Eks Perawat Culik Bayi di RS Sundari Medan, 2 Perempuan Jadi Tersangka

Kamis, 3 September 2026 - 06:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, wanita pelaku kejahatan diborgol. (Posnews/Shutterstock)

Ilustrasi, wanita pelaku kejahatan diborgol. (Posnews/Shutterstock)

MEDAN, POSNEWS.CO.ID – Tangisan bayi yang seharusnya menjadi kebahagiaan keluarga berubah menjadi kepanikan di RSU Sundari Medan.

Seorang bayi laki-laki yang baru lahir diduga diculik dari rumah sakit pada Senin (31/8/2026).

Yang membuat kasus ini semakin mengkhawatirkan, salah satu perempuan yang kini menjadi tersangka ternyata pernah bekerja sebagai perawat di rumah sakit tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Polrestabes Medan telah menetapkan dua perempuan sebagai tersangka. Mereka berinisial A dan P. A merupakan mantan perawat RSU Sundari, sedangkan P diduga membantu pelarian menggunakan sepeda motor.

Berpura-pura Jadi Perawat

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Adrian Risky Lubis mengungkapkan, A diduga memanfaatkan pengalaman dan pengetahuannya tentang lingkungan rumah sakit.

A masuk ke rumah sakit dengan berpura-pura sebagai perawat. Setelah itu, dia mengambil bayi tersebut dan membawanya keluar.

Sementara itu, P sudah menunggu di atas sepeda motor di depan rumah sakit. Keduanya kemudian meninggalkan lokasi bersama bayi tersebut. Polisi masih mendalami peran P secara lebih lanjut.

Baca Juga :  Pemerintah Siapkan Perpres Ojol, Tarif dan Perlindungan Mitra Jadi Fokus

Aksi tersebut akhirnya terbongkar setelah ibu bayi menyadari anaknya tidak berada di tempat semula. Dalam kondisi panik, keluarga segera melapor kepada polisi.

Petugas kemudian bergerak melakukan penyelidikan. Hasilnya, polisi berhasil mengamankan kedua tersangka dan menemukan bayi tersebut.

Bayi Berhasil Ditemukan

Kabar yang sedikit melegakan datang setelah polisi menemukan bayi pada malam hari setelah kejadian. Bayi kemudian dikembalikan kepada orang tuanya yang masih menjalani perawatan di RSU Sundari.

Polisi selanjutnya membawa kedua tersangka untuk menjalani pemeriksaan. Hingga kini, motif penculikan masih dalam penyelidikan.

Artinya, penyidik belum memastikan apakah tindakan tersebut berkaitan dengan keinginan memiliki anak, masalah pribadi, faktor ekonomi, atau kemungkinan motif lainnya.

Karena itu, seluruh dugaan masih harus menunggu hasil pemeriksaan polisi.

Mantan Perawat Jadi Sorotan

Kasus ini menjadi peringatan serius bagi pengelola fasilitas kesehatan.

Baca Juga :  Data PPATK: 103.092 Warga Kabupaten Bogor Main Judol, Deposit Capai Rp414,4 Miliar

Status sebagai mantan pekerja membuat A diduga memahami lingkungan rumah sakit dan dapat memanfaatkan situasi untuk mendekati ruang perawatan.

Karena itu, rumah sakit perlu memperketat sistem keamanan bayi, terutama akses menuju ruang bersalin dan ruang perawatan neonatal.

Petugas juga perlu memastikan identitas setiap orang yang mendekati bayi.

Selain itu, keluarga sebaiknya tidak menyerahkan bayi kepada orang yang tidak dikenal meskipun menggunakan atribut atau mengaku sebagai tenaga kesehatan.

Di sisi lain, masyarakat tidak boleh mengambil tindakan sendiri terhadap tersangka. Proses hukum harus tetap berjalan agar motif dan kemungkinan keterlibatan pihak lain dapat diungkap secara terang.

Beruntung, bayi tersebut berhasil ditemukan dan kembali ke pelukan orang tuanya.

Namun, kasus ini meninggalkan pesan penting: keamanan bayi di rumah sakit bukan sekadar prosedur administrasi, melainkan perlindungan terhadap kehidupan dan masa depan seorang anak. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Abu Krakatau Masuk Serang, Sekolah PAUD-SMP Beralih ke PJJ
Abu Anak Krakatau Sampai Bogor, Water Cannon Semprot Jalan Utama
Abu Anak Krakatau Sampai Bogor, Polisi Bagikan Masker ke Warga
Penumpang Merak-Bakauheni Turun Imbas Erupsi Anak Krakatau
Dua Pesawat Garuda dari Jeddah dan Madinah Mendarat di Kertajati
Nelayan Masuk Zona Bahaya Anak Krakatau, Polisi Perketat Patroli 3 Km
Bocah 12 Tahun Tewas Dicekik Tetangga Gara-Gara HP
Cemburu Liat Chat Berujung Maut! Mozza Dibekap 7 Menit hingga Tewas

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 20:38 WIB

Abu Krakatau Masuk Serang, Sekolah PAUD-SMP Beralih ke PJJ

Minggu, 6 September 2026 - 17:13 WIB

Abu Anak Krakatau Sampai Bogor, Water Cannon Semprot Jalan Utama

Minggu, 6 September 2026 - 16:50 WIB

Abu Anak Krakatau Sampai Bogor, Polisi Bagikan Masker ke Warga

Minggu, 6 September 2026 - 16:39 WIB

Penumpang Merak-Bakauheni Turun Imbas Erupsi Anak Krakatau

Minggu, 6 September 2026 - 15:46 WIB

Dua Pesawat Garuda dari Jeddah dan Madinah Mendarat di Kertajati

Berita Terbaru

Penumpang di stasiun kereta api PT KAI.
(Posnews/Net)

JABODETABEK

Jangan Salah Naik, 12 Perjalanan KRL Dibatalkan 7-30 September

Senin, 7 Sep 2026 - 07:24 WIB

Polisi mengungkap korban  Mozza Axillia dibunuh MDVA setelah cekcok akibat cemburu lalu jasadnya dibuang ke jurang Tol Jangli. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Misteri Mozza Terbongkar, Pelaku Ditangkap Saat Nonton Voli

Senin, 7 Sep 2026 - 06:05 WIB

Ilustrasi, Commuter Line tetap beroperasi di tengah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
(Posnews/KAI)

JABODETABEK

Gunung Anak Krakatau Erupsi, KAI Commuter Merak Tetap Jalan

Senin, 7 Sep 2026 - 05:51 WIB

Ilustrasi, cuaca cerah mendominasi Jabodetabek Senin 7 September 2026 dengan suhu hingga 35 derajat Celsius.
(Posnews/Ist)

JABODETABEK

Senin 7 September, Jabodetabek Cerah tapi Suhu Bisa Menyengat

Senin, 7 Sep 2026 - 05:41 WIB