Cuaca Jabodetabek 6–8 November 2025, BMKG: Hujan Lebat Siaga Banjir dan Longsor

Kamis, 6 November 2025 - 06:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peta prakiraan cuaca Indonesia 17 Maret 2026 menunjukkan potensi hujan di sejumlah kota besar.
(Posnews/Ist)

Peta prakiraan cuaca Indonesia 17 Maret 2026 menunjukkan potensi hujan di sejumlah kota besar. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi cuaca ekstrem bagi warga Jabodetabek.

Pasalnya, perubahan cuaca yang makin tak menentu terjadi pada Kamis (6/11/2025) hingga Sabtu (8/11/2025) pukul 07.00 WIB.

Dilansir dari laman resmi BMKG, Rabu (5/11/2025), wilayah Bogor menjadi daerah yang paling berisiko dihantam hujan lebat.

Potensi banjir dan tanah longsor pun meningkat, terutama di kawasan rawan lereng dan bantaran sungai.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dan menghindari aktivitas luar ruangan saat hujan deras mengguyur.

Baca Juga :  Ramalan Zodiak Rabu 26 November 2025: Virgo Panen Cuan, Libra Hati-Hati Mulut Manis

Prakiraan Cuaca Jabodetabek 6–7 November 2025 (Pukul 07.00 WIB)

Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di:

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Kepulauan Seribu, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Bogor, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang.

Hujan Sedang Berpotensi Terjadi di:

Kabupaten Bogor

Prakiraan Cuaca Jabodetabek 7–8 November 2025 (Pukul 07.00 WIB)

Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di:

Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang

Baca Juga :  Pasutri Pakistan Telan 159 Kapsul Sabu Seberat 1,6 Kg Diciduk - Ini Kronologisnya

Hujan Sedang Berpotensi Terjadi di:

Jakarta Selatan, Kepulauan Seribu, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Bogor

Hujan Lebat Berpotensi Terjadi di:

Kabupaten Bogor

BMKG menegaskan, masyarakat Jabodetabek diminta tetap waspada, karena intensitas hujan bisa meningkat mendadak akibat dinamika atmosfer dan potensi awan konvektif lokal.

“Jaga kesehatan, siapkan jas hujan, dan hindari genangan air saat beraktivitas pagi hingga malam,” imbau BMKG. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82
Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi
20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan
Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton
Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global
Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:47 WIB

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:00 WIB

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:30 WIB

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:30 WIB

Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:00 WIB

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Berita Terbaru

Pemberontakan sipil di seluruh negeri. Gelombang ketiga aksi

INTERNASIONAL

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Mar 2026 - 20:00 WIB

Sisi gelap perang energi. Sekitar 20.000 pelaut sipil kini terperangkap di kawasan Teluk, menghadapi kelangkaan pasokan dasar dan ancaman serangan udara saat operator kapal mulai mengabaikan hak-hak keselamatan mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Mar 2026 - 19:30 WIB

Ilustrasi, Modernisasi vs Tradisi. Kyoto mengkaji rencana pelonggaran batas tinggi bangunan dari 31 meter menjadi 60 meter guna menarik investasi, memicu perdebatan mengenai identitas visual ibu kota kuno Jepang tersebut. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Minggu, 29 Mar 2026 - 18:00 WIB