BMKG, Kabupaten Bogor Berpotensi Hujan Lebat, Warga Diminta Waspada

Rabu, 17 September 2025 - 06:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Langit gelap dan hujan deras mengguyur kawasan perkotaan di Jabodetabek saat cuaca ekstrem.
(Posnews/Ist)

Langit gelap dan hujan deras mengguyur kawasan perkotaan di Jabodetabek saat cuaca ekstrem. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan mengguyur sejumlah wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) pada Rabu (17/9/2025) hingga Jumat (19/9/2025).

Intensitas hujan diperkirakan bervariasi, mulai ringan hingga lebat. BMKG mengingatkan warga Kabupaten Bogor untuk meningkatkan kewaspadaan. Hujan sedang hingga lebat berpotensi melanda daerah tersebut pada 17–18 September 2025.

Prakiraan Cuaca Jabodetabek 17–18 September 2025

Baca Juga :  NE Buronan Maroko Ditangkap di Jakarta, Terkait Kasus Kekerasan dan Penculikan

Data resmi BMKG per Selasa (16/9/2025) menunjukkan kondisi cuaca pukul 07.00 WIB sebagai berikut:

  • Hujan Ringan: Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Kota Tangerang.
  • Hujan Sedang: Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Kepulauan Seribu, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Bogor, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang.
  • Hujan Lebat: Kabupaten Bogor.

Prakiraan Cuaca Jabodetabek 18–19 September 2025

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada pukul 07.00 WIB, wilayah Jabodetabek diprakirakan mengalami hujan dengan rincian berikut:

  • Hujan Ringan: Kabupaten Bekasi, Kota Depok, Kota Bogor.
  • Hujan Sedang: Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Kepulauan Seribu, Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang.
Baca Juga :  Dukcapil Jaksel Jemput Bola Adminduk di 13 Sekolah, Sasar Pelajar Usia 16–17 Tahun

Masyarakat diminta menyiapkan perlindungan saat beraktivitas di luar rumah. Selain itu, warga perlu waspada potensi genangan di wilayah rawan banjir. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi
Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82
Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi
20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan
Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton
Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 21:54 WIB

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:47 WIB

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:00 WIB

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:30 WIB

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:30 WIB

Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton

Berita Terbaru

Membalikkan keadaan. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengklaim telah mengubah peta geopolitik Timur Tengah melalui ekspor teknologi pencegat drone ke negara-negara Teluk yang kini menjadi target serangan Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi

Minggu, 29 Mar 2026 - 21:54 WIB

Pemberontakan sipil di seluruh negeri. Gelombang ketiga aksi

INTERNASIONAL

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Mar 2026 - 20:00 WIB

Sisi gelap perang energi. Sekitar 20.000 pelaut sipil kini terperangkap di kawasan Teluk, menghadapi kelangkaan pasokan dasar dan ancaman serangan udara saat operator kapal mulai mengabaikan hak-hak keselamatan mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Mar 2026 - 19:30 WIB