Dudung Libatkan Kampus Awasi Program Makan Bergizi Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman berdialog dengan mahasiswa Universitas Brawijaya terkait Program Makan Bergizi Gratis. (Posnews/Ist)

Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman berdialog dengan mahasiswa Universitas Brawijaya terkait Program Makan Bergizi Gratis. (Posnews/Ist)

MALANG, POSNEWS.CO.ID – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman menerima kritik dan masukan mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG), swasembada pangan, hingga hilirisasi riset.

Dalam dialog tersebut, Dudung menegaskan pemerintah akan melibatkan kampus dan mahasiswa dalam pengawasan distribusi logistik serta edukasi gizi pada program MBG.

Mahasiswa UB, Farhan Fariz Rizqullah, menilai penyaluran MBG di sejumlah daerah belum tepat sasaran.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga meminta pemerintah menggandeng akademisi untuk pendampingan teknis dan memprioritaskan anggaran di wilayah dengan angka stunting serta kerentanan gizi yang tinggi.

Menanggapi hal itu, Dudung mengakui masih terdapat perbedaan kualitas pelaksanaan MBG di berbagai daerah.

Pemerintah juga menemukan kasus makanan yang tidak habis dikonsumsi penerima manfaat.

Karena itu, pemerintah akan mengevaluasi dan menata ulang program tersebut.

“Hal-hal seperti ini akan ditata ulang agar program benar-benar mencapai tujuannya,” kata Dudung, Minggu (14/6/2026).

Baca Juga :  Polda Metro Jaya Rotasi 175 Personel, Ini Daftar Lengkap Perwira yang Dimutasi

Menurutnya, pemerintah akan fokus pada tiga hal, yakni standarisasi gizi menu, kualitas bahan pangan, dan ketepatan sasaran dengan memprioritaskan daerah rawan stunting serta wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

Regenerasi Petani Disorot

Mahasiswa Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan, Naufal Syahfahlevie Samosir, menyoroti lambatnya regenerasi petani.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan 10 hingga 12 tahun untuk mencetak petani muda yang mandiri dan adaptif.

Ia menilai pembangunan sektor pertanian tidak akan maksimal tanpa strategi yang mampu menarik minat generasi muda.

Dudung menjelaskan swasembada pangan berbeda dengan swasembada beras.

Swasembada pangan bertujuan memenuhi seluruh kebutuhan pangan nasional, sedangkan swasembada beras fokus pada pemenuhan kebutuhan karbohidrat utama.

Ia juga mengakui mayoritas petani Indonesia berusia di atas 40 tahun. Karena itu, pemerintah terus mendorong modernisasi teknologi agar sektor pertanian lebih menarik bagi generasi muda.

Baca Juga :  Tim SAR Temukan Seluruh Korban Erupsi Gunung Dukono, Operasi SAR Resmi Ditutup

Hilirisasi Riset Jadi Perhatian

Mahasiswa Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem, Muhammad Ziyad Husaini, menyoroti kesenjangan antara hasil riset kampus dan kebutuhan industri.

Ia meminta pemerintah memperkuat akses permodalan, pendampingan bisnis, dan ekosistem startup agar inovasi mahasiswa dapat berkembang menjadi usaha nyata.

Dudung sepakat bahwa tantangan besar Indonesia saat ini bukan hanya hilirisasi sumber daya alam, tetapi juga hilirisasi sumber daya manusia.

“Banyak lulusan perguruan tinggi memiliki kompetensi luar biasa, tetapi saluran yang menghubungkan dunia akademik dengan dunia kerja masih terbatas,” ujarnya.

Dudung memastikan seluruh hasil dialog tersebut akan dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai bahan evaluasi dan penyempurnaan kebijakan pemerintah.

Menurutnya, masukan dari kalangan akademisi penting untuk memastikan investasi pendidikan tinggi menghasilkan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat dan negara. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kecelakaan KMP Virgo Transport 8, Menhub Perintahkan Pencarian Korban Dikebut
Menag Nasaruddin: Semakin Dekat Al-Qur’an, Semakin Mulia Akhlak
Kapal Virgo Transport 8 Kecelakaan di Laut Jawa, 140 Orang Masih Hilang
Gempa M5,9 Guncang DKI Jakarta, Getaran Terasa hingga Jawa dan Sumatra
Jaket Pelampung Ditemukan di Laut, Ternyata Bukan Milik Jurnalis Hilang
BMKG Ungkap Banyak Sensor Gempa Hilang, Peringatan Dini Bisa Terganggu
KemenHAM Desak Penembakan 3 ASN Jayawijaya Diusut Tuntas
Anwar Abbas Minta Kasus Abah Setu Tetap Diproses Polisi

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 06:21 WIB

Kecelakaan KMP Virgo Transport 8, Menhub Perintahkan Pencarian Korban Dikebut

Minggu, 13 September 2026 - 21:17 WIB

Menag Nasaruddin: Semakin Dekat Al-Qur’an, Semakin Mulia Akhlak

Minggu, 13 September 2026 - 15:53 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Kecelakaan di Laut Jawa, 140 Orang Masih Hilang

Sabtu, 12 September 2026 - 06:31 WIB

Gempa M5,9 Guncang DKI Jakarta, Getaran Terasa hingga Jawa dan Sumatra

Jumat, 11 September 2026 - 17:24 WIB

Jaket Pelampung Ditemukan di Laut, Ternyata Bukan Milik Jurnalis Hilang

Berita Terbaru