Kobaran Api Hantam Sade, Warisan Budaya Sasak dalam Ancaman

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kebakaran melanda rumah tradisional di Kampung Adat Sade Lombok Tengah. (Posnews/Ist)

Kebakaran melanda rumah tradisional di Kampung Adat Sade Lombok Tengah. (Posnews/Ist)

LOMBOK TENGAH, POSNEWS.CO.ID — Malam di Kampung Adat Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, NTB, berubah menjadi kepanikan.

Api tiba-tiba berkobar dan menyambar bangunan di permukiman tradisional tersebut pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 22.00 Wita.

Kobaran api yang bermula dari salah satu rumah dengan cepat merambat ke bangunan lain.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga pun bergegas keluar untuk menyelamatkan diri dan mengamankan barang berharga yang masih bisa dibawa.

Hingga laporan terakhir, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerusakan bangunan diperkirakan cukup besar dan pemerintah desa masih melakukan pendataan.

Bangunan Tradisional Membuat Api Cepat Merambat

Material bangunan menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Rumah-rumah tradisional Sade banyak menggunakan kayu, bambu, dan atap ilalang atau jerami.

Material tersebut menjadi bagian dari karakter arsitektur masyarakat Sasak. Namun, ketika api muncul, bahan yang mudah terbakar membuat kobaran cepat berpindah dari satu bangunan ke bangunan lainnya.

Baca Juga :  Kebakaran Apartemen di Kapuk Cengkareng Diduga Akibat Kebocoran Gas, Satu Penghuni Luka

Kepala Desa Rambitan Lalu Winakse mengatakan warga terdampak masih dievakuasi.

“Kami sedang melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak kebakaran.”

Ia menyebut jumlah rumah yang terbakar diperkirakan mencapai ratusan unit. Namun, angka tersebut masih bersifat sementara karena petugas masih melakukan pendataan di tengah proses penanganan kebakaran.

Damkar Gabungan Berjibaku Jinakkan Kobaran

Petugas pemadam kebakaran tidak bekerja sendiri. Armada gabungan dikerahkan dari Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Barat, Kota Mataram, hingga Pemerintah Provinsi NTB.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Lombok Tengah Supardan mengatakan petugas masih memadamkan titik bara hingga tengah malam.

“Pemadaman hingga tengah malam ini masih berlangsung karena bara api masih menyala.”

Banyaknya armada menjadi langkah penting untuk mempercepat pemadaman sekaligus mencegah api kembali menjalar.

Keselamatan Warga Menjadi Prioritas

Di tengah kepanikan, warga bergerak cepat menyelamatkan keluarga masing-masing. Langkah tersebut menjadi pengingat bahwa keselamatan manusia harus selalu menjadi prioritas ketika kebakaran terjadi.

Masyarakat juga perlu mengetahui langkah sederhana saat menghadapi kebakaran.

Jangan memaksakan diri mengambil barang ketika api sudah membesar. Segera keluar melalui jalur aman, bantu anak-anak dan lansia, kemudian hubungi petugas pemadam.

Baca Juga :  PLN Targetkan SUTET 500 kV Priok–Muara Tawar Beroperasi Agustus 2026

Selain itu, warga sebaiknya tidak kembali ke bangunan sebelum petugas menyatakan lokasi aman.

Sade Bukan Sekadar Kampung

Kampung Adat Sade memiliki nilai penting bagi masyarakat Sasak. Kawasan ini mempertahankan rumah tradisional, tata ruang, serta kehidupan adat yang diwariskan lintas generasi.

Sekitar 700 warga diketahui tinggal di kawasan tersebut dengan sekitar 150 rumah. Rumah tradisional Sade umumnya memakai atap jerami, dinding anyaman bambu, dan lantai tanah liat.

Karena itu, kebakaran ini tidak hanya menjadi persoalan kehilangan tempat tinggal. Warisan budaya juga ikut berada dalam ancaman.

Peristiwa tersebut sekaligus memberikan pelajaran penting.

Pemerintah dan masyarakat perlu memperkuat sistem pencegahan kebakaran di kawasan adat, mulai dari pemeriksaan instalasi listrik, akses kendaraan pemadam, ketersediaan sumber air, jalur evakuasi, hingga edukasi kebencanaan.

Menjaga tradisi bukan berarti mengabaikan keselamatan. Justru, warisan budaya akan semakin kuat jika masyarakat mampu merawatnya dengan sistem perlindungan yang lebih baik. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Datang Membawa Bantuan, Ahmad Zaki Pergi untuk Selamanya di Tanah Flores
Karhutla Menggila, ISPA Melonjak 78 Persen, 314 Nakes Diterjunkan
2,6 Ton Sabu Cair Nyaris Jadi 2,8 Juta Vape! Sindikat Narkoba Dibungkam di Kepri
Lima Tersangka Pembunuhan Bripka Fredy Awes, 2 Tewas Ditembak Polisi Saat Kabur
Ditembaki dari Ketinggian di Tolikara, Bripda Jhon Galu Terluka
Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 83 Orang, Stok Makanan Pengungsi Menipis
Gempa M7,7 NTT Makin Memilukan: 78 Tewas, 953 Luka dan 95.871 Mengungsi
Asap Karhutla Kepung Singkawang, Masker Bukan Solusi Utama

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:11 WIB

Datang Membawa Bantuan, Ahmad Zaki Pergi untuk Selamanya di Tanah Flores

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:47 WIB

Karhutla Menggila, ISPA Melonjak 78 Persen, 314 Nakes Diterjunkan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:32 WIB

Kobaran Api Hantam Sade, Warisan Budaya Sasak dalam Ancaman

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:09 WIB

2,6 Ton Sabu Cair Nyaris Jadi 2,8 Juta Vape! Sindikat Narkoba Dibungkam di Kepri

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:19 WIB

Lima Tersangka Pembunuhan Bripka Fredy Awes, 2 Tewas Ditembak Polisi Saat Kabur

Berita Terbaru

Kebakaran melanda rumah tradisional di Kampung Adat Sade Lombok Tengah. (Posnews/Ist)

DAERAH

Kobaran Api Hantam Sade, Warisan Budaya Sasak dalam Ancaman

Minggu, 23 Agu 2026 - 07:32 WIB

Ilustrasi, panas terik. (Posnews/Net)

JABODETABEK

Minggu Cerah di Jabodetabek, BMKG Ingatkan Warga Hadapi Panas

Minggu, 23 Agu 2026 - 07:12 WIB