China Kecam Pemimpin Eswatini Soal Kunjungan Presiden Taiwan

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Konfrontasi lintas benua. Beijing melontarkan kecaman keras kepada Eswatini karena menjamu Presiden Taiwan Lai Ching-te, memicu ketegangan diplomatik setelah Lai berhasil menembus blokade udara untuk mengunjungi sekutu terakhirnya di Afrika. Dok: Istimewa.

Konfrontasi lintas benua. Beijing melontarkan kecaman keras kepada Eswatini karena menjamu Presiden Taiwan Lai Ching-te, memicu ketegangan diplomatik setelah Lai berhasil menembus blokade udara untuk mengunjungi sekutu terakhirnya di Afrika. Dok: Istimewa.

BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Hubungan diplomatik antara China dan Eswatini mencapai titik didih baru pada hari Rabu. Beijing menggunakan bahasa yang luar biasa tajam untuk mengecam kerajaan kecil di Afrika bagian selatan tersebut. Langkah ini merupakan respons atas kesediaan Eswatini menjamu kunjungan Presiden Taiwan, Lai Ching-te.

Awalnya, perselisihan ini bermula setelah Lai kembali ke Taipei pada hari Selasa usai melakukan kunjungan mendadak. Dalam hal ini, Eswatini merupakan satu dari hanya 12 negara yang masih mempertahankan hubungan diplomatik formal dengan Taiwan saat China terus mengeklaim kedaulatan atas pulau tersebut.

Tuduhan Beijing: “Skandal dan Sandiwara”

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, melontarkan kritik pedas dalam konferensi pers di Beijing. Ia menuduh sejumlah politisi di Eswatini telah mengkhianati tren sejarah demi kepentingan finansial.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Taiwan memelihara dan memberi makan beberapa politisi di Eswatini agar mereka menyediakan ruang bagi pasukan kemerdekaan Taiwan,” tegas Lin. Selain itu, ia menggunakan ungkapan menghina yang merujuk pada seseorang yang berada dalam perhambaan. Lin menyebut aktivitas Lai tersebut sebagai sebuah “skandal dan sandiwara” yang mendapatkan penolakan dari masyarakat internasional.

Baca Juga :  Bus TNI AL Tabrakan dengan Truk Semen di Tol Belmera, Belasan Prajurit Luka

Rintangan Logistik dan Penggunaan Pesawat Raja

Perjalanan Presiden Lai ke Afrika kali ini penuh dengan rintangan logistik. Pemerintah Taiwan mengungkapkan bahwa China menekan Seychelles, Mauritius, dan Madagaskar guna menolak izin lintas udara bagi pesawat kepresidenan. Blokade ini terjadi saat Lai berencana menghadiri perayaan 40 tahun naik takhta Raja Mswati III.

Guna menyiasati hambatan tersebut, Lai menempuh rute melingkar yang sangat jauh. Sebagai hasilnya, Lai terbang menggunakan jet pribadi A340 milik Raja Eswatini sendiri, alih-alih menggunakan pesawat komersial China Airlines seperti rencana semula. Lin Jian menyindir taktik navigasi ini dengan menyebut Lai telah “menumpang secara sembunyi-sembunyi” (stowaway) untuk sampai ke tujuan.

Respons Eswatini: “Jangan Bully Kedaulatan Kami”

Eswatini segera memberikan tanggapan tegas atas pernyataan menghina dari Beijing. Pelaksana Tugas juru bicara pemerintah Eswatini, Thabile Mdluli, menyebut pernyataan China sangat disesalkan. Menurutnya, komentar tersebut tidak memenuhi standar diskursus internasional yang layak bagi sesama aktor global.

“Semua pihak harus menghormati keputusan berdaulat kami, dan pihak luar tidak boleh merundung Eswatini,” ujar Mdluli kepada Reuters. Oleh karena itu, ia menambahkan bahwa sangat memprihatinkan melihat pernyataan semacam itu datang dari negara yang memposisikan dirinya sebagai pemimpin dunia yang bertanggung jawab.

Baca Juga :  Ramalan Zodiak Minggu 21 Desember 2025: Musim Capricorn Tiba, Saatnya Susun Resolusi Besar

Taiwan Pertegas Komitmen Global

Di Taipei, suasana kemenangan justru menyelimuti pemerintahan Lai Ching-te. Presiden Lai menegaskan bahwa kunjungannya berhasil memperdalam persahabatan antara Taiwan dan Eswatini. Ia secara konsisten menolak klaim kedaulatan Beijing atas pulau yang ia pimpin.

