasi. Namun kami mendapat upaya-upaya intervensi,” tegas Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan, dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/3/2026).

Baca Juga :  Pelajar Majalengka Dianiaya 15 Remaja, Jari Putus Disabet Celurit

Meski begitu, aparat tetap bertindak tegas dan berhasil mengamankan dua alat berat tersebut sebagai barang bukti.

Saat ini, penyidik masih mendalami siapa pemilik ekskavator dan pihak yang memerintahkan pengiriman alat berat ke lokasi tambang ilegal tersebut.

Tambang Ilegal Masuk Kawasan Hutan Produksi Terbatas

Berdasarkan informasi yang dihimpun, lokasi tambang emas ilegal itu berada di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) wilayah KPH VIII Mandailing Natal.

Aktivitas pengerukan diduga sudah berlangsung sekitar dua pekan terakhir.

Awalnya, warga hanya melihat lima unit ekskavator bekerja di kawasan hutan. Akan tetapi, dalam waktu singkat jumlah alat berat dilaporkan terus bertambah.

Kondisi ini memicu kekhawatiran akan kerusakan hutan yang semakin meluas, termasuk potensi longsor dan banjir bandang di sekitar aliran sungai.

Baca Juga :  Irjen Pol Ruddi Setiawan, Jenderal Humanis Segudang Prestasi dan Rekam Jejak Gemilang

Selain itu, aktivitas tambang emas ilegal juga berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba) serta aturan kehutanan. Pelaku terancam pidana penjara dan denda miliaran rupiah.

Polisi Dalami Dugaan Jaringan

Selanjutnya, Polda Sumut memastikan penyelidikan tidak berhenti pada pengamanan alat berat. Aparat kini memburu aktor intelektual dan pemodal di balik aktivitas tambang emas ilegal tersebut.

Kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak terlibat dalam praktik pertambangan tanpa izin karena dampaknya bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam keselamatan warga.

Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa aparat tidak akan memberi ruang bagi praktik tambang ilegal di wilayah Sumatera Utara, khususnya di Mandailing Natal yang selama ini rawan aktivitas serupa. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jumat Keliling di Bengkulu, SIM hingga Knalpot Brong Jadi Sorotan
Buron Penembakan Brigpol Ronald Enok Ditangkap di Puncak Jaya
Panik Diperiksa Polisi di Tol, Guru Ngaji Diduga Tabrak Dua Petugas
Kontak Tembak di Yahukimo, TNI Temukan Senjata Rakitan dan Amunisi
Mengaku Polisi, Pelaku Culik Pria dan Minta Tebusan Rp10 Juta
Kasus Penyadapan Listyo Sigit, Polri Bentuk Tim Khusus Dipimpin Kabareskrim
Maulid Berujung Bentrokan di Pidie, Satu Warga Meninggal Dunia
Berawal dari Laporan Warga, Polisi Gerebek Lapak Sabu di Tanah Abang

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:19 WIB

Jumat Keliling di Bengkulu, SIM hingga Knalpot Brong Jadi Sorotan

Jumat, 6 November 2026 - 14:28 WIB

Buron Penembakan Brigpol Ronald Enok Ditangkap di Puncak Jaya

Jumat, 6 November 2026 - 13:48 WIB

Panik Diperiksa Polisi di Tol, Guru Ngaji Diduga Tabrak Dua Petugas

Jumat, 6 November 2026 - 10:19 WIB

Kontak Tembak di Yahukimo, TNI Temukan Senjata Rakitan dan Amunisi

Jumat, 6 November 2026 - 07:44 WIB

Mengaku Polisi, Pelaku Culik Pria dan Minta Tebusan Rp10 Juta

Berita Terbaru

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. (Posnews/Sekneg)

NASIONAL

Istana Waspada, Kasus Penyadapan Prabowo Masuk Babak Baru

Jumat, 6 Nov 2026 - 16:28 WIB

Kelangkaan NVIDIA RTX 50 Series mendorong produsen GPU di Asia kembali memasarkan RTX 3060 dan RTX 3050. Simak ulasan. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Kelangkaan RTX 50 Dorong Produsen Memproduksi Seri 30

Jumat, 6 Nov 2026 - 15:29 WIB