Gubernur Riau Minta “Jatah Preman” Rp7 Miliar, KPK Bongkar Skandal Korupsi Proyek Jalan

Rabu, 5 November 2025 - 20:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Merah Putih KPK Jakarta Selatan. (Posnews/KPK)

Gedung Merah Putih KPK Jakarta Selatan. (Posnews/KPK)

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Skandal korupsi Gubernur Riau Abdul Wahid makin brutal dan mirip aksi preman jalanan. Ia menekan bawahan dan meminta jatah proyek layaknya preman yang memalak pedagang.

Pertama, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan permintaan “jatah preman” sebesar Rp7 miliar oleh Abdul Wahid. Dana kotor itu diduga bersumber dari kenaikan anggaran proyek jalan dan jembatan tahun 2025.

Kemudian, anggaran proyek itu melonjak tajam dari Rp71,6 miliar menjadi Rp177,4 miliar untuk UPT Jalan dan Jembatan Wilayah I–VI Dinas PUPR PKPP Riau. KPK menegaskan Abdul Wahid menarget fee 5 persen dari proyek-proyek tersebut.

Modus Licik: Deal Gelap di Kafe & Kode “7 Batang“

Awalnya, Sekretaris Dinas PUPR PKPP Riau, Ferry Yunanda, mengumpulkan enam kepala UPT di sebuah kafe dan memaksa mereka menyetujui fee 2,5%.

Baca Juga :  Sakit Hati Usai Putus, Kakek di Situbondo Nekat Bakar Rumah Mantan Istri Siri

Namun, setelah laporan sampai kepada Kepala Dinas M. Arief Setiawan yang mewakili Abdul Wahid, permintaan itu melonjak menjadi 5% atau sekitar Rp7 miliar.

Wakil Ketua KPK Johanis Tanak menegaskan permintaan itu berasal langsung dari Abdul Wahid.

“Permintaan fee 5 persen atau Rp7 miliar,” tegas Tanak di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (5/11/2025).

Lebih parah, Abdul Wahid mengancam mencopot pejabat yang menolak menyetor. Di kalangan pegawai, praktik ini dikenal sebagai ‘jatah preman’.

Setelah itu, Ferry kembali memanggil kepala UPT untuk memastikan setoran. Mereka melaporkan transaksi gelap itu dengan kode “7 batang”.

Uang Haram Mengalir untuk Liburan Keliling Dunia

Selain itu, KPK menemukan dugaan penggunaan uang korupsi untuk gaya hidup mewah.

Plt Deputi Penindakan KPK, Asep Guntur Rahayu, mengungkap bahwa uang setoran dikumpulkan tenaga ahli Abdul Wahid untuk kepentingan pribadi.

Baca Juga :  KPK Desak PIHK Kembalikan Aset Dugaan Korupsi Kuota Haji 2023–2024

“Termasuk perjalanan ke Inggris, Brasil, dan rencana ke Malaysia,” ujar Asep.

Tak hanya itu, penyidik KPK menyita uang Poundsterling dan dolar AS saat OTT.

Tiga Tersangka Digulung

KPK menangkap dan menahan tiga pejabat dalam OTT Senin (3/11/2025):

  • Abdul Wahid (AW) — Gubernur Riau
  • M. Arief Setiawan (MAS) — Kadis PUPR PKPP
  • Dani M. Nursalam (DAN) — Tenaga Ahli Gubernur

Ketiganya dijerat Pasal 12e, 12f, dan 12B UU Tipikor jo Pasal 55 KUHP. Ancaman penjara puluhan tahun menunggu.

Dengan terungkapnya kasus ini, KPK menegaskan tidak memberi ruang bagi kepala daerah yang memalak bawahan demi gaya hidup dan wisata luar negeri.

Kasus Abdul Wahid menjadi alarm keras: Jabatan tinggi bukan tameng hukum — apalagi untuk bergaya seperti raja sambil merampok uang rakyat. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Viral Foto Toa Masjid Berlubang di Ciputat, Polisi Periksa 3 Saksi
Polri Larang Vape untuk Seluruh Personel, Pelanggar Terancam Sanksi
Enam Nyawa Melayang, Polisi Bongkar Kronologi Kecelakaan Truk Molen Bekasi
Sopir Sempat Tabrakkan Truk ke Tembok Kampus, 12 Orang Jadi Korban
Balita 20 Bulan Tewas, Jasadnya Dibawa Naik Taksi hingga Dikubur di Benhil
Pigai Perintahkan Kanwil HAM Periksa Penggeledahan Ponpes Sukoharjo
Banjir Mulai Terjadi di Sejumlah Daerah, Ini 8 Langkah BNPB Hadapi Musim Hujan
Beras Subsidi Diduga Dijual Premium, Amran: Petani dan Konsumen Dikhianati

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 11:07 WIB

Viral Foto Toa Masjid Berlubang di Ciputat, Polisi Periksa 3 Saksi

Senin, 2 November 2026 - 08:32 WIB

Polri Larang Vape untuk Seluruh Personel, Pelanggar Terancam Sanksi

Senin, 2 November 2026 - 07:53 WIB

Enam Nyawa Melayang, Polisi Bongkar Kronologi Kecelakaan Truk Molen Bekasi

Minggu, 1 November 2026 - 20:53 WIB

Sopir Sempat Tabrakkan Truk ke Tembok Kampus, 12 Orang Jadi Korban

Minggu, 1 November 2026 - 20:15 WIB

Balita 20 Bulan Tewas, Jasadnya Dibawa Naik Taksi hingga Dikubur di Benhil

Berita Terbaru