JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Bencana hidrometeorologi basah kembali mengamuk di sejumlah daerah.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan cuaca ekstrem berupa hujan lebat, petir, dan angin kencang menerjang Tasikmalaya, Wonosobo, hingga Klaten secara beruntun.
Kepala Pusat Data BNPB, Abdul Muhari, menegaskan bencana terjadi sejak Minggu (29/3/2026) dan berdampak luas.
Pertama, hujan deras dan angin kencang menghantam tiga kecamatan di Tasikmalaya. Dampaknya, 9 rumah terdampak dan 4 unit rusak ringan.
BPBD langsung bergerak cepat. Petugas melakukan asesmen dan pendataan untuk mempercepat penanganan darurat.
Wonosobo Lumpuh, Pohon Tumbang Tutup Jalan
Selanjutnya, angin kencang menghajar Wonosobo. Sebanyak 6 rumah dan 1 ruko rusak di Desa Timbang, Kecamatan Leksono.
Tak hanya itu, pohon tumbang sempat menutup akses jalan antar desa. Tim gabungan langsung mengevakuasi dan membersihkan material.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Klaten Paling Parah, Puluhan Rumah Rusak
Sementara itu, Klaten mengalami dampak paling serius. Cuaca ekstrem merusak 85 rumah (83 ringan, 2 sedang) di 18 desa dan 5 kecamatan.
Selain itu, bencana juga menghantam fasilitas umum:
- 2 sekolah rusak
- 4 fasilitas umum terdampak
- 2 tempat ibadah rusak
- 3 ruko terdampak
- 48 pohon tumbang
Akibatnya, 87 KK terdampak dan 4 warga mengungsi. Akses jalan terganggu di 21 titik, bahkan listrik dan internet sempat lumpuh.
Kudus Siaga, Ratusan Rumah Terdampak
Berikutnya, hujan deras dan angin kencang menerjang Kecamatan Undaan, Kudus, Senin (30/3).
Dampaknya:
- 2 rumah rusak berat
- 1 warga luka-luka
- 395 rumah masih didata
- Total 397 KK terdampak
Hingga kini, penanganan darurat terus berjalan. Status siaga bencana di Kudus masih berlaku hingga 31 Mei 2026.
Tim Gabungan Turun Tangan
BPBD bersama TNI, Polri, SAR, PMI, dan relawan bergerak cepat. Mereka mengevakuasi korban, membersihkan puing, dan memperbaiki rumah warga.
Bencana hidrometeorologi basah terus mengintai. Karena itu, warga diminta waspada terhadap hujan lebat, angin kencang, dan potensi bencana susulan seperti banjir dan longsor. (red)
Editor : Hadwan



















