Gempa NTT: Korban Tewas Jadi 71 Orang, BMKG Catat 3.002 Gempa Susulan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 21:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tim gabungan menangani dampak gempa M7,7 dan mengevakuasi korban di Nusa Tenggara Timur.
(Posnews/REUTRES)

Tim gabungan menangani dampak gempa M7,7 dan mengevakuasi korban di Nusa Tenggara Timur. (Posnews/REUTRES)

NTT, POSNEWS.CO.ID – Duka akibat gempa dahsyat yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali bertambah.

BNPB mencatat korban meninggal dunia kini mencapai 71 orang, setelah satu korban dari Kabupaten Nagekeo dilaporkan meninggal.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Suar Pelita Panjaitan menyampaikan pembaruan tersebut dalam konferensi pers, Rabu (19/8/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jumlah korban ada bertambah satu orang menjadi 71 (meninggal dunia), yaitu di Kabupaten Nagekeo,” ujar Berton.

BNPB menyampaikan belasungkawa kepada seluruh keluarga korban dan masyarakat yang masih bertahan di lokasi terdampak maupun tempat pengungsian.

BMKG Catat 3.002 Gempa Susulan

Di tengah proses penanganan bencana, gempa susulan masih mengguncang wilayah NTT. BMKG mencatat sebanyak 3.002 aktivitas gempa susulan hingga Rabu (19/8) pukul 14.00 WIB.

Baca Juga :  Bareskrim Polri Gerebek Home Industry Kosmetik Berbahaya, Produksi di Cirebon Sejak 2022

Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama mengatakan gempa susulan tersebut memiliki magnitudo antara 1,1 hingga 6,2.

“Update tanggal 19 Agustus 2026 pukul 14.00, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 3.002 aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitudo 1,1 sampai 6,2,” kata Nelly.

Dari ribuan gempa tersebut, 86 gempa dirasakan masyarakat, sedangkan 25 gempa memiliki magnitudo di atas 5.

Gempa Susulan Masih Bisa Terjadi

BMKG menjelaskan tingginya aktivitas gempa susulan merupakan bagian dari proses alam setelah gempa utama berkekuatan besar.

Kerak bumi masih menyesuaikan diri dan melepaskan energi untuk mencapai keseimbangan baru.

Karena itu, Nelly memperkirakan gempa susulan masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Baca Juga :  Basarnas Temukan 60 Bodypack Korban Longsor Cisarua, 20 Orang Masih Dicari

Masyarakat di wilayah terdampak perlu tetap tenang, tetapi tidak boleh lengah. Warga sebaiknya menghindari bangunan yang mengalami kerusakan dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Warga Diminta Tetap Waspada

Banyaknya gempa susulan menjadi pengingat bahwa masa tanggap darurat belum selesai.

Pemerintah bersama petugas kebencanaan terus melakukan pemantauan sekaligus memenuhi kebutuhan warga terdampak.

Masyarakat juga perlu mengutamakan keselamatan, terutama ketika merasakan guncangan kuat. Jangan kembali ke bangunan yang rusak sebelum petugas memastikan kondisinya aman.

Gempa susulan memang merupakan fenomena yang lazim setelah gempa besar. Namun, kewaspadaan tetap menjadi kunci untuk mengurangi risiko korban tambahan.

Di tengah duka yang mendalam, kewaspadaan dan kepedulian menjadi kekuatan.

Pemerintah terus bergerak, sementara masyarakat perlu saling menjaga agar proses pemulihan NTT berjalan lebih cepat dan aman. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bocah 12 Tahun Meninggal di Rumah, Polisi Dalami Dugaan Pemicu Peristiwa
Hitadipa Jadi Kampung Papua Damai, TNI Dorong Warga Bangkit dan Sejahtera
Gempa M7,7 NTT Tewaskan 70 Orang, 132 Luka dan SAR Fokus Penyisiran
Diskon Pajak Kendaraan Banten hingga 40 Persen Mulai 18 Agustus 2026
Konflik Warisan, Paman dan Keponakan Duel di Rembang Berujung Maut
Warga Halmahera Utara Serahkan 16 Senpi Ilegal dan 138 Amunisi ke Polisi
Gempa NTT Terkini: 68 Warga Meninggal, 213 Orang Luka
Dari Papua Tengah, Pigai Nyalakan Semangat Kemerdekaan dan Persatuan

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 21:04 WIB

Gempa NTT: Korban Tewas Jadi 71 Orang, BMKG Catat 3.002 Gempa Susulan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:38 WIB

Bocah 12 Tahun Meninggal di Rumah, Polisi Dalami Dugaan Pemicu Peristiwa

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Hitadipa Jadi Kampung Papua Damai, TNI Dorong Warga Bangkit dan Sejahtera

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:03 WIB

Gempa M7,7 NTT Tewaskan 70 Orang, 132 Luka dan SAR Fokus Penyisiran

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:25 WIB

Diskon Pajak Kendaraan Banten hingga 40 Persen Mulai 18 Agustus 2026

Berita Terbaru

Rasa waswas menyelimuti warga Jawa Barat yang berkendara malam hingga dini hari, seiring maraknya aksi begal dalam sebulan terakhir di berbagai wilayah. Dok: Istimewa.

HUKRIM

Waspada Begal Malam di Jawa Barat, Polda Catat 23 Kasus

Rabu, 19 Agu 2026 - 21:28 WIB