Burn-in Layar OLED Masih Jadi Risiko bagi Gamer

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Burn-in pada layar OLED baru ternyata masih menjadi risiko bagi gamer. Brightness tinggi dan kebiasaan bermain menjadi faktor utama penyebabnya. Dok: Istimewa.

Burn-in pada layar OLED baru ternyata masih menjadi risiko bagi gamer. Brightness tinggi dan kebiasaan bermain menjadi faktor utama penyebabnya. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, JAKARTA — Layar OLED belakangan ini semakin menjadi pilihan utama gamer. Kontras sempurna, response time nyaris instan, dan HDR yang semakin terang menjadi daya tarik utamanya.

Namun, pengujian terbaru menghadirkan satu pengingat penting. Fenomena burn-in ternyata belum benar-benar hilang, dan dapat menyebabkan ghosting bila pengguna memaksa layar menampilkan objek statis dalam waktu lama.

Bagi gamer, persoalannya bukan sekadar kualitas panel semata. Kebiasaan bermain juga turut menentukan seberapa cepat panel mengalami degradasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hasil Pengujian RTINGS Selama 10.000 Jam

RTINGS menguji layar OLED dari generasi berbeda selama sekitar 10.000 jam penggunaan. Hasilnya menunjukkan ketahanan terhadap burn-in belum meningkat secara signifikan, terutama dalam skenario ekstrem dengan konten statis.

Layar OLED terbaru memang jauh lebih terang dan efisien. Namun, peningkatan tersebut tidak otomatis menghilangkan risiko degradasi pixel.

Artinya, gamer tetap perlu memperhatikan cara mereka menggunakan layar ketika bermain.

Baca Juga :  Apple Gandeng Google Gemini untuk Bangun Ulang Siri

Kebiasaan Bermain yang Memperbesar Risiko

Masalah ini menjadi lebih rentan terjadi jika melihat pola bermain gamer selama ini. Elemen seperti HUD, minimap, health bar, crosshair, skor, hingga logo tim dapat berada di lokasi yang sama selama ratusan bahkan ribuan jam.

Kondisi ini terutama terjadi ketika seseorang memainkan game kompetitif atau satu judul favorit secara rutin. Semakin tinggi brightness yang gamer gunakan, semakin besar pula beban pada pixel yang terus menampilkan elemen tersebut.

Karena itu, kebiasaan bermain game yang sama selama berjam-jam dengan HDR dan brightness tinggi memberikan risiko lebih besar. Risiko ini jauh lebih tinggi dibanding gamer yang rutin berganti-ganti game.

Ironi di Balik Kemajuan Layar OLED

Perkembangan layar OLED belakangan ini justru membuat persoalan ini sedikit lebih rumit. Panel baru mampu menghasilkan brightness hingga sekitar dua kali lipat generasi lama.

Panel ini juga lebih efisien sekitar 27 persen. Gamer pun mendapatkan lebih banyak ruang untuk mencapai HDR terang tanpa harus selalu bermain pada brightness 100 persen setiap hari.

Namun, kurangnya informasi membuat mayoritas gamer tetap melakukan kebiasaan lama seperti saat menggunakan monitor non-OLED.

Baca Juga :  Philips Resmi Meluncurkan Monitor Evnia 32M2N6901A

Kebiasaan yang Perlu Diubah Gamer OLED

Dampaknya, gamer pengguna OLED mungkin perlu mengubah sejumlah kebiasaan yang selama ini mereka anggap sepele. Jangan biarkan game berhenti di menu selama berjam-jam.

Selain itu, matikan monitor atau biarkan monitor masuk mode sleep ketika AFK. Gunakan fitur pixel shift dan panel refresh yang tersedia pada perangkat.

Pertimbangkan pula menurunkan brightness ketika tidak membutuhkan HDR maksimal.

Gamer dengan Judul Beragam Lebih Aman

Gamer yang memainkan judul berbeda-beda sebenarnya berada dalam posisi lebih aman. Tampilan yang terus berubah membantu mengurangi penggunaan pixel secara tidak merata.

Sebaliknya, gamer yang menghabiskan ribuan jam pada game dengan HUD permanen perlu lebih berhati-hati. Langkah ini penting untuk mencegah risiko burn-in.

Bukan Alasan untuk Meninggalkan OLED

Pada akhirnya, temuan ini bukan alasan untuk meninggalkan OLED sebagai monitor gaming. OLED tetap menawarkan kombinasi kualitas gambar dan respons terbaik di kelasnya.

Kondisi ini membuat permintaan monitor OLED di pasar gaming terus meningkat. Meski begitu, gamer sebaiknya memperlakukan panel mahal tersebut seperti perangkat dengan karakteristik penggunaan berbeda dari layar non-OLED.

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Supreme Analogue Pocket Hadir dengan Lapisan Emas 24K
Elden Ring untuk Switch 2 Tampil Lebih Stabil di 30 FPS
ASRock DeskMeet X300 Custom PC Rp1.050
Microsoft Rilis Surface Laptop 8 dengan Baterai Lebih Awet
Intel Prioritaskan CPU Nova Lake untuk Desktop Gaming
Redmi M100 Meluncur di Tiongkok: Mengusung Baterai Jumbo
Baterai Keyboard Wireless SteelSeries Menggembung
OpenAI Meluncurkan ChatGPT for Teens dengan Fitur Proteksi

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 10:35 WIB

Supreme Analogue Pocket Hadir dengan Lapisan Emas 24K

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:29 WIB

Burn-in Layar OLED Masih Jadi Risiko bagi Gamer

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:19 WIB

Elden Ring untuk Switch 2 Tampil Lebih Stabil di 30 FPS

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 07:30 WIB

ASRock DeskMeet X300 Custom PC Rp1.050

Jumat, 21 Agustus 2026 - 06:16 WIB

Microsoft Rilis Surface Laptop 8 dengan Baterai Lebih Awet

Berita Terbaru

Supreme Analogue Pocket hadir dengan lapisan emas 24K dan desain eksklusif. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Supreme Analogue Pocket Hadir dengan Lapisan Emas 24K

Sabtu, 22 Agu 2026 - 10:35 WIB

Burn-in pada layar OLED baru ternyata masih menjadi risiko bagi gamer. Brightness tinggi dan kebiasaan bermain menjadi faktor utama penyebabnya. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Burn-in Layar OLED Masih Jadi Risiko bagi Gamer

Sabtu, 22 Agu 2026 - 09:29 WIB

Elden Ring untuk Nintendo Switch 2 kini tampil lebih stabil di 30 FPS menjelang rilisnya. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Elden Ring untuk Switch 2 Tampil Lebih Stabil di 30 FPS

Sabtu, 22 Agu 2026 - 08:19 WIB

ASRock DeskMeet X300 Custom PC seharga sekitar US$1.050 mampu menembus 70-90 FPS di resolusi 1440p. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

ASRock DeskMeet X300 Custom PC Rp1.050

Sabtu, 22 Agu 2026 - 07:30 WIB