Hamas Buka Kartu di Kairo: Bahas Komite Teknokrat Gaza

Kamis, 15 Januari 2026 - 14:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lebih dari 460 nyawa melayang sejak gencatan senjata dimulai. Kini, krisis meluas ke Tepi Barat di mana 25.000 warga Hebron terkurung di rumah mereka tanpa listrik dan roti. Dok: Istimewa.

Lebih dari 460 nyawa melayang sejak gencatan senjata dimulai. Kini, krisis meluas ke Tepi Barat di mana 25.000 warga Hebron terkurung di rumah mereka tanpa listrik dan roti. Dok: Istimewa.

KAIRO, POSNEWS.CO.ID – Pejabat Hamas secara resmi membuka pembicaraan dengan mediator Mesir di Kairo. Langkah ini menandai awal diskusi serius mengenai pembentukan komite teknokratis untuk mengelola Jalur Gaza, sebagai bagian dari rencana gencatan senjata hasil mediasi Amerika Serikat.

Menurut sumber Hamas, diskusi berfokus pada struktur, mandat, dan mekanisme operasional komite tersebut. Rencana tersebut merancang badan usulan ini untuk menjalankan pemerintahan Gaza selama masa transisi.

Rencana ini mengacu pada proposal yang Presiden AS Donald Trump ungkapkan pada Oktober lalu. Visi utamanya menempatkan komite teknokrat Palestina sebagai pengelola tata kelola di bawah pengawasan “Dewan Perdamaian” internasional.

Hamas: “Kami Hanya Memantau”

Di tengah negosiasi, Hamas menegaskan kembali posisi strategisnya. Kelompok ini menyatakan tidak mengincar peran formal dalam pemerintahan Gaza yang baru.

Sebaliknya, mereka menyatakan akan “memantau proses” untuk mendukung stabilitas dan rekonstruksi wilayah yang hancur akibat perang. Pengamat menilai sikap ini sebagai langkah kompromi untuk memuluskan penerimaan internasional terhadap pemerintahan baru Gaza.

Delegasi Hamas juga berencana mengadakan pembicaraan paralel dengan faksi-faksi Palestina lainnya di Kairo. Topik bahasannya mencakup perkembangan politik terkini, dugaan pelanggaran gencatan senjata Israel, serta komposisi kepemimpinan komite usulan tersebut.

Agenda Mendesak: Rafah dan Bantuan

Selain isu politik tingkat tinggi, negosiasi juga mencakup masalah teknis yang mendesak bagi warga Gaza. Para pihak membahas penarikan pasukan Israel, pembukaan kembali perbatasan Rafah, serta masuknya bantuan kemanusiaan yang saat ini menumpuk di sisi perbatasan Mesir.

Baca Juga :  BMKG Ingatkan Warga Jabodetabek, Hujan Deras dan Petir Mengancam Hari Ini

Semua ini merupakan persiapan krusial menuju fase kedua dari kesepakatan gencatan senjata.

Rekonsiliasi Fatah-Hamas

Di jalur terpisah, Mesir bekerja keras untuk mempertemukan Hamas dan gerakan saingannya, Fatah. Tujuannya adalah menyelesaikan perbedaan yang masih tersisa.

Pejabat Hamas menekankan bahwa konsensus luas di antara faksi-faksi Palestina adalah syarat mutlak sebelum pembentukan komite. Setelah konsensus tercapai, pihak terkait mengharapkan Presiden Mahmoud Abbas mengeluarkan dekrit untuk meresmikannya.

Desas-desus mengenai siapa yang akan memimpin komite ini mulai beredar. Orang-orang yang mengetahui pembicaraan tersebut menyebut dua nama potensial: mantan pejabat Otoritas Palestina Ali Shaath dan Menteri Kesehatan saat ini, Majed Abu Ramadan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serangan Gunting di Covent Garden London Lukai 4 Orang
Prancis Melarang Panggilan Telemarketing Tanpa Izin Konsumen
Senat AS Konfirmasi Dr Erica Schwartz Sebagai Direktur CDC
Israel Gelar Serangan Susulan di Lebanon Selatan Saat Diplomasi
AS Periksa Akun Media Sosial Jurnalis Asing Pemohon Visa
AS Tetap Dorong Lisensi Rudal Patriot Ukraina
Presiden Lee Jae Myung Siaga Satu Sambut Puncak Gelombang
Iran dan Oman Sepakati Kontrol Selat Hormuz dalam Draf

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:11 WIB

Serangan Gunting di Covent Garden London Lukai 4 Orang

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:17 WIB

Prancis Melarang Panggilan Telemarketing Tanpa Izin Konsumen

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:02 WIB

Senat AS Konfirmasi Dr Erica Schwartz Sebagai Direktur CDC

Jumat, 7 Agustus 2026 - 09:00 WIB

AS Periksa Akun Media Sosial Jurnalis Asing Pemohon Visa

Jumat, 7 Agustus 2026 - 09:00 WIB

AS Tetap Dorong Lisensi Rudal Patriot Ukraina

Berita Terbaru

Ilustrasi, Tewas. (Posnews/Ist)

DAERAH

Rebutan Warisan Berujung Maut di Tapanuli Selatan

Jumat, 7 Agu 2026 - 13:22 WIB

Polisi London menahan seorang wanita setelah ia melukai empat pria di kawasan Covent Garden. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Serangan Gunting di Covent Garden London Lukai 4 Orang

Jumat, 7 Agu 2026 - 13:11 WIB

Pemerintah Prancis memberlakukan undang-undang baru yang melarang perusahaan melakukan panggilan telemarketing tanpa persetujuan awal konsumen. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Prancis Melarang Panggilan Telemarketing Tanpa Izin Konsumen

Jumat, 7 Agu 2026 - 12:17 WIB

Senat AS mengonfirmasi Dr Erica Schwartz sebagai Direktur CDC di tengah krisis internal lembaga. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Senat AS Konfirmasi Dr Erica Schwartz Sebagai Direktur CDC

Jumat, 7 Agu 2026 - 11:02 WIB