Gempa Bekasi M4,7 Disusul 13 Kali Guncangan, Bangunan di Karawang Rusak

Kamis, 21 Agustus 2025 - 09:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar informasi gempa bumi di Melonguane dari BMKG (Twitter @infoBMKG)

Tangkapan layar informasi gempa bumi di Melonguane dari BMKG (Twitter @infoBMKG)

JAKARTA, ONLINEWS.CO.ID Gempa magnitudo (M) 4,9 yang diperbarui menjadi M4,7 mengguncang Karawang, Bekasi, dan sekitarnya pada Rabu (20/8/2025) malam.

Sementara itu,  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 13 gempa susulan hingga Kamis (21/8/2025) pagi.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menegaskan gempa susulan terjadi sebanyak 13 kali. Kekuatan terbesar mencapai M3,9, sedangkan terkecil M1,7. Jumlah event susulan 13,” kata Daryono.

Gempa utama terjadi pukul 19.52 WIB dengan episenter di darat, 19 km tenggara Bekasi pada kedalaman 10 km. BMKG menyebut gempa ini dangkal dan dipicu sesar naik busur belakang Jawa Barat.

Baca Juga :  Hajatan Tradisi Budaya Kepulauan Seribu di Pantai Sakura Pulau Untung Jawa

Wilayah yang Merasakan Guncangan

Getaran gempa dirasakan di sejumlah daerah:

  • Skala III MMI: Purwakarta, Cikarang, Depok. Getaran terasa jelas di dalam rumah, seperti truk melintas.
  • Skala II–III MMI: Bandung, Jakarta, Tangerang Selatan, Bekasi Timur. Benda ringan bergoyang, getaran nyata di dalam rumah.
  • Skala II MMI: Tangerang, Pandeglang, Cianjur, Pelabuhanratu, Lebak. Sebagian orang merasakan getaran ringan.

Dampak di Karawang

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Karawang melaporkan kerusakan di permukiman dan fasilitas umum.

Baca Juga :  Cuaca Jabodetabek 13 November 2025: BMKG Ingatkan Warga Siap Hadapi Hujan Petir

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

  • Rumah warga di Kampung Jungkur dan Kutamaneuh, Kecamatan Tegalwaru, retak di bagian dinding.
  • SDN Kutamaneuh 2: plafon jebol, dinding retak, puing berserakan di ruang kelas.
  • Aula Kecamatan Pangkalan: langit-langit roboh menimpa sarana umum.

Beruntung, bangunan dalam keadaan kosong sehingga tidak ada korban jiwa.

Catatan Gempa

  • Gempa Utama: M4,7 – 20-08-2025 pukul 19.54 WIB.
  • Gempa Susulan: M2,1 – M3,9 hingga pagi 21 Agustus 2025. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82
Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi
20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan
Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton
Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global
Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:47 WIB

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:00 WIB

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:30 WIB

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:30 WIB

Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:00 WIB

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Berita Terbaru

Pemberontakan sipil di seluruh negeri. Gelombang ketiga aksi

INTERNASIONAL

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Mar 2026 - 20:00 WIB

Sisi gelap perang energi. Sekitar 20.000 pelaut sipil kini terperangkap di kawasan Teluk, menghadapi kelangkaan pasokan dasar dan ancaman serangan udara saat operator kapal mulai mengabaikan hak-hak keselamatan mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Mar 2026 - 19:30 WIB

Ilustrasi, Modernisasi vs Tradisi. Kyoto mengkaji rencana pelonggaran batas tinggi bangunan dari 31 meter menjadi 60 meter guna menarik investasi, memicu perdebatan mengenai identitas visual ibu kota kuno Jepang tersebut. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Minggu, 29 Mar 2026 - 18:00 WIB