Heboh di Dumai, 56 PMI Nyaris Dikirim Ilegal ke Malaysia – 7 WNA Diamankan

Selasa, 21 April 2026 - 07:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas mengevakuasi puluhan calon pekerja migran Indonesia yang hendak diberangkatkan secara ilegal ke Malaysia dalam pengungkapan kasus TPPO di Dumai, Riau. (Posnews/TVOne)

Petugas mengevakuasi puluhan calon pekerja migran Indonesia yang hendak diberangkatkan secara ilegal ke Malaysia dalam pengungkapan kasus TPPO di Dumai, Riau. (Posnews/TVOne)

DUMAI, POSNEWS.CO.ID – Aksi penyelundupan pekerja migran ilegal ke Malaysia kembali digagalkan.

Sebanyak 56 calon pekerja migran Indonesia (PMI) berhasil diselamatkan dalam operasi gabungan di wilayah Medang Kampai, Kota Dumai, Riau, Sabtu (18/4/2026).

Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau, Fanny Wahyu Kurniawan, menegaskan penyelamatan ini menjadi bukti kuat sinergi aparat dan masyarakat dalam memutus praktik Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Digagalkan di Pesisir, 56 PMI Nyaris Diselundupkan

Operasi dilakukan oleh Polsek Medang Kampai yang berhasil membongkar upaya pemberangkatan ilegal PMI ke Malaysia melalui jalur tidak resmi. Para korban nyaris diberangkatkan tanpa dokumen prosedural yang sah.

“Keberhasilan ini menunjukkan sinergi yang solid dalam mencegah TPPO dan penempatan ilegal,” tegas Fanny, Selasa (21/4/2026).

Baca Juga :  WNA China Jatuh dari Lantai 35 Apartemen Pademangan, Jenazah Berserakan di Taman

Tak hanya menyelamatkan puluhan PMI, aparat juga mengamankan tujuh warga negara asing asal Bangladesh yang diduga terkait jaringan penyelundupan.

Kasus ini memperkuat indikasi adanya sindikat lintas negara yang bermain dalam bisnis gelap pengiriman tenaga kerja ilegal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Korban Diamankan, Pelaku Diburu

Saat ini, seluruh PMI telah diserahkan ke Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia untuk pendataan dan penanganan lanjutan. Mereka akan menjalani asesmen sebelum dipulangkan ke daerah asal.

Sementara itu, aparat dari Polres Dumai masih memburu dan menyelidiki pihak-pihak yang terlibat dalam jaringan ini.

Baca Juga :  Roblox Bisa Diblokir. Menteri PPPA: Kalau Bahaya, Tutup Saja

Fanny mengungkapkan, dengan pengungkapan terbaru ini, total 93 pekerja migran ilegal berhasil diselamatkan sepanjang 2026 di wilayah tersebut.

Angka ini menjadi alarm keras bahwa praktik pengiriman PMI nonprosedural masih marak dan mengancam keselamatan warga.

Peringatan Keras: Jangan Tergiur Jalur Ilegal

BP3MI mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur iming-iming kerja di luar negeri dengan proses instan.

Jalur ilegal berisiko tinggi terhadap eksploitasi, perdagangan orang, hingga ancaman nyawa.

“Pastikan berangkat melalui jalur resmi agar hak dan keselamatan terlindungi,” tegas Fanny.

Masyarakat diminta mencari informasi resmi melalui kantor BP3MI terdekat atau sistem daring pemerintah untuk memastikan proses penempatan aman dan legal. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pragmata: Revolusi Sad Dad Capcom di Bulan dan Keajaiban Teknologi 2026
iPhone 17e, Standar Baru Ponsel Entry-Level Apple di Tahun 2026
Xi Jinping dan MBS Desak Kebebasan Navigasi di Selat Hormuz
Mafia Energi Digulung, Ribuan Tabung LPG dan Ratusan Ribu Liter BBM Subsidi Disita
Korut Luncurkan Rudal Balistik Saat IAEA Konfirmasi Lonjakan Produksi Senjata
Diplomasi Omotenashi 2.0: Cara Unik Sanae Takaichi Taklukkan Hati Pemimpin Dunia
Curanmor Merajalela di Tangerang, Polisi Ringkus 4 Pelaku dan Sita Senpi
AS Investasi $50 Juta di Afrika guna Patahkan Dominasi Tiongkok

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 16:57 WIB

Pragmata: Revolusi Sad Dad Capcom di Bulan dan Keajaiban Teknologi 2026

Selasa, 21 April 2026 - 15:51 WIB

iPhone 17e, Standar Baru Ponsel Entry-Level Apple di Tahun 2026

Selasa, 21 April 2026 - 14:44 WIB

Xi Jinping dan MBS Desak Kebebasan Navigasi di Selat Hormuz

Selasa, 21 April 2026 - 14:37 WIB

Mafia Energi Digulung, Ribuan Tabung LPG dan Ratusan Ribu Liter BBM Subsidi Disita

Selasa, 21 April 2026 - 13:51 WIB

Korut Luncurkan Rudal Balistik Saat IAEA Konfirmasi Lonjakan Produksi Senjata

Berita Terbaru

Menjaga urat nadi energi. Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman melakukan pembicaraan telepon krusial guna menjamin keamanan navigasi di Selat Hormuz di tengah ancaman krisis energi global April 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Xi Jinping dan MBS Desak Kebebasan Navigasi di Selat Hormuz

Selasa, 21 Apr 2026 - 14:44 WIB