ISLAMABAD, POSNEWS.CO.ID – Hubungan diplomatik antara Pakistan dan Afghanistan resmi runtuh setelah Islamabad melancarkan operasi militer skala besar semalam. Menteri Pertahanan Pakistan menyebut tindakan tersebut sebagai awal dari konfrontasi militer total.
“Cangkir kesabaran kami telah meluap. Sekarang adalah perang terbuka antara kami dan Anda,” tegas Khawaja Muhammad Asif pada Jumat pagi. Serangan terkoordinasi ini melibatkan jet tempur dan artileri berat guna menghancurkan infrastruktur militer Taliban di sepanjang perbatasan sepanjang 2.600 kilometer.
Serangan Udara di Kabul dan Kandahar
Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, mengonfirmasi bahwa pasukan udara Pakistan menghantam beberapa titik strategis di ibu kota Kabul, serta wilayah Kandahar dan Paktia. Video yang beredar menunjukkan kobaran api besar melalap bangunan yang otoritas sebut sebagai markas besar Taliban.
Warga di Kabul melaporkan suara ledakan dahsyat yang diikuti oleh deru mesin jet tempur dan sirine ambulans sepanjang malam. Pemerintah Pakistan berdalih bahwa operasi ini merupakan serangan balasan atas provokasi militer Afghanistan sebelumnya. Juru bicara pemerintah, Mosharraf Zaidi, mengeklaim pihaknya berhasil melumpuhkan 133 pejuang Taliban dan menghancurkan 27 pos militer dalam satu malam.
Tuduhan Perlindungan Militan dan TTP
Akar konflik ini bersumber dari tuduhan lama Islamabad bahwa pemerintahan Taliban memberikan perlindungan bagi kelompok militan Tehreek-e-Taliban (TTP). Pakistan meyakini bahwa TTP menggunakan wilayah Afghanistan sebagai basis untuk meluncurkan teror di kota-kota besar Pakistan.
Namun demikian, pihak Taliban secara konsisten membantah tuduhan tersebut. Mereka menegaskan bahwa masalah keamanan Pakistan merupakan urusan internal yang tidak berkaitan dengan kedaulatan Afghanistan. Ketegangan semakin meruncing setelah Pakistan melancarkan serangan udara ke kamp-kamp TTP awal pekan ini, yang menurut Kabul telah menewaskan 13 warga sipil tidak bersalah.
Ancaman Batalion Pengebom Bunuh Diri
Situasi keamanan di kawasan kini berada pada tingkat bahaya tertinggi. Media pemerintah Afghanistan di Nangarhar merilis gambar yang mereka sebut sebagai batalion pengebom bunuh diri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Laporan intelijen menyebutkan bahwa para penyerang telah dilengkapi dengan rompi peledak dan bom mobil untuk menyerang target-target vital di pusat kota Pakistan. Oleh karena itu, otoritas Pakistan kini memberlakukan status siaga satu guna mengantisipasi eskalasi serangan teror sebagai bentuk balasan Taliban.
Pada akhirnya, pecahnya perang terbuka ini mengancam stabilitas seluruh kawasan Asia Selatan. Masyarakat internasional mendesak kedua belah pihak untuk menahan diri, namun retorika keras dari Islamabad menunjukkan bahwa Pakistan tidak akan berhenti sebelum ancaman militansi di perbatasan benar-benar tuntas.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















