Harga NVIDIA RTX 3060 12GB Melonjak Mendekati 500 Dolar

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

NVIDIA berencana mengalihkan chip RTX 5090 ke industri AI serta menyiapkan RTX 5080 24GB untuk pasar gaming. Dok: Istimewa.

NVIDIA berencana mengalihkan chip RTX 5090 ke industri AI serta menyiapkan RTX 5080 24GB untuk pasar gaming. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, SANTA CLARA — Harga kartu grafis NVIDIA GeForce RTX 3060 12GB melonjak drastis setelah kembali meluncur ke pasar retail. Lonjakan harga ini mencapai 45 hingga 60 persen dalam waktu singkat. Sejumlah distributor bahkan membanderol kartu grafis kelas menengah ini mendekati 500 Dolar AS.

Lonjakan Harga Varian Custom

Toko resmi MSI sempat menjual varian Ventus 2X OC seharga 300 Dolar AS. Kini, harga produk tersebut melesat naik hingga menembus angka 480 Dolar AS. Sementara itu, varian Asus Dual V2 OC bergerak dari 330 Dolar AS menjadi 500 Dolar AS.

Produsen Gigabyte turut menaikkan banderol seri Windforce OC Rev 2.0 ke kisaran 460 Dolar AS. Kenaikan harga ini terjadi akibat kelangkaan pasokan komponen cip global. Oleh karena itu, strategi menghadirkan GPU murah untuk gamer kelas menengah menghadapi kendala berat.

Persaingan dengan Generasi Baru

NVIDIA awalnya menghidupkan kembali kartu grafis berbasis arsitektur Ampere ini untuk menyediakan opsi VRAM 12GB. Namun, harga tinggi tersebut membuat RTX 3060 berhadapan langsung dengan GPU generasi anyar RTX 5060. Perangkat baru tersebut beredar di pasaran pada kisaran harga 450 Dolar AS.

Selain itu, RTX 5060 menyajikan efisiensi daya lebih baik serta dukungan teknologi DLSS Multi Frame Generation. Pengujian independen membuktikan performa RTX 5060 mampu menyamai RTX 3070 pada resolusi 1440p. Oleh sebab itu, keunggulan kapasitas memori RTX 3060 sulit membenarkan lonjakan harga tersebut.

Baca Juga :  Pengembang Berhasil Jalankan NVIDIA DLSS 5 di iGPU Intel Arc

Dampak bagi Konsumen dan Gamer

Ekspansi industri kecerdasan buatan (AI) turut menyedot pasokan memori grafis global. Fenomena ini menciptakan anomali pasar pada segmen perangkat keras gaming. Akibatnya, GPU berusia lima tahun memiliki harga yang setara dengan GPU generasi terkini.

Sebagian besar gamer kini mulai melirik pasar kartu grafis bekas (refurbished). Pilihan tersebut dinilai jauh lebih rasional daripada membeli unit baru dengan harga melambung. Dengan demikian, pasar menantikan langkah stabilisasi pasokan dari para produsen komponen.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kehadiran Steam Frame Berlayar OLED Dengan Nama Plano
Rockstar Games Mengungkap Rencana Pengembangan GTA 6
Biaya Perbaikan Layar Dalam iPhone Duo Capai Rp17 Juta
NVIDIA Menyiapkan RTX 5080 24GB Dan Mengalihkan RTX 5090
Kelompok Cyberleek Mengancam Menyebarkan Game GTA 6
Programmer Berhasil Menjalankan Super Mario 64
Hello Games Merilis No Man’s Sky versi iOS Berbekal Konten
AMD Menyiapkan Kartu Grafis RDNA 5 untuk Peluncuran

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:38 WIB

Kehadiran Steam Frame Berlayar OLED Dengan Nama Plano

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:30 WIB

Rockstar Games Mengungkap Rencana Pengembangan GTA 6

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:25 WIB

Biaya Perbaikan Layar Dalam iPhone Duo Capai Rp17 Juta

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:53 WIB

NVIDIA Menyiapkan RTX 5080 24GB Dan Mengalihkan RTX 5090

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:50 WIB

Kelompok Cyberleek Mengancam Menyebarkan Game GTA 6

Berita Terbaru

Denmark menegaskan eksplorasi sumber daya alam Greenland oleh AS harus mematuhi hukum lokal dan tidak mendapat keistimewaan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Denmark Tegaskan AS Wajib Mematuhi Hukum Greenland

Kamis, 15 Okt 2026 - 15:40 WIB