Bareskrim Gerebek Gudang Selundupan di Penjaringan, Ribuan HP Ilegal Disita

Selasa, 14 April 2026 - 18:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Bareskrim Polri menggerebek gudang selundupan di Penjaringan Jakarta Utara dan menyita ribuan ponsel impor ilegal. (Posnews/Ist)

Petugas Bareskrim Polri menggerebek gudang selundupan di Penjaringan Jakarta Utara dan menyita ribuan ponsel impor ilegal. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pengungkapan kasus penyelundupan kembali menggemparkan publik.

Tim Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menggerebek sebuah gudang di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, yang diduga kuat menjadi pusat penyimpanan barang selundupan.

Penggerebekan dilakukan pada Selasa (14/4/2026) dan dipimpin langsung Direktur Tipideksus Bareskrim Polri Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak bersama Wakil Direktur Kombes Arif Budiman.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aparat bergerak cepat setelah mengantongi informasi intelijen terkait aktivitas ilegal di lokasi tersebut.

Hasilnya, petugas menemukan ribuan ponsel impor ilegal yang siap diedarkan ke pasar dalam negeri. Barang bukti langsung diamankan untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Modus Penyelundupan Terorganisir

Selain itu, penyidik menduga kuat gudang tersebut merupakan bagian dari jaringan penyelundupan berskala besar.

Modus operandi yang digunakan adalah memasukkan barang elektronik tanpa melalui prosedur kepabeanan resmi guna menghindari pajak dan bea masuk.

Baca Juga :  Awal Puasa Ramadan 1447 H Diprediksi 18 atau 19 Februari, BMKG dan BRIN Jelaskan Hilal

Tak hanya merugikan negara, praktik ini juga berpotensi merusak pasar industri resmi karena peredaran barang ilegal dengan harga lebih murah.

Jejak Kasus TPPU Emas Rp25,9 Triliun

Sementara itu, Dittipideksus Bareskrim Polri sebelumnya juga mengungkap kasus besar lain, yakni pengolahan emas ilegal yang disertai dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan nilai fantastis mencapai Rp25,9 triliun.

Kasus ini terungkap berkat laporan analisis dari PPATK terkait transaksi mencurigakan dalam perdagangan emas.

Brigjen Ade Safri menjelaskan, transaksi tersebut melibatkan toko emas hingga perusahaan pemurnian yang diduga menggunakan emas hasil tambang ilegal.

Berdasarkan hasil penyelidikan, aktivitas penambangan tanpa izin itu terjadi di sejumlah wilayah, mulai dari Kalimantan Barat hingga Papua Barat, dalam rentang waktu 2019 hingga 2025.

Barang Bukti Fantastis Disita

Lebih lanjut, dalam penggeledahan di lima lokasi di Nganjuk dan Surabaya pada Februari 2026, penyidik menyita barang bukti dalam jumlah besar.

Baca Juga :  Parkiran Mal Jadi Lokasi Transaksi, Bareskrim Bongkar Vape Etomidate dari Lapas

Di antaranya emas perhiasan seberat 8,16 kilogram, emas batangan 51,3 kilogram senilai sekitar Rp150 miliar, serta uang tunai Rp7,13 miliar.

Tak berhenti di situ, tiga orang telah ditetapkan sebagai tersangka, yakni TW, DW, dan BSW. Penyidik kini terus mengembangkan kasus untuk menelusuri aliran dana dan jaringan yang lebih luas.

Sebagai langkah lanjutan, aparat juga menggeledah sejumlah perusahaan, termasuk PT Simba Jaya, PT Indah Golden Signature (IGS), dan PT Suka Jadi Logam (SJL) yang diduga terkait dalam praktik ilegal tersebut.

Komitmen Berantas Kejahatan Ekonomi

Bareskrim Polri menegaskan komitmennya untuk membongkar tuntas jaringan kejahatan ekonomi, mulai dari penyelundupan hingga pencucian uang.

Penindakan tegas akan terus dilakukan guna melindungi perekonomian negara dari praktik ilegal yang merugikan masyarakat luas. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Jakarta, Warga Diminta Waspada
Gunung Anak Krakatau Erupsi, 209 Penerbangan di Soetta Kena Dampak
BYD Tabrak Innova, Fortuner Oleng, Satu Keluarga Tewas di Kembangan
Bansos Tunai Mulai Diuji 2027, Pemerintah Perketat Data Penerima
Dua Pelaku Berboncengan Gasak Samsung S25 Turis India di Menteng
Kapolres Bekasi Lindungi Pelajar dari Aksi Berbahaya dan Provokasi Digital
46 PMI di Malaysia Segera Pulang, Pemerintah Kejar Target 10 Hari
Polisi Bongkar Gudang Narkoba di Kalideres, Ribuan Ekstasi Disita

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 08:55 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Jakarta, Warga Diminta Waspada

Minggu, 6 September 2026 - 08:23 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi, 209 Penerbangan di Soetta Kena Dampak

Minggu, 6 September 2026 - 06:08 WIB

BYD Tabrak Innova, Fortuner Oleng, Satu Keluarga Tewas di Kembangan

Sabtu, 5 September 2026 - 20:38 WIB

Bansos Tunai Mulai Diuji 2027, Pemerintah Perketat Data Penerima

Sabtu, 5 September 2026 - 19:58 WIB

Dua Pelaku Berboncengan Gasak Samsung S25 Turis India di Menteng

Berita Terbaru

Tim penyelamat Nepal gencar mencari korban banjir bandang usai dua pekerja PLTA ditemukan hidup, sementara korban tewas kedua negara tembus 1.325 jiwa. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir

Minggu, 6 Sep 2026 - 18:27 WIB

PM Yunani Kyriakos Mitsotakis janjikan pemangkasan pajak dan kenaikan gaji jelang pemilu, di tengah protes buruh atas biaya hidup tinggi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji

Minggu, 6 Sep 2026 - 17:25 WIB