Lai menyatakan bahwa meskipun menghadapi “blokade dan penindasan” dari China, Taiwan akan terus melangkah maju. “Selama kita tetap bersatu dan bekerja sama dengan mitra yang sevisi, Taiwan pasti akan maju secara stabil,” ujar Lai dalam pertemuan mingguan Partai Progresif Demokratik (DPP).

Persaingan “Diplomasi Dolar” di Afrika

Sengketa ini memperjelas persaingan pengaruh yang sengit antara Beijing dan Taipei terhadap negara-negara berkembang. Kedua pihak telah lama saling tuduh menggunakan “diplomasi dolar” guna memenangkan dukungan internasional.

Singkatnya, keberhasilan Lai mencapai Eswatini menjadi simbol ketahanan diplomatik Taiwan di tahun 2026 yang penuh gejolak. Masyarakat internasional kini memantau apakah Beijing akan meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Eswatini sebagai balasan atas kesetiaan kerajaan tersebut kepada Taipei.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Donald Trump Tuding Aksi Vandalisme sebagai Penyebab
Pecah Kongsi G7: Giorgia Meloni Sebut Serangan Donald Trump
Babak Baru di Jenewa: AS dan Iran Memulai Perundingan Damai
Perusahaan Eropa Pamerkan Robot Humanoid Canggih di Vivatech
Bantai Tunisia Empat-Nol: Samurai Blue Selangkah Lagi
BGN Evaluasi Motor Listrik, Laptop hingga CCTV untuk Efisiensi Anggaran 2026
Patung Kuda Bakal Dipadati Massa, 50 Ribu Orang Siap Dukung Program MBG
Andy Burnham Menangkan Kursi Parlemen Inggris Utara

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 21:53 WIB

Donald Trump Tuding Aksi Vandalisme sebagai Penyebab

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:49 WIB

Pecah Kongsi G7: Giorgia Meloni Sebut Serangan Donald Trump

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:44 WIB

Babak Baru di Jenewa: AS dan Iran Memulai Perundingan Damai

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:28 WIB

Perusahaan Eropa Pamerkan Robot Humanoid Canggih di Vivatech

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:42 WIB

Bantai Tunisia Empat-Nol: Samurai Blue Selangkah Lagi

Berita Terbaru

Klaim sabotase di Washington. Presiden Donald Trump menuduh perusak merusak lapisan cat baru Reflecting Pool yang kini mengelupas dan berlumut hijau. Dok: REUTERS/Christian Hartmann

INTERNASIONAL

Donald Trump Tuding Aksi Vandalisme sebagai Penyebab

Minggu, 21 Jun 2026 - 21:53 WIB

Keretakan aliansi sayap kanan. Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengecam keras klaim sepihak Donald Trump mengenai foto bersama di KTT G7 Evian. Dok: (Ludovic MARIN/Pool Photo via AP)

INTERNASIONAL

Pecah Kongsi G7: Giorgia Meloni Sebut Serangan Donald Trump

Minggu, 21 Jun 2026 - 20:49 WIB

Terobosan di meja perundingan. Amerika Serikat dan Iran resmi mempublikasikan draf kesepakatan damai sementara guna mengakhiri perang dan memulihkan ekonomi dunia. Dok: REUTERS/Stringer

INTERNASIONAL

Babak Baru di Jenewa: AS dan Iran Memulai Perundingan Damai

Minggu, 21 Jun 2026 - 19:44 WIB

Kebangkitan robotika Eropa. Berbagai startup Eropa memamerkan inovasi robot humanoid di pameran Vivatech guna mengurangi ketergantungan pada dominasi manufaktur Tiongkok. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Perusahaan Eropa Pamerkan Robot Humanoid Canggih di Vivatech

Minggu, 21 Jun 2026 - 19:28 WIB

Dominasi mutlak Samurai Blue. Jepang mencetak sejarah baru setelah menggilas Tunisia empat-nol, membuka peluang lebar menuju babak gugur Piala Dunia. Dok: (AP Photo/Matias Delacroix)

INTERNASIONAL

Bantai Tunisia Empat-Nol: Samurai Blue Selangkah Lagi

Minggu, 21 Jun 2026 - 18:42 WIB