Dua Begal Motor Ditangkap Warga Usai Rampas HP di Daan Mogot

Jumat, 17 Oktober 2025 - 16:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, massa mengeroyok pelaku. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, massa mengeroyok pelaku. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Aksi pembegalan belakangan di wilayah Cengkareng membuat warga resah. Begitu mendapat pelakunya warga tanpa ampun langsung menghajarnya hingga babak belur.

Seperti yang terjadi di Jl. Daan Mogot TL Green Garden arah Cengkareng, RW 005, Kelurahan Kedaung Kali Angke, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (16/10/2025) dini hari.

Dua pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) bernama Putra Ramadhan dan Ian Nazilli Irwan babak belur setelah tertangkap warga usai merampas ponsel milik seorang pejalan kaki.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.00 WIB ketika korban Hendi tengah berjalan sambil memainkan ponsel merek Vivo Y91C warna biru. Tiba-tiba, dua pelaku yang berboncengan motor datang dari arah belakang dan memepet korban.

Baca Juga :  Laras Faizati Diberhentikan dari AIPA Usai Ditetapkan Tersangka Provokasi Pembakaran Mabes Polri

“Pelaku yang duduk di belakang langsung merampas ponsel dari tangan saya, lalu kabur ke arah Duri Kosambi,” ujar Hendi kepada polisi.

Korban yang panik langsung berteriak meminta tolong dan berusaha mengejar pelaku bersama dua saksi, yakni Raden Cepi Wahyudi dan Hafif Rio Randi.

Aksi kejar-kejaran pun terjadi di jalanan Daan Mogot hingga akhirnya kedua pelaku berhasil ditangkap warga tak jauh dari lokasi kejadian.

Baca Juga :  Polri Bagikan 38.268 Paket Sembako Jelang Idul Fitri 1447 H untuk Personel dan ASN Mabes

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga kemudian mengamankan pelaku dan barang bukti berupa ponsel hasil rampasan sebelum menyerahkannya ke Polsek Cengkareng.

“Kerugian korban sekitar Rp500 ribu. Kedua pelaku bersama barang bukti sudah kami amankan untuk proses hukum,” ujar salah satu petugas Polsek Cengkareng.

Kini, polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap kedua pelaku untuk mendalami kemungkinan keterlibatan mereka dalam kasus serupa di wilayah Jakarta Barat. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi
Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82
Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi
20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan
Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton
Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 21:54 WIB

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:47 WIB

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:00 WIB

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:30 WIB

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:30 WIB

Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton

Berita Terbaru

Membalikkan keadaan. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengklaim telah mengubah peta geopolitik Timur Tengah melalui ekspor teknologi pencegat drone ke negara-negara Teluk yang kini menjadi target serangan Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi

Minggu, 29 Mar 2026 - 21:54 WIB

Pemberontakan sipil di seluruh negeri. Gelombang ketiga aksi

INTERNASIONAL

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Mar 2026 - 20:00 WIB

Sisi gelap perang energi. Sekitar 20.000 pelaut sipil kini terperangkap di kawasan Teluk, menghadapi kelangkaan pasokan dasar dan ancaman serangan udara saat operator kapal mulai mengabaikan hak-hak keselamatan mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Mar 2026 - 19:30 WIB