NEW YORK, POSNEWS.CO.ID – Kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI) kini mewujudkan impian unik para pecinta buku.
Interaksi Dua Arah Bersama Buku
CEO Sinai.ai Ahmed Kamel membagikan visi platform terbarunya.
Ia menegaskan bahwa pembaca kini memperlakukan buku layaknya objek hidup.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pengguna dapat mengakses buku elektronik atau buku audio bersama chatbot AI.
Pembaca cukup mengajukan pertanyaan saat bingung memahami alur cerita.
Sistem AI menjawab pertanyaan mengenai psikologi karakter hingga latar belakang sejarah.
Pembaca tidak perlu lagi melakukan riset terpisah di mesin pencari.
Persaingan Raksasa Teknologi
Startup Prancis My Smart Book merilis fitur serupa pada pertengahan April.
Chatbot ini murni mengambil rujukan dari teks asli buku.
Raksasa e-commerce Amazon juga meramaikan persaingan teknologi ini.
Anak perusahaan Amazon, Audible, merilis fitur Ask a Question.
Pendengar cukup menekan satu tombol untuk bertanya di tengah cerita.
Perwakilan Audible menegaskan komitmen mereka untuk meningkatkan pengalaman pelanggan.
Layanan Kindle milik Amazon juga menghadirkan fitur Ask this Book.
Perusahaan ElevenLabs meluncurkan fitur ElevenReader Voice Chat.
Fitur ini mengubah seluruh isi buku menjadi percakapan dua arah.
Perdebatan Hak Cipta dan Royalti Penulis
Meskipun canggih, inovasi ini memicu perdebatan mengenai hak cipta.
Sinai.ai hanya menyediakan buku domain publik atau buku berizin resmi.
Pendiri iChatbook Brian Yang memilih pendekatan yang berbeda.
iChatbook menyajikan perpustakaan konsep dan fakta tanpa mengutip teks asli.
Metode ini membantu pelajar memahami gagasan utama secara sederhana.
Langkah ini sekaligus menghindarkan platform dari masalah hukum hak cipta.
Namun beberapa platform lain justru mengabaikan perlindungan hak cipta.
Platform Myreader mengizinkan pengguna mengunggah buku apa pun secara bebas.
Google merestrukturisasi nama NotebookLM menjadi Gemini Notebook tanpa menyaring hak cipta.
Aplikasi BookWorm AI juga tidak memeriksa lisensi karya tulis.
Penolakan Keras Lembaga Authors Guild
Sinai.ai merancang sistem baru bernama AI rights.
Sistem ini menyalurkan pembayaran kepada penulis dan penerbit.
Kamel mengonfirmasi komunikasi aktif bersama empat penerbit raksasa Amerika Serikat.
Ia meyakini teknologi baru ini memicu minat orang untuk membaca kembali buku lama.
Namun lembaga Authors Guild melayangkan kecaman keras terhadap Amazon.
Mereka menilai fitur Ask this Book beroperasi tanpa lisensi resmi.
Authors Guild menyebut langkah Amazon menciptakan preseden hukum yang sangat berbahaya.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













