Cuaca Jabodetabek 21 Februari 2026, Berawan Tebal Hingga Hujan Ringan

Sabtu, 21 Februari 2026 - 04:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi awan gelap menggantung di langit Jakarta dengan rintik hujan ringan.
(Posnews/Canva)

Ilustrasi awan gelap menggantung di langit Jakarta dengan rintik hujan ringan. (Posnews/Canva)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) pada Sabtu (21/2/2026) didominasi awan tebal.

Selain itu, hujan ringan hingga sedang berpotensi turun di sejumlah titik sejak dini hari.

Data prakiraan menyebutkan, kondisi cuaca cenderung labil. Karena itu, warga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi secara tiba-tiba.

Pagi Hari: Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah

Pada pukul 07.00–13.00 WIB, BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Jabodetabek akan diselimuti awan tebal. Namun demikian, hujan ringan diperkirakan turun di sebagian wilayah Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, dan Jakarta Timur.

Baca Juga :  Gubernur DKI Tegur MRT Soal Tarif Sewa Kios Blok M, UMKM Jadi Prioritas

Tak hanya itu, Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten dan Kota Bogor, serta Kabupaten Tangerang juga berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan.

Siang hingga Sore: Jakarta Selatan dan Depok Berpotensi Diguyur Hujan

Selanjutnya, pada pukul 13.00–19.00 WIB, awan tebal masih mendominasi langit Jabodetabek. Hujan ringan diperkirakan terjadi di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

Sementara itu, wilayah Kota Tangerang Selatan, Kota Bogor, dan Kota Depok juga masuk dalam zona potensi hujan ringan pada siang hingga sore hari.

Baca Juga :  KPK Siap Tindak Tambang Emas Ilegal Dekat Mandalika, Bahlil Persilakan Proses Hukum Jalan

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Suhu 20–28 Derajat, Angin Hingga 40 Km/Jam

BMKG mencatat suhu udara di Kota dan Kabupaten Bogor berkisar 20–26 derajat Celsius. Adapun wilayah lain di Jabodetabek berada pada rentang 24–28 derajat Celsius.

Kelembapan udara terpantau tinggi, yakni 68–96 persen. Selain itu, angin permukaan bertiup dari arah barat hingga barat laut dengan kecepatan 10–40 kilometer per jam.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca melalui situs resmi, aplikasi InfoBMKG, media sosial @infoBMKG, atau call center 196 guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ibu ABK Terdakwa 2 Ton Sabu Menangis, Minta Prabowo Hentikan Hukuman Mati
Kreasi Minuman Segar Tanpa Gula Berlebih untuk Berbuka
Krisis Kesatuan Kanada: Alberta Gelar Referendum Batasi Imigran
Kronologi KA Bandara Soetta Tabrak Truk Trailer di Tangerang Terekam CCTV
Pemerintah Wacanakan Komnas HAM Punya Kewenangan Penyidikan Kasus HAM Berat
Begal Modus Pura-pura Diludahi di Cempaka Putih, Motor Pemuda Sukabumi Raib
Banjir Jakarta 20 Februari 2026: 168 RT Terendam, Kampung Melayu Capai 1,5 Meter
Trump Perintahkan Rilis Dokumen Alien: Tuduh Obama Bocorkan Rahasia Area 51

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 05:19 WIB

Ibu ABK Terdakwa 2 Ton Sabu Menangis, Minta Prabowo Hentikan Hukuman Mati

Sabtu, 21 Februari 2026 - 04:53 WIB

Cuaca Jabodetabek 21 Februari 2026, Berawan Tebal Hingga Hujan Ringan

Jumat, 20 Februari 2026 - 18:55 WIB

Kreasi Minuman Segar Tanpa Gula Berlebih untuk Berbuka

Jumat, 20 Februari 2026 - 18:45 WIB

Krisis Kesatuan Kanada: Alberta Gelar Referendum Batasi Imigran

Jumat, 20 Februari 2026 - 17:48 WIB

Kronologi KA Bandara Soetta Tabrak Truk Trailer di Tangerang Terekam CCTV

Berita Terbaru

Minuman hangat seperti wedang jahe, susu kunyit, dan teh jahe lemon yang meningkatkan imun tubuh saat musim hujan. (Posnews/Bluebird Provisions on Unsplash)

NETIZEN

Kreasi Minuman Segar Tanpa Gula Berlebih untuk Berbuka

Jumat, 20 Feb 2026 - 18:55 WIB

Otonomi vs Federasi. Premier Alberta Danielle Smith mengumumkan referendum untuk membatasi jumlah imigran guna mengurangi beban berat pada layanan publik dan infrastruktur provinsi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Krisis Kesatuan Kanada: Alberta Gelar Referendum Batasi Imigran

Jumat, 20 Feb 2026 - 18:45 WIB