Copet Babak Belur di Bogor, Diki Zulkarnaen Dihajar Massa Usai Kepergok Curi Dompet

Minggu, 26 April 2026 - 11:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, diamuk massa. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, diamuk massa. (Posnews/Ist)

BOGOR, POSNEWS.CO.ID – Begini jadinya jika warga sudah marah, aksi copet di Bogor berujung babak belur.

Polisi menangkap Diki Zulkarnaen (39) setelah kepergok membobol tas wanita di Jalan Suryakencana, Bogor Tengah.

Nahas, sebelum diamankan polisi, pelaku lebih dulu jadi bulan-bulanan massa sampai kepala berdarah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolsek Bogor Tengah, Kompol Waluyo, mengungkap kejadian bermula saat korban AM berjalan santai bersama temannya, NI, Sabtu (25/4/2026) sore.

Tiba-tiba, pelaku mendekat diam-diam dan membuka resleting tas korban untuk menggasak dompet.

Baca Juga :  Kapolda Metro Jaya Baru, Irjen Asep Edi Suheri Janji Dekatkan Polisi dengan Masyarakat

Aksi Ketahuan, Warga Ngamuk

Namun, aksi licik itu langsung ketahuan. Teman korban curiga, lalu berteriak sekencang-kencangnya. Seketika warga berdatangan dan langsung mengepung pelaku.

Tanpa banyak basa-basi, massa yang emosi langsung menghajar pelaku hingga tersungkur. Pukulan bertubi-tubi membuat kepala pelaku luka dan tubuhnya lemas tak berdaya.

“Pelaku belum sempat membawa barang, sudah keburu dipergoki,” tegas Waluyo.

Babak Belur, Langsung Dilarikan ke RS

Polisi yang datang ke lokasi langsung menyelamatkan pelaku dari amukan warga. Dalam kondisi berdarah, pelaku digotong dan dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara.

Baca Juga :  Pancaroba Mengancam, BNPB Imbau Warga Siaga Cuaca Ekstrem dan Evakuasi Mandiri

Setelah ditangani medis, polisi langsung menggiring pelaku ke Mapolsek Bogor Tengah untuk diperiksa lebih lanjut.

Kasus ini jadi bukti, aksi copet masih nekat berkeliaran. Tapi di sisi lain, polisi mengingatkan warga agar tidak main hakim sendiri karena bisa berujung masalah hukum baru. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Budaya Betawi Mendunia, 2.713 Penari Pecahkan Rekor MURI di Ancol
Dugaan TPKS Artis ATT alias BP Terjadi di Sekitar SCBD, Polisi Masih Selidiki
Sopir dan Kernet Tewas, Truk Kontainer Terguling di Tol Slipi
Guru Renang di Depok Diduga Dipukul Ojol hingga Tabrak Tiang
Cuaca Jabodetabek 13 September Cerah Berawan, Tangerang Waspada Angin
Polisi Bongkar 3 Klaster Kerusuhan Pejompongan, Alur Dana Mulai Terungkap
Tawuran di Duren Sawit Digagalkan, 6 Pemuda dan 4 Sajam Disita Polisi
3 Tersangka Pengeroyokan Bambang Setiawan Ditangkap di Bogor

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 20:41 WIB

Budaya Betawi Mendunia, 2.713 Penari Pecahkan Rekor MURI di Ancol

Minggu, 13 September 2026 - 15:40 WIB

Sopir dan Kernet Tewas, Truk Kontainer Terguling di Tol Slipi

Minggu, 13 September 2026 - 13:12 WIB

Guru Renang di Depok Diduga Dipukul Ojol hingga Tabrak Tiang

Minggu, 13 September 2026 - 05:58 WIB

Cuaca Jabodetabek 13 September Cerah Berawan, Tangerang Waspada Angin

Sabtu, 12 September 2026 - 16:01 WIB

Polisi Bongkar 3 Klaster Kerusuhan Pejompongan, Alur Dana Mulai Terungkap

Berita Terbaru

Presiden Xi Jinping menyerukan blok BRICS menjadi juru damai konflik Timur Tengah pada KTT New Delhi serta mempererat hubungan diplomatik dengan India. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik

Minggu, 13 Sep 2026 - 20:57 WIB

2.713 penari dari 12 negara membawakan Tari Semarak Jali-Jali Betawi di Ancol. (Posnews/Ancol)

JABODETABEK

Budaya Betawi Mendunia, 2.713 Penari Pecahkan Rekor MURI di Ancol

Minggu, 13 Sep 2026 - 20:41 WIB

Hakim federal AS membatalkan rencana pemangkasan 50% staf FEMA era pemerintahan Trump. Keputusan ini dinilai menegakkan undang-undang perlindungan FEMA. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%

Minggu, 13 Sep 2026 - 19:56 WIB