Bentrok di Maluku Tenggara Memanas, Wakapolres dan Kasat Reskrim Kena Panah Lerai Massa

Jumat, 27 Maret 2026 - 11:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakapolres Maluku Tenggara Kompol Djufri Jawa mengelamai luka terkena panah. (Posnews/Ist)

Wakapolres Maluku Tenggara Kompol Djufri Jawa mengelamai luka terkena panah. (Posnews/Ist)

MALUKU TENGGARA, POSNEWS.CO.ID – Bentrokan dua kelompok pemuda pecah di Desa Danar, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Maluku Tenggara, Jumat (27/3/2026) dini hari.

Insiden berdarah ini langsung memanas hingga melukai aparat kepolisian yang turun tangan meredam situasi.

Wakapolres Maluku Tenggara, Kompol Djufri Jawa dan Kasat Reskrim Polres Maluku Tenggara, AKP Barry Talabessy terkena panah saat berupaya melerai bentrokan. Selain itu, tiga warga juga mengalami luka-luka akibat serangan brutal menggunakan batu dan busur panah.

Kasi Humas Polres Maluku Tenggara, Ipda Wandi Puasa, mengungkapkan bahwa bentrokan terjadi sekitar pukul 02.00 WIT.

Baca Juga :  Klaim Fiktif BPJS Ketenagakerjaan 2014–2024 Terbongkar, Negara Rugi Rp21,73 Miliar

Saat itu, dua kelompok pemuda saling serang secara terbuka menggunakan batu dan panah, sehingga situasi быстро berubah mencekam.

Selanjutnya, aparat kepolisian langsung turun ke lokasi untuk mengendalikan situasi.

Djufri Jawa dan Barry Talabessy bahkan berada di garis depan untuk membubarkan massa. Namun, di tengah upaya tersebut, keduanya justru menjadi korban serangan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Djufri terkena anak panah di bagian lengan kanan, sementara Barry tertembus panah di lutut kiri. Meski terluka, keduanya tetap berupaya mengendalikan massa hingga situasi berangsur kondusif.

Baca Juga :  Bandung Dilanda Suhu Dingin, BMKG Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem

Peristiwa ini menambah daftar panjang bentrokan antar pemuda di wilayah Maluku yang kerap dipicu konflik sosial dan kesalahpahaman.

Polisi kini meningkatkan pengamanan di lokasi serta memburu pihak-pihak yang terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.

Selain itu, kepolisian mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi.

Aparat juga akan mendalami penyebab bentrokan serta menindak tegas pelaku sesuai hukum yang berlaku.

Dengan kejadian ini, polisi menegaskan komitmennya menjaga keamanan wilayah sekaligus mencegah konflik meluas yang berpotensi mengganggu stabilitas di Maluku Tenggara. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Front Baru di Laut Merah: Houthi Siaga Blokade Selat Bab al-Mandab
Kasus Noelia Castillo Ramos Ubah Paradigma Eutanasia di Spanyol
Beirut Terbelah: Boikot Kabinet dan Protes Massa Warnai Eskalasi Berdarah
Rezim Toll Booth Hormuz: Iran Legalkan Pungutan Liar
DPO Narkoba Diburu! Rendy Hermawan, Tangan Kanan “Andre The Doctor” Terendus di Malaysia
Iran Izinkan 10 Tanker Minyak Lintasi Selat Hormuz
Gencatan Senjata Buntu: Trump Ulur Ultimatum Selat Hormuz
Kebakaran Hutan Riau Kian Parah, BNPB Catat 2.713 Hektare Lahan Terbakar Sejak 2026

Berita Terkait

Jumat, 27 Maret 2026 - 12:44 WIB

Front Baru di Laut Merah: Houthi Siaga Blokade Selat Bab al-Mandab

Jumat, 27 Maret 2026 - 11:42 WIB

Kasus Noelia Castillo Ramos Ubah Paradigma Eutanasia di Spanyol

Jumat, 27 Maret 2026 - 11:15 WIB

Bentrok di Maluku Tenggara Memanas, Wakapolres dan Kasat Reskrim Kena Panah Lerai Massa

Jumat, 27 Maret 2026 - 10:38 WIB

Beirut Terbelah: Boikot Kabinet dan Protes Massa Warnai Eskalasi Berdarah

Jumat, 27 Maret 2026 - 09:35 WIB

Rezim Toll Booth Hormuz: Iran Legalkan Pungutan Liar

Berita Terbaru

Melumpuhkan jalur alternatif. Kelompok Houthi di Yaman bersiap menyerang Selat Bab al-Mandab guna mendukung Iran, mengancam kehancuran total rantai pasok energi global tahun 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Front Baru di Laut Merah: Houthi Siaga Blokade Selat Bab al-Mandab

Jumat, 27 Mar 2026 - 12:44 WIB

Keadilan di ujung hayat. Noelia Castillo Ramos mengakhiri perjuangan panjangnya melalui eutanasia, menandai pergeseran besar dalam penerapan hak atas kematian yang bermartabat di Spanyol tahun 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kasus Noelia Castillo Ramos Ubah Paradigma Eutanasia di Spanyol

Jumat, 27 Mar 2026 - 11:42 WIB

Blokade dalam kedok regulasi. Garda Revolusi Iran (IRGC) memberlakukan sistem

INTERNASIONAL

Rezim Toll Booth Hormuz: Iran Legalkan Pungutan Liar

Jumat, 27 Mar 2026 - 09:35 WIB