Eurovision 2026 Pecah: 4 Negara Boikot, Israel Tetap Melaju di Tengah Protes Gaza

Jumat, 5 Desember 2025 - 15:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Atlet Israel Yuval Raphael sabet juara kedua pada ajang Eurovision. Dok: Istimewa.

Atlet Israel Yuval Raphael sabet juara kedua pada ajang Eurovision. Dok: Istimewa.

JENEWA, POSNEWS.CO.ID – Panggung musik terbesar di Eropa sedang tidak baik-baik saja. Kontes Lagu Eurovision 2026 menghadapi krisis perpecahan yang serius. Tercatat, empat negara peserta resmi mengumumkan boikot pada Kamis (04/12/2025).

Irlandia, Spanyol, Slovenia, dan Belanda mengambil langkah drastis tersebut. Alasannya, mereka menolak keputusan penyelenggara yang tetap memberikan lampu hijau bagi Israel untuk berkompetisi.

Uni Penyiaran Eropa (EBU) memutuskan untuk tidak mengadakan pemungutan suara terkait partisipasi Israel dalam sidang umum mereka. Sebaliknya, mereka hanya memperkenalkan aturan baru untuk membatasi promosi politik.

“Sebagian besar anggota setuju bahwa kontes Eurovision 2026 harus berjalan sesuai rencana,” demikian bunyi pernyataan resmi EBU.

Alasan Kemanusiaan dan “Genosida”

Keputusan EBU langsung memicu reaksi keras. Penyiar nasional Irlandia, RTÉ, menyebut partisipasi negaranya “tidak masuk akal” di tengah krisis Gaza.

“RTÉ merasa partisipasi Irlandia tetap tidak masuk akal mengingat hilangnya nyawa yang mengerikan di Gaza,” tegas pernyataan RTÉ.

Baca Juga :  Tanah Bergerak di Karanganyar–Kertanegara, Polres Purbalingga Evakuasi Warga Terancam

Senada dengan itu, penyiar Spanyol RTVE juga menarik diri. Menteri Kebudayaan Spanyol, Ernest Urtasun, mendukung penuh langkah tersebut dengan bahasa yang tajam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Anda tidak bisa memutihkan Israel mengingat genosida di Gaza. Budaya harus berpihak pada perdamaian dan keadilan,” ujar Urtasun.

Sementara itu, penyiar Belanda Avrotros dan Slovenia RTVSLO juga mundur. Mereka menilai partisipasi dalam kondisi saat ini bertentangan dengan nilai-nilai publik, kesetaraan, dan rasa hormat yang mereka junjung.

BBC dan Jerman Tetap Lanjut

Meskipun terjadi gelombang boikot, negara-negara besar lainnya memilih jalan berbeda. BBC Inggris memastikan akan tetap menyiarkan kompetisi tersebut. Mereka berdalih mendukung keputusan kolektif EBU demi inklusivitas.

Penyiar Jerman SWR juga mengonfirmasi keikutsertaannya. Menurut mereka, kompetisi ini diselenggarakan oleh lembaga penyiaran, bukan pemerintah. SWR menilai penyiar Israel, Kan, telah memenuhi semua persyaratan teknis untuk berpartisipasi.

Baca Juga :  AS Sita Tanker Rusia di Atlantik Utara: Moskow Tuduh Washington

Kelompok negara Nordik seperti Norwegia, Swedia, Finlandia, Denmark, dan Islandia juga memberikan dukungan agar kontes tetap berjalan. Namun, mereka menekankan pentingnya dialog berkelanjutan untuk menjaga kredibilitas acara.

Israel Sambut Baik

Presiden Israel, Isaac Herzog, menyambut gembira keputusan EBU. Ia menilai negaranya layak tampil di setiap panggung dunia.

“Saya berharap kompetisi ini akan tetap menjadi ajang yang memperjuangkan budaya, musik, dan persahabatan antarnegara,” tulis Herzog di media sosial X.

Israel sendiri memiliki sejarah panjang di Eurovision. Faktanya, mereka telah memenangkan kontes ini sebanyak empat kali sejak debut pada 1973. Kini, Eurovision ke-70 akan tetap digelar di Wina, Austria, meskipun bayang-bayang boikot politik terus menghantui kemeriahannya.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PM Sanae Takaichi Perkuat Aliansi Energi dan Keamanan di Vietnam
Imam Masjid di Palopo Bonyok Dikeroyok OTK Usai Tegur Bocah Main Mikrofon
Pembunuhan Bocah Aborigin Picu Kerusuhan Massa dan Aksi Main Hakim Sendiri
Warung Sembako di Kalideres Ternyata Jual Obat Keras Ilegal, 2 Pengedar Ditangkap
Raul Castro Pimpin Longmarch Hari Buruh di Tengah Blokade Minyak AS
Kasus Kecelakaan Kereta di Bekasi Naik Penyidikan, Polisi Periksa Green SM Besok
Essa Suleiman Didakwa Percobaan Pembunuhan, Inggris Siaga Tinggi
Tabrak Lari di Kalimalang, Pedagang Buah Terluka Parah – Polisi Buru Sopir Pajero Hitam

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:24 WIB

PM Sanae Takaichi Perkuat Aliansi Energi dan Keamanan di Vietnam

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:35 WIB

Imam Masjid di Palopo Bonyok Dikeroyok OTK Usai Tegur Bocah Main Mikrofon

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:21 WIB

Pembunuhan Bocah Aborigin Picu Kerusuhan Massa dan Aksi Main Hakim Sendiri

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:20 WIB

Warung Sembako di Kalideres Ternyata Jual Obat Keras Ilegal, 2 Pengedar Ditangkap

Minggu, 3 Mei 2026 - 14:17 WIB

Raul Castro Pimpin Longmarch Hari Buruh di Tengah Blokade Minyak AS

Berita Terbaru

Menjaga stabilitas kawasan. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengumumkan evolusi strategi Indo-Pasifik di Hanoi. Ia menjanjikan dukungan finansial besar untuk ketahanan energi dan keamanan maritim guna menghadapi agresivitas China. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Sanae Takaichi Perkuat Aliansi Energi dan Keamanan di Vietnam

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:24 WIB