JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Sidang dakwaan kasus pengadaan laptop Chromebook yang menyeret eks Mendikbudristek Nadiem Makarim mendadak jadi sorotan.
Pasalnya, kehadiran anggota TNI di ruang sidang menarik perhatian majelis hakim dan pengunjung.
Peristiwa itu terbilang tak lazim. Pasalnya, ini menjadi pertama kalinya anggota TNI hadir dalam sidang perkara sipil tanpa perintah hakim dan bukan sebagai pihak terkait perkara.
TNI Hadir, Hakim Tegur di Ruang Sidang
Saat sidang berlangsung di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, majelis hakim langsung menegur keberadaan prajurit TNI yang berdiri di ruang sidang. Hakim menilai posisi mereka mengganggu jalannya persidangan dan aktivitas media.
“Sebelum dilanjutkan, ini rekan TNI dari mana ya? Bisa menyesuaikan posisi, jangan berdiri di situ karena mengganggu kamera,” ujar Hakim Purwanto, Senin (5/1/2026).
Hakim juga meminta anggota TNI mundur ke belakang agar tidak mengganggu pengunjung sidang maupun awak media.
Kejagung Buka Suara soal Pengamanan TNI
Menanggapi sorotan tersebut, Direktur Penuntutan Jampidsus Kejagung, Riono Budisantoso, menjelaskan kehadiran TNI merupakan bagian dari pengamanan terhadap jaksa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Riono, pengamanan itu dilakukan berdasarkan penilaian risiko yang telah berjalan sejak beberapa waktu lalu.
“Yang saya tahu, pengamanan dari TNI sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu berdasarkan penilaian risiko,” kata Riono kepada wartawan, Selasa (6/1/2026).
Tak Hanya Sidang, TNI Amankan Aktivitas Kejaksaan
Selain itu, Riono menegaskan pengamanan TNI tidak hanya berlaku di ruang sidang, tetapi juga dalam kegiatan lain yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas Kejaksaan.
“Bukan hanya persidangan, tapi juga kegiatan lain dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsi Kejaksaan,” tegasnya.
Meski demikian, kehadiran TNI di ruang sidang tetap menuai perhatian publik. Apalagi, majelis hakim secara langsung meminta prajurit tersebut menyesuaikan posisi agar sidang berjalan kondusif dan tidak terganggu.
Kasus ini pun kembali menjadi sorotan tajam, seiring proses hukum dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook yang menyeret nama besar mantan Mendikbudristek.
Penulis : Hadwan
Editor : Hadwan


















