KALIMANTAN TIMUR, POSNEWS.CO.ID – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, akhirnya buka suara terkait polemik renovasi rumah dinas dan pengadaan barang yang memicu kegaduhan publik.
Ia menyampaikan permintaan maaf sekaligus menegaskan siap menanggung seluruh biaya renovasi dengan dana pribadi.
Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat Kalimantan Timur.
Selain itu, Rudy langsung mengambil langkah tegas. Ia memastikan tidak lagi melibatkan keluarga dalam struktur pemerintahan, termasuk di tim ahli gubernur.
Keputusan ini sekaligus merespons sorotan publik terhadap keterlibatan adiknya, Hijrah Mas’ud, dalam tim percepatan pembangunan.
“Mulai besok, tidak ada lagi keterlibatan keluarga dalam posisi struktural yang berhubungan langsung dengan Pemprov Kaltim,” tegasnya dalam pernyataan resmi, Senin (27/4/2026).
Janji Transparansi Usai Demo Warga
Selanjutnya, Rudy berjanji membuka ruang transparansi lebih luas. Ia ingin setiap kebijakan pemerintah daerah bisa diawasi langsung oleh masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, kritik dan aksi protes yang muncul menjadi alarm penting bagi pemerintah agar lebih terbuka dan akuntabel.
“Kami akan lebih transparan. Masukan masyarakat kami terima sebagai bentuk kepedulian terhadap Kaltim,” ujarnya.
Di sisi lain, Rudy juga meminta maaf atas pernyataannya kepada salah satu pimpinan nasional yang sempat memicu kontroversi.
Ia menegaskan tidak memiliki niat membandingkan pihak mana pun atau menimbulkan persepsi negatif.
Janji Berbenah dan Lebih Hati-hati
Ke depan, Rudy berkomitmen memperbaiki cara kerja dan komunikasi publik. Ia mengaku akan lebih hati-hati dalam bertutur kata agar tidak memicu kegaduhan baru.
Selain itu, ia menegaskan fokus pada program prioritas yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Sebagai penutup, Rudy meminta dukungan masyarakat untuk melanjutkan program pembangunan di Kalimantan Timur.
Ia memastikan setiap kebijakan ke depan akan lebih berpihak pada kepentingan publik dan memberi manfaat nyata. (red)
Editor : Hadwan


















