JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyiapkan 106 ribu potong pakaian baru untuk korban banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera.
Bantuan ini berasal dari perusahaan garmen nasional yang langsung bergerak membantu warga terdampak.
Tito menyampaikan hal tersebut usai Rapat Koordinasi Tingkat Menteri dan Kepala Lembaga di Balai Kartini, Jakarta.
Ia merinci, perusahaan Daehan Global asal Sukabumi menyumbang 101 ribu pakaian baru. Selain itu, satu perusahaan garmen dalam negeri turut menyalurkan 5.000 potong bantuan, termasuk 2.000 selimut. Total bantuan mencapai 106 ribu item.
Sebelumnya, Tito turun langsung ke lokasi pengungsian dan melihat banyak warga kekurangan pakaian. Sebagian besar korban mengungsi hanya dengan baju di badan karena banjir menyeret pakaian dan barang pribadi.
Di sisi lain, Tito menilai banyak perusahaan garmen di Jakarta dan Jawa memiliki stok memadai untuk membantu korban bencana.
Karena itu, pemerintah mendorong penyaluran bantuan sandang secara cepat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tito menjelaskan, sebagian pabrik garmen berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Meski demikian, aturan perundang-undangan memperbolehkan pengecualian pajak dan bea masuk untuk kepentingan penanganan bencana.
Ia menegaskan, penyaluran bantuan tetap melalui permintaan resmi instansi pemerintah serta persetujuan Kementerian Keuangan dan Kementerian Perdagangan.
Dari hasil komunikasi, respons perusahaan garmen sangat positif. Dua perusahaan langsung siap mengirim bantuan, sementara perusahaan lain menyusul.
Penyaluran pakaian dilakukan bertahap ke wilayah terdampak, seperti Aceh Tamiang, Aceh Utara, dan Aceh Timur. Pemerintah menyesuaikan distribusi dengan kebutuhan di lapangan.
Tito menambahkan, gelombang kedua bantuan dijadwalkan tiba pada 27–28 Desember 2025 dari sejumlah perusahaan tambahan.
Selain itu, pada Minggu (21/12/2025), Tito akan meninjau lokasi banjir di Sumatera Utara bersama Menteri PKP Maruarar Sirait.
Kunjungan ini sekaligus menandai groundbreaking pembangunan 2.600 rumah non-APBD di Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Tapanuli Utara.
Penulis : Hadwan
Editor : Hadwan





















