Buronan Kasus Minyak Mentah Pertamina, Riza Chalid Diduga Bersembunyi di Malaysia

Senin, 29 Desember 2025 - 19:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Riza Chalid buronan internasional kasus korupsi minyak. (Posnews/Ist)

Riza Chalid buronan internasional kasus korupsi minyak. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto mengungkap posisi terbaru pengusaha minyak Riza Chalid. Hingga kini, Riza Chalid diduga masih berada di Malaysia dan belum kembali ke Indonesia.

Agus menyampaikan informasi tersebut usai konferensi pers Refleksi Akhir Tahun 2025 Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Senin (29/12/2025).

Ia menegaskan, berdasarkan pemantauan yang ada, keberadaan Riza Chalid belum terdeteksi di dalam negeri.

“Indikasinya masih berada di Malaysia,” ujar Agus singkat namun tegas.

Sementara itu, Kejaksaan Agung telah menetapkan Riza Chalid sebagai tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina Subholding serta Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) periode 2018–2023.

Baca Juga :  Eksepsi Ditolak, Nadiem Makarim Resmi Diadili Kasus Korupsi Chromebook Rp2,18 Triliun

Namun, aparat belum melakukan penahanan lantaran Riza tidak berada di wilayah Indonesia.

Karena itu, Kejagung memasukkan Riza Chalid ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 19 Agustus 2025. Status buronan tersebut memperkuat langkah penegak hukum untuk memburu Riza hingga ke luar negeri.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya kasus korupsi, Kejagung juga menjerat Riza Chalid dengan sangkaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Penyidik menetapkannya sebagai tersangka TPPU sejak 11 Juli 2025 sebagai pengembangan dari perkara utama.

Baca Juga :  Klaim Fiktif BPJS Ketenagakerjaan 2014–2024 Terbongkar, Negara Rugi Rp21,73 Miliar

Di sisi lain, Kejagung turut menetapkan delapan tersangka lain dalam kasus korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang Pertamina Subholding dan KKKS.

Perkara besar ini terus bergulir dan menjadi sorotan publik karena dinilai merugikan keuangan negara dalam jumlah fantastis.

Pemerintah menegaskan komitmen mengejar seluruh buronan kasus korupsi, termasuk Riza Chalid, demi memastikan penegakan hukum berjalan tegas, transparan, dan tanpa pandang bulu.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mendorong Ecocide ke Dalam Statuta Roma dan Memburu Korporasi Perusak Alam
Mengapa Keadilan Iklim Adalah Isu Etika Paling Krusial Tahun 2026?
Sekuritisasi Perubahan Iklim: Ketika Kerusakan Alam Menjadi Ancaman Militer
Menakar Kritik Negara Selatan terhadap Standar Lingkungan Global
Membedah Geopolitik Sungai Lintas Batas di Abad ke-21
Mengapa Isu Perubahan Iklim Menjadi Alat Tawar Politik Baru?
Kematian Dunia Menurun, Namun Nigeria dan Kongo Catat Rekor Kelam
ICE Tahan Ibu dan Anak Autis Kanada Meski Dokumen Legal

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 15:11 WIB

Mendorong Ecocide ke Dalam Statuta Roma dan Memburu Korporasi Perusak Alam

Senin, 23 Maret 2026 - 14:22 WIB

Mengapa Keadilan Iklim Adalah Isu Etika Paling Krusial Tahun 2026?

Senin, 23 Maret 2026 - 13:23 WIB

Sekuritisasi Perubahan Iklim: Ketika Kerusakan Alam Menjadi Ancaman Militer

Senin, 23 Maret 2026 - 12:20 WIB

Menakar Kritik Negara Selatan terhadap Standar Lingkungan Global

Senin, 23 Maret 2026 - 11:12 WIB

Membedah Geopolitik Sungai Lintas Batas di Abad ke-21

Berita Terbaru

Lebih dari sekadar emisi. Perspektif Teori Kritis memandang krisis iklim sebagai manifestasi ketidakadilan sejarah, di mana negara berkembang menanggung beban bencana atas kemakmuran yang dinikmati negara maju. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengapa Keadilan Iklim Adalah Isu Etika Paling Krusial Tahun 2026?

Senin, 23 Mar 2026 - 14:22 WIB

Ilustrasi, Wajah baru kolonialisme? Perspektif Marxisme memandang agenda lingkungan global sebagai alat tawar negara maju (Utara) untuk menghambat industrialisasi dan memperpanjang ketergantungan negara berkembang (Selatan). Dok: Istimerwa.

INTERNASIONAL

Menakar Kritik Negara Selatan terhadap Standar Lingkungan Global

Senin, 23 Mar 2026 - 12:20 WIB

Perebutan urat nadi kehidupan. Geopolitik air kini menjadi medan tempur baru bagi negara-negara yang bersaing memperebutkan kedaulatan sumber daya di tengah ancaman kekeringan global 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Membedah Geopolitik Sungai Lintas Batas di Abad ke-21

Senin, 23 Mar 2026 - 11:12 WIB