Jantung Ekonomi di Ujung Tanduk: Mengapa AS Menghindari Tangki Minyak di Pulau Kharg?

Minggu, 15 Maret 2026 - 15:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lampu hijau perdamaian. Pakistan sukses memediasi gencatan senjata bersyarat selama dua pekan antara Washington dan Teheran, membuka jalan bagi perundingan komprehensif untuk mengakhiri perang di Timur Tengah. Dok: Istimewa.

Lampu hijau perdamaian. Pakistan sukses memediasi gencatan senjata bersyarat selama dua pekan antara Washington dan Teheran, membuka jalan bagi perundingan komprehensif untuk mengakhiri perang di Timur Tengah. Dok: Istimewa.

TELUK PERSI, POSNEWS.CO.ID – Amerika Serikat meluncurkan serangan udara berat terhadap Pulau Kharg, titik ekspor minyak paling vital milik Iran. Presiden Donald Trump menegaskan bahwa serangan tersebut hanya menghancurkan fasilitas militer. Oleh karena itu, Trump sengaja membiarkan infrastruktur energi tetap berfungsi untuk saat ini.

Meskipun demikian, Trump memberikan peringatan keras. Jika Iran terus mengganggu pelayaran di Selat Hormuz, ia akan segera meninjau kembali keputusan tersebut. Hal ini membuka peluang bagi serangan terhadap infrastruktur energi di masa depan.

Mengapa Pulau Kharg Sangat Berarti?

Pulau Kharg memiliki nilai strategis yang luar biasa besar bagi Iran. Pulau kecil ini terletak sekitar 25 kilometer dari pantai barat laut Iran. Bahkan, Kharg menangani sekitar 90 persen dari total ekspor minyak mentah Iran. Dermaga air dalamnya memungkinkan kapal supertanker memuat minyak secara langsung.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah Iran membangun fasilitas ini sejak tahun 1960-an. Seiring berjalannya waktu, Teheran memperluas tangki penyimpanan dan jaringan pipa di sana. Akibatnya, Kharg menjadi tulang punggung pendapatan negara. Karena ukurannya yang kecil, fasilitas ini sangat terkonsentrasi dan menjadi target militer yang sangat empuk.

Baca Juga :  Sengketa Donetsk Sangat Sulit: Rubio Akui Jalan Buntu

Empat Alasan AS Menahan Diri

Banyak pihak bertanya-tanya mengapa Pentagon tidak langsung menghancurkan tangki minyak Iran. Dalam konteks ini, para analis melihat adanya strategi yang lebih luas. Pertama, Washington ingin menghindari guncangan energi global. Serangan langsung ke fasilitas minyak dapat mendorong harga minyak mentah ke angka $200 per barel.

Kedua, AS mungkin ingin menjaga aset tersebut sebagai alat tawar-menawar. Selanjutnya, alasan ketiga berkaitan dengan dukungan publik. Menghancurkan infrastruktur sipil justru dapat memicu kemarahan rakyat Iran terhadap AS. Terakhir, Washington mewaspadai serangan balasan Iran terhadap fasilitas bisnis Amerika di Timur Tengah. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, sudah mengancam akan membidik korporasi AS sebagai aksi retaliasi.

Potensi Serangan Darat dan Kehadiran USS Tripoli

Konflik ini kemungkinan besar akan semakin memanas. Laporan menyebutkan Washington sedang mempertimbangkan serangan amfibi untuk merebut Pulau Kharg. Jika berhasil, AS dapat melumpuhkan ekspor Iran sepenuhnya. Namun, risiko operasi ini sangat tinggi karena lokasi Kharg yang dekat dengan daratan utama Iran.

Baca Juga :  Pemerintah AS Siap Kembalikan Dana Tarif $166 Miliar Pasca-Putusan Mahkamah Agung

Oleh sebab itu, Pentagon telah mengerahkan kapal serbu amfibi USS Tripoli ke Timur Tengah. Kapal ini membawa Unit Ekspedisi Marinir ke-31 yang terdiri dari ribuan personel dan jet tempur F-35. Pasukan ini siap melakukan operasi darat jika Presiden Trump memberikan perintah.

Respon Iran: Ancaman di Garis Pantai 2.000 Km

Analis militer Iran, Hossein Kanani Moghaddam, menegaskan bahwa negaranya tidak gentar. Bahkan, ia menyebut Iran telah mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz melalui jalur pipa darat. Oleh karena itu, serangan terhadap Kharg dianggap tidak akan memberikan keuntungan strategis bagi Washington.

Selain itu, Moghaddam memperingatkan tentang kekuatan pertahanan pantai Iran. Iran memiliki garis pantai sepanjang 2.000 kilometer di sepanjang Teluk Persi. Secara simultan, pasukan Iran dapat menyerang unit militer AS dari wilayah daratan mereka sendiri. “Kami dapat menetralisir mereka dengan mudah dari sepanjang garis pantai ini,” tegas mantan komandan IRGC tersebut.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih
Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China
El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar
Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit
Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15
Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai
Lonjakan Harga Global Tekan Impor Minyak Nabati India
Polisi Tembak Mati Pelaku Penabrakan Minivan Pride

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:12 WIB

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:09 WIB

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:00 WIB

El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:17 WIB

Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:13 WIB

Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15

Berita Terbaru

Langkah taktis amankan benteng udara. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menemui Donald Trump di Washington guna membahas produksi mandiri rudal Patriot. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Kamis, 30 Jul 2026 - 16:12 WIB

Langkah taktis Teheran amankan wilayah udara. Iran membeli 400 peluncur rudal panggul buatan China bernilai 70 juta dolar AS guna memperkuat pertahanan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Kamis, 30 Jul 2026 - 14:09 WIB