China dan Eropa Desak Jalur Diplomasi Akhiri Krisis Selat Hormuz

Selasa, 14 April 2026 - 11:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Iran dan Oman belum finalisasi kesepakatan Selat Hormuz, sementara Trump mengancam akan mengebom Oman jika menghalangi kepentingan AS. Dok: Istimewa.

Iran dan Oman belum finalisasi kesepakatan Selat Hormuz, sementara Trump mengancam akan mengebom Oman jika menghalangi kepentingan AS. Dok: Istimewa.

BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Tekanan internasional terhadap kebijakan militer Amerika Serikat di Timur Tengah semakin menguat. Pemerintah Tiongkok secara resmi menyatakan bahwa blokade maritim di Selat Hormuz bukan merupakan solusi bagi keamanan global.

Dalam konteks ini, Menteri Luar Negeri Wang Yi menyampaikan keberatan tersebut saat bertemu Utusan Khusus Presiden UEA di Beijing. Tiongkok memandang pencapaian gencatan senjata permanen melalui jalur politik sebagai satu-satunya jalan keluar yang logis di tahun 2026.

Tiongkok dan UEA: Arteri Energi Harus Terbuka

Juru bicara Kemenlu Tiongkok, Guo Jiakun, menekankan pentingnya menjaga keamanan koridor perdagangan internasional tersebut. Menurutnya, gangguan navigasi saat ini merupakan dampak langsung dari konflik berkepanjangan antara Washington dan Teheran.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tiongkok mendesak semua pihak untuk tetap tenang dan menahan diri. Oleh karena itu, Beijing siap terus memainkan peran konstruktif guna mencegah kelumpuhan logistik energi. Di saat yang sama, Komando Pusat AS (CENTCOM) dilaporkan mulai melakukan operasi pembersihan ranjau laut yang diduga milik Garda Revolusi Iran pada 11 April kemarin.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Resmi Tetapkan Biaya Haji 2026, Ini Daftar Lengkap per Embarkasi

Perlawanan Diplomatik Eropa: Pirasi dan Hukum Internasional

Respon keras juga datang dari Teheran dan ibu kota negara-negara Eropa. Militer Iran melabeli rencana blokade Amerika Serikat sebagai bentuk “bajak laut” yang melanggar hukum internasional secara terang-terangan.

Selain itu, para pemimpin Eropa menunjukkan kekhawatiran yang serupa:

  1. Ursula von der Leyen (Uni Eropa): Menegaskan bahwa pemulihan navigasi bersifat “paramount” atau sangat mendesak bagi ekonomi kawasan.
  2. Keir Starmer (Inggris): Menyatakan Inggris tidak akan terseret ke dalam konflik dan tidak mendukung blokade apa pun.
  3. Emmanuel Macron (Perancis): Mengonfirmasi rencana konferensi bersama Inggris guna menjamin kebebasan navigasi dengan misi yang murni bersifat defensif.

Sebagai hasilnya, blok Barat kini tampak terbelah antara strategi tekanan maksimal Trump dengan pendekatan perlindungan maritim berbasis hukum yang diusung Eropa.

Tantangan Perundingan: Angka $\$27$ Miliar yang Membeku

Meskipun tensi militer meningkat, upaya mediasi di balik layar tetap berjalan intensif. Laporan The Wall Street Journal menyebutkan bahwa para mediator sedang mengupayakan putaran dialog baru dalam beberapa hari ke depan.

Baca Juga :  Mobil Listrik Bekas Rp 100 Jutaan Kian Diburu, Wuling Air EV Jadi Primadona

Namun, terdapat tiga batu sandungan utama yang sulit terjebak kesepakatan:

  • Biaya Transit: Iran menuntut legalitas biaya lintas di selat, sementara AS menolaknya.
  • Stok Uranium: Masa depan pengayaan uranium Iran yang telah mencapai tingkat tinggi.
  • Aset Beku: Tuntutan Teheran atas pelepasan pendapatan senilai $\$27$ miliar yang saat ini masih tertahan akibat sanksi.

Hitungan Mundur 22 April

Masa depan stabilitas energi dunia kini bergantung pada keberhasilan diplomasi di Islamabad atau Doha sebelum 22 April mendatang. Pada akhirnya, berakhirnya masa gencatan senjata sementara ini akan menentukan apakah Timur Tengah akan kembali jatuh ke dalam perang terbuka.

Dengan demikian, masyarakat internasional memantau seberapa jauh Amerika Serikat bersedia melunakkan posisi tawar mereka. Di tahun 2026 yang penuh gejolak ini, keberanian untuk berkompromi menjadi barang langka yang sangat dibutuhkan guna mencegah ledakan harga minyak yang dapat menghancurkan pasar global secara permanen.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Marco Rubio Tegaskan Akses Starlink Ukraina Keputusan SpaceX
Elon Musk Ancam Politisi Demokrat Terkait Rencana Penyelidikan
Rusia Bebaskan Guru Asal AS Stephen Hubbard
Macron Kecam Narasi Pemimpin Asing Atas Kerusuhan Prancis
Tahun Kedua Kepemimpinan Takaichi Hadapi Tantangan Internal
Serangan Rudal Balistik Houthi Menewaskan Puluhan Prajurit
Donald Trump Manfaatkan Kerusuhan Prancis Demi Senat
Parlemen Australia Helen Haines Kehilangan Kaki Mobil

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:28 WIB

Marco Rubio Tegaskan Akses Starlink Ukraina Keputusan SpaceX

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:23 WIB

Elon Musk Ancam Politisi Demokrat Terkait Rencana Penyelidikan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:20 WIB

Rusia Bebaskan Guru Asal AS Stephen Hubbard

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:18 WIB

Macron Kecam Narasi Pemimpin Asing Atas Kerusuhan Prancis

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:16 WIB

Tahun Kedua Kepemimpinan Takaichi Hadapi Tantangan Internal

Berita Terbaru

Attack Shark resmi merilis mouse gaming R5 Turbo dari bahan carbon fiber berbobot 43 gram dengan sensor PixArt 60.000 DPI dan polling rate 8.000 Hz. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Attack Shark Rilis Mouse Gaming Carbon Fiber R5 Turbo

Jumat, 23 Okt 2026 - 15:58 WIB

Nintendo meluncurkan revisi Switch 2 di Eropa dengan baterai mudah lepas. Simak pembongkaran komponen layar LCD, motherboard, dan RAM. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Nintendo Rilis Switch 2 di Eropa dengan Baterai Mudah Lepas

Jumat, 23 Okt 2026 - 14:56 WIB

Square Enix mengonfirmasi Hard Mode pada Final Fantasy VII Revelation langsung terbuka sejak awal permainan dengan mekanisme baru. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Pengembang Final Fantasy VII Pastikan Hard Mode Terbuka

Jumat, 23 Okt 2026 - 13:42 WIB