JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Rockstar Games memicu kekecewaan luar biasa dari para pencinta game fisik. Pengembang memastikan kotak penjualan GTA VI tidak menyertakan piringan cakram (disc).
Amarah Kolektor atas Ketiadaan Piringan Fisik
Laporan terbaru memastikan kotak ritel GTA VI hanya berisi kertas kode unduhan. Kebijakan ini mengundang kritik tajam dari komunitas kolektor global. Kolektor menilai keputusan ini merusak nilai kepemilikan fisik sebuah game.
Langkah mengecewakan ini menambah panjang daftar kontroversi Rockstar belakangan ini. Sebelumnya, pengembang juga memicu kemarahan karena membatasi banyak konten eksklusif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemain hanya bisa mengakses kendaraan dan misi khusus melalui Ultimate Edition. Edisi premium tersebut memiliki label harga yang sangat mahal. Kedua keputusan kontroversial ini berpotensi menjauhkan minat para pemain setia.
Spekulasi Pengembangan Game yang Belum Selesai
Publik menganalisis beberapa alasan logis di balik kebijakan ekstrem tanpa cakram ini. Sebagian pengamat menilai Rockstar ingin memangkas biaya produksi global. Langkah ini juga meminimalisasi potensi kebocoran konten sebelum hari peluncuran resmi.
Sistem distribusi digital juga memberi kendali penuh kepada pihak Rockstar. Kebijakan ini efektif mematikan pasar jual beli game bekas antar-pemain.
Namun, analisis dari Digital Foundry menyodorkan kemungkinan yang jauh lebih mengkhawatirkan. Analis menduga game GTA VI masih belum selesai sepenuhnya saat ini.
Proses manufaktur dan distribusi fisik membutuhkan waktu yang sangat panjang. Rockstar harus mengunci versi final game jauh sebelum hari peluncuran.
Jika tim pengembang masih bekerja keras mematangkan game, piringan fisik menjadi mustahil. Mereka membutuhkan setiap pekan yang tersisa untuk menyelesaikan pengembangan perangkat lunak.
Tekanan Lembur dan Bayang-Bayang Kegagalan
Kekhawatiran publik memiliki dasar yang sangat kuat. Rockstar telah menunda perilisan GTA VI sebanyak dua kali. Penundaan bergeser dari tahun 2025 menuju November 2026.
Laporan internal juga mengungkap tekanan kerja yang sangat berat di Rockstar. Ulasan karyawan pada situs Glassdoor Rockstar India membeberkan fakta memprihatinkan.
Karyawan mengalami lembur tanpa bayaran tambahan serta jam kerja yang ekstrem. Kondisi ini memicu kekhawatiran besar mengenai kualitas akhir game tersebut.
Publik cemas Rockstar akan merilis GTA VI dalam kondisi yang buruk. Mereka tidak ingin game legendaris ini mengalami nasib tragis seperti Cyberpunk 2077. Kegagalan awal akan merusak reputasi emas Rockstar.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












