Ditolak Bawa Anak, Pria di Kupang Diduga Bacok Mantan Istri dan Bocah 10 Tahun

Kamis, 24 September 2026 - 14:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Korban mendapat perawatan di rumah sakit. (Posnews/Polsek Alak)

Korban mendapat perawatan di rumah sakit. (Posnews/Polsek Alak)

KUPANG, POSNEWS.CO.ID – Persoalan keluarga di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), berujung pada aksi kekerasan.

Seorang pria berinisial MWL (29) diduga menyerang mantan pasangan sirinya, SSO (28), dan seorang anak laki-laki berinisial ASS (10) menggunakan parang.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Perdamaian, RT 26/RW 10, Kelurahan Batuplat, Kecamatan Alak, Kota Kupang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut keterangan kepolisian, insiden terjadi sekitar pukul 06.30 WITA saat kedua korban berada di dalam rumah. SSO mengalami luka pada kedua kaki, sedangkan ASS mengalami luka pada bagian tumit belakang.

Kapolsek Alak AKP I Ketut Setiasa membenarkan kejadian tersebut.

“Benar, telah terjadi tindak pidana penganiayaan berat di wilayah hukum Polsek Alak. Pelaku menyerang korban menggunakan senjata tajam jenis parang saat korban sedang berada di kamar,” kata I Ketut, dikutip dari keterangan Polresta Kupang Kota.

Datang dari Surabaya, Ingin Membawa Anak

Polisi menyebut MWL sebelumnya baru tiba dari Surabaya. Ia kemudian mendatangi rumah korban dengan maksud membawa anak hasil hubungan mereka.

Baca Juga :  Menantu Otak Pembunuhan Mertua di Pekanbaru, Korban Dipukul Balok hingga Tewas

Namun, keinginan tersebut ditolak korban dan keluarganya.

Situasi kemudian memanas. Menurut polisi, MWL diduga pergi dan membeli sebilah parang dari seorang warga sebelum kembali ke rumah korban.

“Pelaku emosi karena bermaksud mengambil anaknya, tetapi tidak diizinkan oleh korban dan keluarganya.

Saat tiba di lokasi, pelaku langsung mengayunkan parang ke arah korban SSO dan turut mengenai anak korban, ASS,” ujar I Ketut.

Aksi tersebut membuat persoalan keluarga berubah menjadi tindak kekerasan yang melibatkan seorang anak.

Pelaku Melarikan Diri, Bhabinkamtibmas Bergerak

Setelah kejadian, MWL diduga melarikan diri dari lokasi.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Batuplat kemudian mengamankan MWL di rumahnya. Petugas piket SPKT Polsek Alak selanjutnya membawa pria tersebut ke Mapolsek Alak untuk menjalani proses hukum.

Polisi juga mengamankan parang yang diduga digunakan dalam serangan tersebut sebagai barang bukti.

Sementara itu, warga dan saksi segera membawa SSO dan ASS ke RSUP dr. Ben Mboi untuk mendapatkan perawatan medis.

Baca Juga :  Speedboat Pemkab Fakfak Tenggelam, 10 Penumpang Termasuk Pejabat Daerah

Polisi Olah TKP

Setelah menerima laporan, Tim Inafis Polresta Kupang Kota turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Langkah tersebut dilakukan untuk mengumpulkan dan mendokumentasikan barang bukti serta membantu penyidik mengungkap rangkaian kejadian secara lebih lengkap.

Pihak keluarga korban juga telah membuat laporan resmi kepada kepolisian.

“Saat ini pelaku beserta barang bukti berupa parang sudah berhasil kita amankan di Mapolsek Alak untuk proses hukum lebih lanjut,” kata I Ketut.

Konflik Keluarga Jangan Berujung Kekerasan

Kasus ini menjadi pengingat bahwa persoalan mengenai hubungan keluarga dan pengasuhan anak membutuhkan penyelesaian dengan kepala dingin.

Ketika komunikasi menemui jalan buntu, penyelesaian melalui keluarga, tokoh masyarakat, maupun jalur hukum jauh lebih aman dibandingkan menghadapi persoalan dengan kekerasan.

Terlebih, keterlibatan anak dalam konflik orang dewasa dapat menimbulkan dampak fisik maupun psikologis yang tidak ringan.

Polisi masih memproses perkara tersebut sesuai hukum yang berlaku. Karena itu, setiap pihak tetap harus menghormati proses penyidikan dan asas praduga tak bersalah sampai perkara memperoleh keputusan hukum tetap. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Berangkat dari Bogor Dukung Persib, Roby Kurniawan Tewas di Tol Tegal
Tak Pernah Terdengar Cekcok, Pasangan Lansia di Pati Berakhir Tragis
Longsor Curug Lawe Kendal Tewaskan Satu Wisatawan, Tiga Luka
WN Malaysia Rampas Toyota Rush di Batam, Korban Rugi Rp292 Juta
Pemuda Makassar Kritis Dibusur Saat Tawuran, Polisi Tangkap Terduga Pelaku
Baku Tembak 45 Menit di Yahukimo, TNI Temukan Gubuk Persembunyian
Truk Tabrak Penyeberang Jalan di Cileungsi, Korban Tewas di Lokasi
Polisi Gerebek Dua Lokasi di Bogor, Temukan Kunci T hingga Alat Isap Sabu

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 16:20 WIB

Berangkat dari Bogor Dukung Persib, Roby Kurniawan Tewas di Tol Tegal

Minggu, 8 November 2026 - 06:37 WIB

Longsor Curug Lawe Kendal Tewaskan Satu Wisatawan, Tiga Luka

Minggu, 8 November 2026 - 06:10 WIB

WN Malaysia Rampas Toyota Rush di Batam, Korban Rugi Rp292 Juta

Minggu, 8 November 2026 - 05:43 WIB

Pemuda Makassar Kritis Dibusur Saat Tawuran, Polisi Tangkap Terduga Pelaku

Sabtu, 7 November 2026 - 18:41 WIB

Baku Tembak 45 Menit di Yahukimo, TNI Temukan Gubuk Persembunyian

Berita Terbaru

Ai+ Smartphone percepat kenaikan harga ke 11 November 2026 akibat krisis memori. Simak penyebab dan dampaknya bagi harga ponsel. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Ai+ Percepat Penyesuaian ke 11 November

Minggu, 8 Nov 2026 - 21:27 WIB