JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Ketua Presidium Indonesia Traffic Watch (ITW), Edison Siahaan, menyoroti kenaikan pangkat Kapolda Polda Metro Jaya menjadi Komisaris Jenderal (Komjen) Pol.
Menurutnya, promosi tersebut memang merupakan hal lumrah dalam tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia, namun tetap memunculkan sejumlah pertanyaan publik.
Edison menegaskan kenaikan pangkat perwira tinggi Polri merupakan proses organisasi yang panjang dan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan institusi.
Meski demikian, publik tetap berhak mempertanyakan rekam jejak serta capaian yang mendasari promosi tersebut.
Prestasi Dinilai Perlu Dijelaskan
Menurut Edison, pangkat bintang tiga bukan posisi yang mudah diraih. Karena itu, pencapaian yang menjadi dasar promosi seharusnya bisa dijelaskan secara terbuka kepada publik.
“Tidak ada yang perlu dipersoalkan soal kenaikan pangkat karena itu mekanisme organisasi. Namun publik tentu bertanya, prestasi apa yang bisa disandingkan dengan kenaikan pangkat tersebut,” kata Edison, Rabu (14/5/2026).
Ia menilai masih banyak perwira lain di lingkungan Polri yang dinilai layak mendapat promosi berdasarkan kinerja di lapangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kasus Firli Bahuri Disorot
Edison juga menyinggung penanganan kasus dugaan pemerasan yang menjerat mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Firli Bahuri, yang hingga kini belum sepenuhnya tuntas.
Kasus tersebut sebelumnya ditangani penyidik Polda Metro Jaya dan sempat menjadi perhatian publik karena proses hukumnya dinilai berjalan lambat.
Menurut Edison, penyelesaian kasus besar seperti itu seharusnya menjadi salah satu tolok ukur dalam menilai kinerja pejabat kepolisian.
Efek Domino di Internal Polri
Selain itu, Edison menilai kenaikan pangkat Kapolda Metro Jaya berpotensi diikuti promosi pejabat lain, mulai dari Wakapolda, pejabat utama hingga kapolres di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Ia mengingatkan promosi jabatan juga harus diiringi kesiapan anggaran dan dukungan operasional agar tidak membebani institusi.
“Nah, yang perlu dibahas adalah kesiapan anggaran dan dukungan tugas bagi para perwira yang menerima kenaikan pangkat dengan jabatan yang sama,” ujarnya.
Peluang Jadi Kapolri
Terkait anggapan bahwa kenaikan pangkat tersebut menjadi tiket menuju kursi Kapolri, Edison menilai hal itu sah-sah saja.
Menurutnya, semua perwira Polri yang memenuhi syarat memiliki peluang yang sama untuk menjadi orang nomor satu di Korps Bhayangkara.
Namun, ia menegaskan promosi jabatan tetap harus mengedepankan profesionalisme, transparansi, dan rekam jejak yang kuat agar tidak memunculkan polemik di tengah masyarakat. **
Editor : Hadwan












