Hak Pilih PMI di Luar Negeri Dijaga, KPU dan Kementerian P2MI Perkuat Kerja Sama

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua KPU RI dan Menteri P2MI menandatangani perpanjangan MoU perlindungan hak pilih pekerja migran Indonesia di luar negeri. (Posnews/MO)

Ketua KPU RI dan Menteri P2MI menandatangani perpanjangan MoU perlindungan hak pilih pekerja migran Indonesia di luar negeri. (Posnews/MO)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) resmi memperpanjang nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) untuk memperkuat perlindungan hak pilih pekerja migran Indonesia (PMI) di luar negeri menjelang tahapan pemilu berikutnya.

Kesepakatan yang diteken di kantor Komisi Pemilihan Umum, Rabu (13/5/2026), itu bertujuan memastikan jutaan PMI tetap bisa menggunakan hak pilihnya, mulai dari pendataan hingga pencoblosan.

Menteri Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin menegaskan kerja sama ini menjadi langkah nyata negara untuk menjaga hak konstitusional pekerja migran di luar negeri.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“MoU ini bukan sekadar formalitas. Negara harus memastikan hak pilih pekerja migran tetap terlindungi,” kata Mukhtarudin.

Baca Juga :  Truk Jeruk Isi Sabu, Polisi Gulung Penyeludupan 12 Kg Jaringan Aceh–Jawa

Fokus Benahi Data Pemilih

KPU dan Kementerian P2MI selanjutnya menyusun kerja sama teknis untuk memperkuat pendataan PMI. Fokusnya meliputi:

  • sinkronisasi data persebaran PMI
  • pemutakhiran daftar pemilih luar negeri
  • sosialisasi pemilu yang lebih mudah dipahami pekerja migran

Menurut Mukhtarudin, tantangan utama bukan hanya memastikan PMI terdaftar, tetapi juga memahami mekanisme pemungutan suara di negara penempatan.

Malaysia Jadi Sorotan

Ketua Komisi Pemilihan Umum Afifudin mengakui pendataan pemilih luar negeri masih menjadi tantangan besar, terutama di Malaysia yang memiliki jumlah PMI tinggi.

Ia menyebut Kuala Lumpur sebagai salah satu wilayah paling kompleks dalam pendataan pemilih luar negeri.

Baca Juga :  Sengketa Informasi Selesai, KIP Perintahkan KPU Buka Ijazah Jokowi

“Di dalam negeri relatif lebih mudah. Tantangan terbesar justru di luar negeri, terutama di Kuala Lumpur,” ujarnya.

Kerja Sama Berlanjut

Afif menegaskan kerja sama ini bukan hal baru. KPU dan Kementerian P2MI rutin menjalin kolaborasi serupa setiap lima tahun untuk mendukung pemilu bagi WNI di luar negeri.

Ia berharap kerja sama itu segera ditindaklanjuti lewat langkah teknis agar layanan pemilih luar negeri semakin maksimal.

Berdasarkan data pemerintah, jutaan PMI tersebar di sejumlah negara seperti Malaysia, Hong Kong, Taiwan, Saudi Arabia, dan Singapore yang menjadi kantong suara terbesar pemilih luar negeri. (MO)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PTUN Batalkan SK Menteri HAM Natalius Pigai, Pemerintah Tempuh Banding
Roy Suryo Menang Praperadilan, Sebut Putusan Jadi Babak Baru Hukum Indonesia
Korupsi Batu Bara PLTU Diduga Picu Blackout, Kerugian Negara Capai Rp5 Triliun
Cuaca Jabodetabek Hari Ini Cerah Berrawan, Bogor Waspada Hujan Sore
Wakapolri Dorong Pendidikan Polri Modern Lewat Laboratorium Sosial Sains
Kasus OTT Bupati Langkat, KPK Dalami Asal Logam Diduga Platinum 55 Kg
Prabowo Bertemu PM Singapura Lawrence Wong, 26 MoU Siap Ditandatangani
Harga Cabai Rawit Merah Naik ke Rp62.100 per Kg, Ini Daftar Harga Pangan Terbaru

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 21:29 WIB

PTUN Batalkan SK Menteri HAM Natalius Pigai, Pemerintah Tempuh Banding

Selasa, 7 Juli 2026 - 03:53 WIB

Korupsi Batu Bara PLTU Diduga Picu Blackout, Kerugian Negara Capai Rp5 Triliun

Selasa, 7 Juli 2026 - 03:35 WIB

Cuaca Jabodetabek Hari Ini Cerah Berrawan, Bogor Waspada Hujan Sore

Senin, 6 Juli 2026 - 18:08 WIB

Wakapolri Dorong Pendidikan Polri Modern Lewat Laboratorium Sosial Sains

Senin, 6 Juli 2026 - 13:51 WIB

Kasus OTT Bupati Langkat, KPK Dalami Asal Logam Diduga Platinum 55 Kg

Berita Terbaru