Sengketa Donetsk Sangat Sulit: Rubio Akui Jalan Buntu

Kamis, 29 Januari 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Hakim federal New York membatalkan kebijakan Trump yang menghentikan pemrosesan visa dari 75 negara, menyebutnya melanggar hukum imigrasi AS. Dok: Istimewa.

Hakim federal New York membatalkan kebijakan Trump yang menghentikan pemrosesan visa dari 75 negara, menyebutnya melanggar hukum imigrasi AS. Dok: Istimewa.

WASHINGTON/ABU DHABI, POSNEWS.CO.ID – Upaya Amerika Serikat untuk menengahi akhir perang di Ukraina membentur tembok tebal bernama Donetsk. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, memberikan penilaian jujur namun suram pada hari Rabu (28/1).

Di hadapan Komite Hubungan Luar Negeri Senat, Rubio menggambarkan ketidaksepakatan mengenai wilayah Donetsk sebagai isu utama yang tersisa dan “sangat sulit” untuk diselesaikan.

“Itu masih sebuah jembatan yang harus kita seberangi. Itu masih sebuah kesenjangan,” aku Rubio. “Namun setidaknya kita mampu mempersempit masalah menjadi satu masalah utama, dan itu mungkin akan menjadi masalah yang sangat sulit.”

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Harga Perdamaian: 5.000 Km Persegi

Inti masalahnya adalah tuntutan maksimalis Moskow. Presiden Vladimir Putin berulang kali menegaskan Rusia akan mengambil seluruh wilayah Donbas Ukraina—di mana pasukannya saat ini menguasai 90% area tersebut—dengan paksa, kecuali Kiev menyerahkannya dalam kesepakatan damai.

Baca Juga :  Roti Gratis Tak Cukup, Anak-anak Gaza Tewas Kedingina

Secara spesifik, Putin menuntut Ukraina menyerahkan sisa 20 persen wilayah Donetsk yang masih mereka pertahankan, area seluas sekitar 5.000 km persegi. Putin mengklaim Donetsk sebagai bagian dari “tanah bersejarah” Rusia.

Di sisi lain, Kiev menolak keras. Ukraina menegaskan tidak akan menghadiahi Rusia wilayah yang gagal mereka menangkan di medan perang. Jajak pendapat pun menunjukkan minimnya keinginan rakyat Ukraina untuk melakukan konsesi teritorial.

Perubahan Delegasi: Kushner dan Witkoff Absen

Dinamika negosiasi juga mengalami pergeseran personel. Rubio mengisyaratkan kemungkinan adanya kehadiran AS dalam pembicaraan lanjutan di Abu Dhabi hari Minggu depan.

Namun, dua figur kunci dari lingkaran dalam Trump tidak akan hadir. Utusan utama Presiden Donald Trump, Steve Witkoff, dan menantunya, Jared Kushner, yang memimpin putaran sebelumnya, dipastikan tidak akan berpartisipasi kali ini.

Baca Juga :  Longsor Bandung Barat: 30 Rumah Tertimbun, 6 Warga Tewas

Langkah ini menimbulkan pertanyaan mengenai strategi negosiasi Washington selanjutnya, mengingat pembicaraan akhir pekan lalu berakhir tanpa kesepakatan meski ada pertemuan tatap muka yang langka antara pejabat Rusia dan Ukraina.

Tekanan “Jaminan Keamanan”

Di balik layar, tekanan terhadap Kiev kian berat. Laporan Financial Times pada hari Selasa mengungkap ultimatum terselubung Washington. AS dikabarkan memberi tahu Ukraina bahwa mereka harus menandatangani kesepakatan damai dengan Rusia jika ingin mendapatkan jaminan keamanan AS.

Rubio mengonfirmasi hal ini secara tersirat. Ketika ditanya apakah jaminan keamanan untuk Ukraina telah disepakati, ia menjawab, “Saya pikir Anda bisa berargumen bahwa hal itu disetujui dari sisi persamaan kami… Dan tentu saja, jaminan keamanan apa pun akan berlaku setelah konflik berakhir.”

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: Reuters

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Los Angeles Dodgers Amankan Tiket Postseason MLB
Serangan Terhadap Pipa Minyak Arab Saudi dan Kapal Teluk
Kanada Jajaki Status Anggota Asosiasi Uni Eropa
Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik
Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%
Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda
Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya
Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 15:24 WIB

Los Angeles Dodgers Amankan Tiket Postseason MLB

Selasa, 15 September 2026 - 07:24 WIB

Serangan Terhadap Pipa Minyak Arab Saudi dan Kapal Teluk

Selasa, 15 September 2026 - 06:19 WIB

Kanada Jajaki Status Anggota Asosiasi Uni Eropa

Minggu, 13 September 2026 - 20:57 WIB

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik

Minggu, 13 September 2026 - 19:56 WIB

Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%

Berita Terbaru

Blizzard mengumumkan gim baru StarCraft bergenre open world shooter garapan Dan Hay pada BlizzCon 2026 dengan target rilis tahun 2030. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Blizzard Resmi Umumkan Game Baru StarCraft Open World

Rabu, 16 Sep 2026 - 09:30 WIB