Fase Kedua Gencatan Senjata Gaza Dimulai: Trump Bentuk Komite Teknokrat

Kamis, 15 Januari 2026 - 09:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lebih dari 460 nyawa melayang sejak gencatan senjata dimulai. Kini, krisis meluas ke Tepi Barat di mana 25.000 warga Hebron terkurung di rumah mereka tanpa listrik dan roti. Dok: Istimewa.

Lebih dari 460 nyawa melayang sejak gencatan senjata dimulai. Kini, krisis meluas ke Tepi Barat di mana 25.000 warga Hebron terkurung di rumah mereka tanpa listrik dan roti. Dok: Istimewa.

WASHINGTON/KAIRO, POSNEWS.CO.ID – Amerika Serikat secara resmi mengumumkan awal fase kedua dari gencatan senjata Gaza. Langkah krusial ini mencakup pembentukan komite teknokrat Palestina yang akan mengambil alih roda pemerintahan sehari-hari di wilayah tersebut selama masa transisi.

Utusan khusus Presiden Donald Trump, Steve Witkoff, menyampaikan pengumuman ini melalui media sosial. Ia menegaskan bahwa fase kedua ini akan memulai “demiliterisasi penuh dan rekonstruksi Gaza, terutama pelucutan senjata semua personel yang tidak sah”.

Meskipun Witkoff belum merinci nama-nama anggota komite, Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdelatty, membawa kabar lebih konkret. Hanya beberapa jam sebelum pengumuman AS, Abdelatty menyatakan bahwa para pihak telah mencapai kesepakatan mengenai ke-15 anggota komite tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Komite ini akan terjun ke Jalur Gaza untuk mengelola kehidupan sehari-hari dan layanan penting,” ujar Abdelatty.

Wajah Baru Pemerintahan Gaza

Pengamat memproyeksikan para anggota komite berasal dari kalangan teknokrat, bukan politisi murni. Meski demikian, publik meyakini beberapa di antaranya memiliki afiliasi dengan partai Fatah yang mendominasi Otoritas Palestina (PA).

Baca Juga :  Perang Terpendek dalam Sejarah: 38 Menit yang Memalukan

Dua nama kuat mencuat sebagai kandidat ketua komite: Ali Shaath, mantan wakil menteri perencanaan PA, dan Majed Abu Ramadan, menteri kesehatan PA saat ini.

Menurut para diplomat di kawasan, komite transisi ini tidak akan bekerja sendirian. Nickolay Mladenov, seorang diplomat veteran Bulgaria dan PBB yang sangat dihormati di kawasan tersebut, akan mengawasi kinerja mereka. Mladenov, yang pernah menjabat sebagai utusan PBB untuk proses perdamaian Timur Tengah (2015-2020), nantinya akan melapor langsung kepada “Dewan Perdamaian” yang Donald Trump ketuai.

Bayang-Bayang Perang dan Sandera Terakhir

Fase kedua ini hadir di tengah situasi yang masih rapuh. Fase pertama bermula pada 10 Oktober lalu dengan pertukaran sandera Israel dan tahanan Palestina. Pasukan Israel telah mundur ke “garis gencatan senjata kuning”, namun masih menguasai sebagian besar wilayah.

Meski pengeboman berkurang, perang belum benar-benar berhenti. Sekitar 450 warga Palestina kehilangan nyawa sejak gencatan senjata bermula. Selain itu, para perunding belum mencapai kesepakatan mengenai pelucutan senjata Hamas.

Baca Juga :  Trump Ancam Intervensi Militer Setelah Dakwa Raul Castro

Isu sandera juga masih menjadi ganjalan utama. Kelompok keluarga sandera Israel mendesak AS menunda fase kedua hingga Hamas mengembalikan jenazah sandera terakhir, Ran Gvili. Hamas mengklaim belum bisa menemukan tubuh Gvili.

Witkoff memberikan ultimatum keras. “AS mengharapkan Hamas mematuhi kewajibannya sepenuhnya, termasuk pengembalian segera sandera terakhir yang meninggal,” tegasnya. “Kegagalan melakukan hal itu akan membawa konsekuensi serius.”

Agenda Mendesak: Bantuan dan Penarikan Pasukan

Diskusi intensif di Kairo mengenai fase kedua ini juga menyoroti isu-isu mendesak lainnya. Fokus utamanya adalah penarikan lebih lanjut pasukan Israel dari Gaza dan pembukaan kembali penyeberangan Rafah antara Mesir dan Gaza.

Para pejabat berharap langkah ini dapat memperlancar masuknya bantuan yang selama ini menumpuk di sisi perbatasan Mesir, serta meningkatkan arus barang kebutuhan pokok bagi warga Gaza yang terdampak perang.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Donald Trump Bentuk AI Force dan Tolak Pembatasan AI
Pengamat Oposisi Pingsan Saat Polisi Lakukan Penangkapan
Denmark Tegaskan Kedaulatan Usai Trump Klaim Kontrol
Houthi Serang Situs di Riyadh dan Fasilitas Aramco di Yanbu
Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik ke Arah Laut Jepang
AS Setujui Penjualan Jet Tempur F-35 ke Arab Saudi
Hakim AS Larang Pembongkaran Gedung Kennedy Center
Milisi Houthi Kuasai Jalur Maritim Utama Yaman

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 21:58 WIB

Donald Trump Bentuk AI Force dan Tolak Pembatasan AI

Minggu, 20 September 2026 - 20:55 WIB

Pengamat Oposisi Pingsan Saat Polisi Lakukan Penangkapan

Minggu, 20 September 2026 - 20:30 WIB

Denmark Tegaskan Kedaulatan Usai Trump Klaim Kontrol

Minggu, 20 September 2026 - 19:49 WIB

Houthi Serang Situs di Riyadh dan Fasilitas Aramco di Yanbu

Minggu, 20 September 2026 - 18:42 WIB

Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik ke Arah Laut Jepang

Berita Terbaru