Garuda Muda Siap Tempur, Indra Sjafri Targetkan Emas SEA Games 2025

Jumat, 10 Oktober 2025 - 09:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garuda Muda Mulai Fokus Persiapan SEA Games 2025. DOk: PSSI

Garuda Muda Mulai Fokus Persiapan SEA Games 2025. DOk: PSSI

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Garuda muda makin panas. Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia SEA Games 2025, Bayu Priawan Djokosoetono, yakin betul Timnas Indonesia U-23 di bawah asuhan Indra Sjafri bakal kembali rebut medali emas.

Sejak 2 Oktober 2025, skuad Garuda Muda sudah menggelar pemusatan latihan (TC) di Jakarta hingga 14 Oktober 2025. Sebanyak 32 pemain pilihan dipanggil pelatih Indra Sjafri untuk memperkuat tim.

Sebagai bagian dari persiapan, Timnas U-23 akan menguji kekuatan lewat dua laga uji coba melawan India U-23 di Stadion Madya GBK, Jakarta, pada 10 dan 13 Oktober 2025.

Baca Juga :  Timnas Indonesia U-17 Catat Sejarah Manis di Piala Dunia, Nova Arianto: Ini Baru Awal

Pastikan Pemain Siap Tempur

Bayu Priawan turun langsung meninjau latihan Timnas di Lapangan A Senayan, Jakarta. Ia memastikan seluruh fasilitas latihan dan kondisi pemain dalam keadaan prima.

“Kami meninjau langsung cabang sepak bola yang paling dinanti rakyat Indonesia. Harapan kami jelas, timnas harus kembali membawa pulang emas!” tegas Bayu, Rabu (8/10/2025).

Bayu menegaskan, pengalaman dan kepemimpinan Indra Sjafri jadi modal besar untuk menjaga gelar juara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya percaya penuh pada Coach Indra dan semangat para pemain. Mereka siap mempertahankan predikat juara bertahan!” ujarnya penuh keyakinan.

Baca Juga :  Pecahkan Rekor Dunia SEA Games, Rizki Juniansyah Naik Pangkat Kapten TNI dan Bonus Fantastis

Ia menambahkan, semua atlet kini fokus total menghadapi pesta olahraga terbesar Asia Tenggara itu.

“Target kami jelas: emas harus kembali ke Indonesia,” tandas Bayu bersemangat.

SEA Games 2025 akan berlangsung di Thailand pada 9–20 Desember 2025. Untuk cabang sepak bola pria, laga akan digelar di tiga kota — Bangkok, Chiang Mai, dan Songkhla City — mulai 3 hingga 18 Desember 2025.

Sebelum berangkat ke Thailand pada akhir November 2025, Timnas U-23 akan menjalani TC tahap kedua dan sejumlah uji coba tambahan di Jakarta. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global
Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig
Membedah Ekofeminisme dan Krisis Ekologi Global
Mengapa Interseksionalitas Menjadi Kunci Keadilan Sosial
Gembong Narkoba Dewi Astutik Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan, Otak Kasus 2 Ton Sabu
Final FIFA Series 2026: Lawan Bulgaria di GBK, Ujian Sesungguhnya Garuda
Harga Bahan Pokok Stabil, Cabai hingga Bawang Turun Pasca Lebaran 2026

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:56 WIB

Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:30 WIB

Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:00 WIB

Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig

Minggu, 29 Maret 2026 - 16:30 WIB

Membedah Ekofeminisme dan Krisis Ekologi Global

Minggu, 29 Maret 2026 - 16:10 WIB

Mengapa Interseksionalitas Menjadi Kunci Keadilan Sosial

Berita Terbaru

Membongkar narasi perang. Perspektif Keamanan Kritis mengungkap bagaimana konstruksi maskulinitas militeristik mendominasi kebijakan luar negeri dan sering kali mengabaikan kerentanan nyata perempuan di wilayah konflik. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Minggu, 29 Mar 2026 - 17:30 WIB

Ilustrasi, Ekonomi Gig menjanjikan kebebasan

INTERNASIONAL

Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig

Minggu, 29 Mar 2026 - 17:00 WIB

Melawan logika dominasi. Ekofeminisme mengungkap bahwa pemulihan bumi mustahil tercapai tanpa meruntuhkan struktur patriarki yang mengeksploitasi perempuan dan alam secara bersamaan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Membedah Ekofeminisme dan Krisis Ekologi Global

Minggu, 29 Mar 2026 - 16:30 WIB

Menembus batas identitas tunggal. Konsep interseksionalitas membuktikan bahwa perjuangan perempuan tidak bisa menggunakan pendekatan 'satu ukuran untuk semua' guna menghapus penindasan yang berlapis. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengapa Interseksionalitas Menjadi Kunci Keadilan Sosial

Minggu, 29 Mar 2026 - 16:10 WIB