Hajatan Tradisi Budaya Kepulauan Seribu di Pantai Sakura Pulau Untung Jawa

Jumat, 5 September 2025 - 14:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Kepulauan Seribu mengikuti Hajatan Tradisi Budaya di Pantai Sakura Pulau Untung Jawa, menampilkan lomba hias kapal dan pertunjukan seni budaya. (Dok- Kabupaten PS)

Warga Kepulauan Seribu mengikuti Hajatan Tradisi Budaya di Pantai Sakura Pulau Untung Jawa, menampilkan lomba hias kapal dan pertunjukan seni budaya. (Dok- Kabupaten PS)

KEPULAUAN SERIBU, POSNEWS.CO.ID – Dinas Kebudayaan Kepulauan Seribu menggelar Hajatan Tradisi Budaya di Pantai Sakura, Kelurahan Pulau Untung Jawa, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan. Warga dari enam kelurahan antusias mengikuti kegiatan budaya ini.

Kepala Suku Dinas Kebudayaan Kepulauan Seribu, Harry Dwirendra, menjelaskan hajatan tradisi budaya menjadi bagian dari pelatihan, pembinaan, dan perlindungan kebudayaan di Kepulauan Seribu. Kegiatan ini bertujuan melestarikan nilai-nilai kearifan lokal sekaligus meningkatkan semangat masyarakat menjaga budaya.

“Setiap kelurahan menampilkan ciri khas seni budaya pulau masing-masing dan karya kreativitas masyarakat maupun komunitas,” ujar Harry, Jumat (5/9).

Baca Juga :  Perang Hibrida: Ketika Medan Tempur Tidak Lagi Terlihat

Kegiatan ini diisi dengan santunan yatim piatu, tausiah dari tokoh agama, bazar UMKM, lomba masak makanan khas Kepulauan Seribu, lomba hias kreasi kapal, serta hiburan seni budaya dan musik. Harry menambahkan, kegiatan akan bergilir ke wilayah lain untuk memperkuat identitas budaya masyarakat Kepulauan Seribu.

Ketua Pokdarwis Puja Berhias Pulau Untung Jawa, Rusli, mengapresiasi pemerintah yang menjadikan hajatan tradisi budaya sebagai agenda rutin. Kegiatan ini juga menjadi ajang promosi budaya maritim Kepulauan Seribu.

Baca Juga :  BPBD DKI Peringatkan Warga Pesisir Jakarta Waspada Rob 8–15 Oktober 2025

“Acara selalu meriah, lomba hias kapal unik, dan masyarakat sangat antusias. Kami berharap hajatan ini menjadi kalender tahunan,” kata Rusli.

Warga Pulau Panggang, Munahar (39), merasa senang bisa ikut memeriahkan hajatan. Selain hiburan, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antarwarga pulau.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Acaranya meriah dan seru. Selain lomba hias kapal, ibu-ibu ikut lomba masak. Saya optimistis bisa juara,” ujarnya. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi
Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82
Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi
20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan
Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton
Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 21:54 WIB

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:47 WIB

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:00 WIB

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:30 WIB

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:30 WIB

Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton

Berita Terbaru

Membalikkan keadaan. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengklaim telah mengubah peta geopolitik Timur Tengah melalui ekspor teknologi pencegat drone ke negara-negara Teluk yang kini menjadi target serangan Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi

Minggu, 29 Mar 2026 - 21:54 WIB

Pemberontakan sipil di seluruh negeri. Gelombang ketiga aksi

INTERNASIONAL

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Mar 2026 - 20:00 WIB

Sisi gelap perang energi. Sekitar 20.000 pelaut sipil kini terperangkap di kawasan Teluk, menghadapi kelangkaan pasokan dasar dan ancaman serangan udara saat operator kapal mulai mengabaikan hak-hak keselamatan mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Mar 2026 - 19:30 WIB